Posts

Showing posts from June, 2016

Day#25 Seri Ramadhan 2016: Reset Factory Ala Ramadhan: Mewaspadai Virus Trojan

By: M. Ridwan Tablet jadul saya terserang virus. Namanya virus trojan. Setiap konek internet selalu saja muncul berbagai "malware". Entah dalam bentuk iklan dan instruksi berbagai aplikasi. Berbagai antivirus tidak berhasil menghapusnya. Cara satu-satunya adalah dengan melakukan Reset Factory . Yaitu, mengembalikan tablet kondisi semula seperti baru keluar dari pabrik. Teknisnya sebenarnya mudah dilakukan. Dalam waktu tak begitu lama, tablet di- reset kembali. Simsalabin , bukan sihir bukan sulap, sepertinya tablet sudah bersih, nih . Sayang juga sih. soalnya berbagai aplikasi yang sudah terinstall jadi terhapus. Terpaksa di-instal dan register lagi. Di bagian ini, paling tidak sedap. Menyita waktu. Lalu, apakah proses yang saya lakukan sudah berhasil 100%? Ternyata tidak.  Ketika digunakan untuk menjelajahi internet, tablet mengulah kembali.  Virus muncul lagi. Sepertinya ia tidak "memperdulikan" gertakan dari antivirus yang baru juga diintall. Apa pa...

Day#24 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan: Antara Brexit, Piala Eropa dan Ramadexit

By: M. Ridwan  Minggu ini dunia heboh. Pertama, keputusan Inggeris keluar dari Uni Eropa. Istilahnya adalah Britain Exit atau disingkat Brexit. Kedua, gaalnya tim Inggeris maju ke perempat final, piala Eropa. Sakitnya tuh di sini. :) Hasrat Brexit ini sudah lama dipendam masyarakat Inggeris, yaitu tahun 1975. Tepatnya,  dua tahun setelah -negeri Ratu Elizabeth ini bergabung ke Uni Eropa, yang didirikan tahun 1973. Memang, hasil referendum kala itu memihak pada penggabungan. Maklum, semangat persaudaraannya tinggi. Namun, cerita dunia berubah 41 tahun kemudian. Inggeris merasa terbebani dengan saudara-saudaranya sesama Eropa. Mereka merasa tak memiliki kuasa mutlak di tengah keluarga bernama EU ini. "Lebih banyak repot dan susahnya dibandingkan untungnya," demikian yang saya pahami dari alasan warga Inggeris. Wah, sudah tidak tahan lagi menanggung derita, ya?".  Tapi, memang, kondisi Inggeris sedang megap-megap. Defisit neraca perdagangannya dengan negara Eropa m...

Day#23 Seri Ramadhan 2016: Lailatul Qadar: Kembali Menjadi "Muallaf"

By: M. Ridwan  Saya teringat kenangan indah.  Dulu, di bulan Ramadhan seperti ini, kami sering mendapat undangan acara berbuka puasa di Pesantren An-Naba, Ciputat. Pesantren ini adalah tempat menggembleng para santri yang merupakan kaum muallaf dari seluruh pelosok Indonesia. Acara ini biasanya diselingi tausiyah dari Ustaz Syamsul Arifin Nababan, pendiri sekaligus pimpinan Pesantren. Sosok beliau berwibawa dan kharismatik. Tegas, sekaligus penyayang. Dia punya pengalaman segudang dalam dakwah dan pemberdayaan kaum muallaf, di dalam dan luar negeri. Beliau dulunya adalah non muslim yang dengan hidayah Allah kemudian memeluk Islam. Saya selalu menyukai kisah-kisahnya terutama ketika ibunya sangat tertawan dengan keluhuran budi sang anak, meskipun mereka telah berbeda keyakinan. "Dari sekian anakku, hanya engkau yang sangat berbakti. Menyayangi dan memperhatikanku. Padahal aku sudah menganggapmu bukan lagi sebagai anak. Kamu telah murtad. Tapi, engkau malah ...

