Posts

Showing posts from April, 2016

Kehidupan Di Seberang Makam

By: M. Ridwan Kalau mau jujur diakui, keberadaan kita di bumi ini tidaklah hebat hebat banget. So, jangan sombong, angkuh dan lupa diri.  Demikian, pesan-pesan yang dapat kita temukan dalam kitab suci Alquran. Artinya, andaikan kita meninggal dunia, detik ini juga, maka sistem dan mekanisme bumi niscaya tidak akan terganggu. Tanpa kitapun, dunia tetap adem ayem, berjalan tak kurang apapun. Berbagai problem yang mungkin ingin kita pecahkan semasa hidup juga akan tetap ada setelah kita pergi. Orang lain yang mungkin menyelesaikannya. Tanpa kitapun, Tuhan kita tetaplah Allah dan Iblis serta setannya juga yang itu-itu juga. Entah itu dari kalangan jin atau manusia. Demikian juga, orang miskin dan kaya tetap akan bermunculan, termasuk juga para durjana dan orang mulia, pasti muncul silih berganti. Sampai titik akhir kehidupan bumi ini. Bukankah demikian, sahabat? So, jangan gundah gulana, apalagi sampai stress ya,,Peace...hehe... Apa maksud tulisan saya kali ini? Sepertinya, terban...

Memimpin ala Jurus "Drunken Master" di Negeri ini, Perlukah?

By: M. Ridwan Film "Drunken Master" dipopulerkan pada tahun 1978 dengan bintang utamanya adalah Jackie Chan, aktor kawakan Hongkong. Film ini menceritakan tentang seorang pendekar mabuk. Ya, mabuk beneran. Meski "tenggen" (mabuk: bahasa Medan) dan melancarkan serangan seperti tidak tentu arah, namun ia justru berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Film ini sangat terkenal sehingga sekuelnya terus diproduksi pada tahun 1994 dan 2010. Film ini ditonton oleh jutaan manusia di planet ini.  Hebat, orang mabuk saja bisa terkenal.:). Mungkin ada hubungannya dengan terjadinya peningkatan jumlah produksi minuman keras dan jumlah pemabuk di dunia. Dalam dunia nyata, kita tahu, bahwa sosok pendekar mabuk ini pasti tidak ada. Itu adalah sosok fiktif. Mana mungkin ada orang mabuk yang bisa bertindak seperti orang waras. Apalagi jika sampai menenggak berguci-guci tuak atau arak seperti yang ditunjukkan dalam film. Orang mabuk pasti akan kehilangan pikiran warasnya, ia akan berti...

UINSU Menuju World Class University

By: M. Ridwan, MA Hari ini, FEBI UINSU menggelar acara International Workshop on Islamic Accounting. Kegiatan ini merupakan kerjasama FEBI UINSU khususnya Prodi Akuntansi Syariah dengan IIIT serta IIUM Malaysia. Kegiatan yang dihadiri utusan berbagai kampus PTN dan PTAIN se-Indonesia termasuk IIUM Malaysia ini merupakan ajang yang cukup bergengsi mengingat IIIT dan IIUM memberikan kepercayaan ini tentu bukan tanpa alasan. Hubungan kita dengan IIUM sebenarnya telah terjalin lama sejak tahun 1993 lalu, ketika The 1st Workshop on Islamic Economics diadakan di IAIN. Makanya, Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa kegiatan ini adalah titik baru dari perjalanan ekonomi Islam di kampus kebanggaan Sumut ini. Hakikatnya, kegiatan ini adalah The 2nd International Workhsop di UINSU. Dan, ini berarti langkah UINSU untuk menunjukkan kiprahnya di ajang internasional semakin terbuka. Kita menuju level apple to apple dengan kampus-kampus seperti IIUM atau mungkin juga Oxford dan Harvard Universit...

Bisnis Kawasan Pantai (Bag. 1)

By: M. Ridwan Kasihan sekali nasib warga kawasan Pasar Ikan yang kena gusur itu.  Mereka harus rela pergi dari tempat tinggal yang telah dihuni mungkin puluhan tahun.  Memang, Pemda DKI tentu bisa beragumen bahwa mereka tidak memiliki sertifikat sah atas tanah yang dimiliki. Lagipula, untuk mereka juga sudah disediakan alternatif tempat tinggal baru, rumah susun. Sehingga, alasan untuk melakukan itu kuat, legal, dan sangat tepat. Saya tidak akan menyoroti secara hukum peristiwa ini, meski, saya berandai-andai saja. Jika kita termasuk salah seorang warga Pasar Ikan atau Kampung Batang Luar -yang katanya juga menunggu "antrian" pengggusuran, maka tentu sikap kita tidak akan jauh berbeda dari warga pesisiran Jakarta itu. Mungkin kita akan marah, panik, stress atau mungkin pasrah. Mau gimana lagi?. Kata Ustaz Zul ketika pengajian Minggu lalu, bahwa segala apa yang kita peroleh adalah hasil dari perbuatan kita juga. Ada hukum kausalitas yang berlaku, saling mempengaruhi. D...

Bisnis Kawasan Pantai (Bag. 2)

By: M. Ridwan Kawasan pantai itu memang indah. Syukurnya, Indonesia dianugerahkan Tuhan pantai yang luas dan menawan. Hampir tidak ada propinsi di Indonesia yang tidak memilikinya. Jadi tidak perlu jauh-jauh untuk ke luar negeri untuk mendapatkan sensasi liburan pantai. Cukup di Indonesia saja. Mau merasakan sensasi pantai Samudera Hindia?, Silahkan pergi ke pantai-pantai di kawasan Lhoknga, Lampuuk, Anoi Hitam Sabang, Sibolga, Nias, Mentawai, Kepulauan Seribu, Parangtritis, Madura, Lombok,  Dream Island, Sanur, Kuta di Bali atau Nusa Dua.  Pantai dan laut di Sulawesi atau Kalimantan juga tak kalah indahnya. Kunjungi saja Bunaken, Wakatobi, Losari atau Kepulauan Derawan di Kaltim dan Singkawang, Kalbar. Dahsyat. Atau mau merasakan sensasi pantai  laut Arafuru yang dalam?. Silahkan main-main ke pantai Papua seperti Raja Ampat dan kawasan kepala burung. Ada yang tahu info tentang laut di Papua?. Kalau ada yang sudah pernah ke sana, ceritakan ya..Saya belum pernah, sih. Kad...

Belajar Dari "Keberhasilan" Kompas Gramedia

By: M. Ridwan Kemarin sore, saya menyempatkan diri mengunjungi toko buku Gramedia yang terletak di Jalan Gajah Mada Medan. Si Aisha sudah merengek-rengek menagih janji ayahnya. Daya ingatnya kuat sekali jika terkait buku. Kebetulan, ada diskon buku pula, nih. Sekalian