Day#22 Seri Ramadhan 2016: Lailatul Qadar: Menjadi Muslim "Over Dosis"

By: M. Ridwan Apa maksud judul di atas?. Yang jelas, tidak ada hubungannya dengan narkoba atau miras ya..   Saya maklum, kalau persepsi kita terhadap kata "over dosis" itu pasti terkait dengan narkoba. Sudah kadung membudaya, sih. saya gak habis pikir saja. Siapa kira-kira yang begitu kuat menanggung dosa jariyah dari narkoba di negeri ini...Orang itu pasti luar biasa nekatnya. Menukar duit dengan durasi di neraka yang abadi.  Tapi begitulah kehidupan. Selalu ada " term of error " atau "variabel penganggu" di dalamnya.  Hidup adalah pilihan, bukan? Saya kira, kreasi Tuhan terdahsyat tidak lain adalah makhluk bernama "kehidupan" ini. Kehidupan yang terdiri dari beragam dimensi ini adalah sebuah keajaiban. Dan, kita sebagai manusia harus bangga karena diberi kesempatan menjadi bagian di dalamnya.  Kita harus bersyukur karena Allah mempercayakan kita untuk mencicipi "rasanya" kehidupan ini, meskipun mungkin hanya beberapa ...

Day#21 Seri Ramadhan 2016: Lailatul Qadar: Menembus Inter-Universe Index (IUI)

By: M Ridwan Kemarin sore, Fakultas kami mengudang tokoh muda Ekonomi Islam Indonesia. Namanya DR. Euis Amalia, dosen di Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Ya, seorang perempuan. Selain pintar, Teh Euis, -demikian kami dulu sering memanggilnya- adalah sosok perempuan enerjik, dan penulis banyak buku ekonomi Islam.  Panitia acara juga para perempuan hebat FEBI, sebut saja DR. Isnaini Harahap dan Hj. Marliyah, MA. Keren Tema yang dibahas mengenai " Current Issues on Islamic Economics ", Isu terkini terkait Ekonomi Islam. Tentunya, tema ini sangat menarik mengingat kajian dan praktik ekonomi Islam adalah trend yang sedang digandrungi dunia. Harapannya, dunia bisa menjadi lebih baik dimulai dengan perbaikan sistem dan praktik ekonomi. Bagi kami, informasi yang diberikan oleh Bu Euis sangat berarti yaitu tentang posisi berbagai perguruan tinggi dunia termasuk para scholars-nya dalam aktifitas upload artikel di jurnal ilmiah internasional. Ternyata, artikel da...

Day#21 Seri Ramadhan 2016: Lailatul Qadar: Menembus Inter-Universe Index (IUI)

By: M Ridwan Kemarin sore, Fakultas kami mengudang tokoh muda Ekonomi Islam Indonesia. Namanya DR. Euis Amalia, dosen di Univeristas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Ya, seorang perempuan. Selain pintar, Teh Euis, -demikian kami dulu sering memanggilnya- adalah sosok perempuan enerjik, dan penulis banyak buku ekonomi Islam.  Panitia acara juga para perempuan hebat FEBI, sebut saja DR. Isnaini Harahap dan Hj. Marliyah, MA. Keren Tema yang dibahas mengenai " Current Issues on Islamic Economics ", Isu terkini terkait Ekonomi Islam. Tentunya, tema ini sangat menarik mengingat kajian dan praktik ekonomi Islam adalah trend yang sedang digandrungi dunia. Harapannya, dunia bisa menjadi lebih baik dimulai dengan perbaikan sistem dan praktik ekonomi. Bagi kami, informasi yang diberikan oleh Bu Euis sangat berarti yaitu tentang posisi berbagai perguruan tinggi dunia termasuk para scholars-nya dalam aktifitas upload artikel di jurnal ilmiah internasional. Ternyata, artikel da...

Day#20 Seri Ramadhan 2016: Power Bank Iman: Berapa Harganya?

By: M. Ridwan Kata Nabi, iman itu bisa bertambah dan berkurang. Mungkin bisa kita analogikan seperti sebuah baterai handphone. Sehingga, iman juga bisa " soak ", tenaganya " ngedrop " dan daya tahannya hanya sekian jam atau beberapa menit saja. Jika kondisi ini dibiarkan, maka handphone  secanggih apapun tidak akan berguna. Ratusan aplikasi yang dimilikinya tak berarti.  Dan, tentunya kekhawatiran besar yang ditakuti, handphone itu tidak bisa menangkap sinyal lagi. Apalah gunanya. Sakitnya, tuh di sini.:) Tak berlebihan kalau saya katakan bahwa diri manusia itu ibarat handphone juga, sih . Sedangkan iman menjadi sumber energi geraknya. Saya sengaja membedakannya dengan ruh karena bukan pembahasan kali ini. Iman yang berkurang energinya dikhawatirkan akan kehilangan kemampuan menangkap " Sinyal Tuhan ". Tidak mampu memunculkan nada dering apalagi getaran ( vibration ). Kita selaku takut membuka aplikasi. Takut padam benar-benar. Lalu, apa gunanya ...

Day#19 Seri Ramadhan 2016: Semangat Individualis di Bulan Ramadhan

By: M. Ridwan Sebenarnya, saya tidak "tega" membuat judul di atas. Kesannya provokatif gitu. Pemahamannya juga bisa liar. Masak sih, Ramadhan dikaitkan dengan Semangat Individualis?.  Oke-lah. Anggap saja ada kata yang disembunyikan. Dalam Ilmu Nahwu (tata bahasa Arab), kita mengenal istilah dhamir mustatir (kata ganti tersembunyi). Atau kata yang dibuang ( mahzub ). Maka, anggap saja ada kata yang dibuang (mahzub) atau disembunyikan. Anggap saja judulnya adalah "Ramadhan dan Semangat (Untuk Menghilangkan Sikap) Individualis". Atau "Ramadhan: (Bulan Menghilangkan) Semangat Individualis". Tapi, saya mohon izin tetap menggunakan judul di atas, ya..?:) Benar gak sih , Ramadhan bisa menghilangkan sikap individualis? Tanya saja diri masing-masing.  Seharusnya ya iya . Di bulan ini, semangat mendahulukan kepentingan orang lain harus muncul dominan. Seharusnya, kita mulai terbiasa menekan ego pribadi dan mendahulukan kepentingan orang lain. " ...

Day#18 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan Undercover: Between You and God

By: M. Ridwan Judul artikel ini seperti film-film,, ya....hehe. Kalau begitu, saya bercerita juga lah . Ini kisah nyata. Dahulu, ada seorang perempuan tua di Madura. Ia punya kebiasaan unik yaitu sehabis sholat subuh menyapu daun-daun kering di halaman mesjid di kota Madura. Perbuatannya diperhatikan oleh pengurus mesjid dengan penuh keheranan. Soalnya, setiap, pagi si nenek selalu melakukan perbuatan ini. Atas inisiatif pengurus mesjid, maka daun-daun kering ini akhirnya dibersihkan lebih cepat, sebelum sholat subuh. Harapannya, supaya si ibu tua itu tidak lagi repot-repot membersihkan daun-daun itu. Mereka kasihan terhadapnya. Ketika pagi menjelang, perempuan itu kembali ke mesjid. Ia sangat kaget karena daun-daun itu tidak ada lagi. Dengan mimik bahagia, pengurus mesjid memyambut si ibu. "Bu, kami sudah memberisihkan daun-daunnya. Supaya ibu jangan repot lagi. Itu tugas kami" jelas mereka.  Akan tetapi, siapa sangka? Sang ibu justru menangis sedih. ...

Day#17 Seri Ramadhan 2016: Wonder Women di Bulan Ramadhan

By: M. Ridwan Judul tulisan ini telah lama ngendap di draft blog saya. Hari ini baru bisa di-publish kendati berbarengan dengan suasana duka yang bergelayut di hati keluarga besar UINSU. Terkhusus, bagi Prof. DR. Mohd. Hatta- Guru Besar UINSU. Sang isteri tercinta -yang telah menemani beliau selama puluhan tahun-, telah dipanggil Allah Swt. Orang sering mengatakan bahwa kepergian pasangan hidup terutama isteri adalah duka yang sangat menyedihkan. Manusia hebat sekelas Prof. Habibie saja bahkan sempat linglung menjalani hidup. Itu diakuinya sendiri. Saya yakin dan berdoa, Prof. Hatta diberikan kesabaran. Semoga almarhumah diberikan Allah surga dan cinta-Nya. Beliau adalah perempuan sholehah. Beliau bahkan meminta keikhlasan dari keluarganya untuk melepaskannya pergi. Orang baik itu dicintai Tuhan. Dan, ini dibuktikan dengan berjubelnya masyarakat yang mengantarkan jenazah perempuan sederhana dan murah senyum ini, ke peristirahatannya yang terakhir. Subhanallah...

Day#16 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan dan Perubahan Nasib, Mungkinkah?

By: M. Ridwan Ramadhan dan perubahan nasib?. Apaan tuh?. Memangnya, nasib bisa berubah dengan Ramadhan?. Mungkin ada yang bertanya seperti itu. "Apakah, diriku yang miskin dan gagal ini bisa merubah nasib di bulan Ramadhan atau sesudahnya?. Bisakah diriku menjadi kaya raya dan sukses?.   Iya juga ya. Wajar toh, orang berharap seperti itu. Meski, mungkin bagi sebagian orang bahwa pada bulan ini tingkat stress kelihatan meningkat dan tekanan hidup lebih berat. Beragam sebabnya. 1001 alasan membuat kita stress. Mudik dan Lebaran tanpa THR itu tidak menyenangkan, bukan? :)  Saya kira, ekspektasi atau harapan seperti di atas itu "seharusnya" bisa terwujud. Syaratnya ya berdoa kepada Allah, Sang Pemilik Harapan. Doa yang dipanjatkan di bulan ini pasti mustajab. Malaikat yang turun ke bumi itu antri dan berjubel. Tentunya, dengan syarat doa itu disampaikan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.  Tinggal lagi, eksekusi dan terwujudnya sebuah harapan itu, mun...

Day#15 Seri Ramadhan 2016: Mewaspadai Hati Yang Letoy

By: M. Ridwan Medio Ramadhan sudah datang. Kita telah menempuh setengah pendakian ke puncak Ramadhan. Itupun untuk tahun ini saja. Jika ditambahkan dengan Ramadhan tahun lalu dan insyallah , tahun-tahun depan, mungkin saja posisi kita msh tetap di lereng bukit, belum sampai di tengah apalagi puncak pendakian. Lalu, apa indikator bahwa Ramadhan kita sudah on the track ? Sudah tepat jalur dan teknis? Gimana ya, pertanyaan ini sulit. Yang jelas, hanya Allah-lah yang berhak untuk menilai keseluruhan puasa kita. It's a big secret . Tapi, indikator subjektif mungkin bisa kita rasakan. Apa itu? Tanyakan saja hati kita masing-masing. Apa yang ada di dalamnya pada tanggal 20 ini? Apakah rasa tenang sudah berhasil mengalahkan resah dan gelisah? Menjelang Lebaran dan mudik, bukan? Apakah sabar berhasil mengalahkan amarah? Dan, syukur mengalahkan serakah? Atau apakah giving mengalahkan buying ? Kedermawaan mengalahkan kekikiran? Wallahu a'lam . Hanya kita yang tahu jawabannya. Jang...

Day#14 Seri Ramadhan 2016: Warteg Ramadhan: 1/2 Muslim atau 1/2 Kafir?

By: M. Ridwan Kita memasuki pertengahan Ramadhan. Melangkah setapak demi setapak menuju " The Summit of Rasa ". Hemat saya, jika langkah dan proses kita benar, maka beberapa percikan atau kondisi spiritual itu mungkin sudah bisa kita rasakan. Entah itu dalam bentuk sensasi bahagia di hati, kesyukuran tingkat tinggi atau kepekaan melihat realitas. Termasuk juga, adanya dorongan melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar secara kontiniu. Analoginya, jika Taqwa itu diberi skor 30 -sesuai dengan jumlah hari dalam Ramadhan, maka "seharusnya" pada hari ke -14 ini kita sudah mendapatkan skor 14, bukan?.  Sebaliknya, jika proses yang kita lalui "salah", maka di hari ke-14 ini mungkin skor nya justru menjadi minus 14 yaitu semakin menjauh dari nilai-nilai Ramadhan.  Makanya, saya membuat headline "1/2 Muslim atau 1/2 Kafir", Apa maksudnya? 1/2 Muslim adalah seseorang yang masih berproses menuju muslim sempurna. Ia memiliki keinginannya kuat untuk ...

Day#13 Seri Ramadhan 2016: Antara Dosa Jariyah dan Amal Jariyah

By: M. Ridwan Kita tinggalkan cerita tentang Uttaran . Di tulisan kali ini kita membahas sebuah topik tentang amal dan dosa. Tapi, saya kira ada kaitannya juga dengan cerita Uttaran pada tulisan yang lalu.    Saya punya sebuah pertanyaan. Bukan ujian ya..Pertanyaanpun gak serius sih, tapi boleh juga dipikirkan. Begini, kira-kira, apa penjelasan yang masuk akal mengapa  Allah memberikan ganjaran surga dengan waktu yang begitu lama atau kekal?. Tidak cukupkh Allah hanya membatasi izin tinggal kita di surga sebatas usia di dunia saja?. Misalnya, seseorang yang meninggal pada usia 80 tahun, katakanlah, selama hidupnya ia terus melakukan kebaikan. Maka untuknya diberikan izin tinggal di surga selama 80 tahun saja. Atau, bolehlah 100 tahun dimana ia mendapat bonus 20 tahun lagi. Atau, apa penjelasan cukup rasional memgapa Allah memberikan ganjaran neraka begitu lama?. Tidakkah "cukup" hanya sebatas usia di dunia saja? Mengapa siksaannya abadi? Saya kira, penj...

Day#12 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan: Antara Alquran Vs Uttaran

By: M. Ridwan Uttaran adalah sinetron India yang diimpor dan kemudian diputar di sebuah TV staswa Indonesia. Dari info yang saya baca, sinetron ini memiliki episode sebanyak 1500 buah dan menempatkannya sebagai sinetron terpanjang yang pernah diputar dalam industri film Bollywood. Nyatanya, sinetron inipun diminati di Indonesia dibuktikan dengan berjubelnya penonton mempelototinya. Kalau, tidak percaya, tanyakan saja kepada anggota keluarga kita. Mereka mungkin dengan fasih akan menceritakan konflik yang terjadi di sinetron ini. Mereka mungkin akan hafal nama-nama tokoh seperti Ichcha, Tapasya atau Veer.  Kisahnya sebenarnya sederhana. Khas Bollywood-lah. Namun jalan cerita dan konfliknya itu yang bisa membuat adiksi alias kecanduan. Bollywood, lho.    Saran saya, persiapkan saja mental melihat kenyataan ini. Kalau Anda mematikan TV dan menjualnya sekalipun, para Uttaran Lovers akan selalu memiliki cara mengupdate info. Entah dengan temu kangen esok harinya a...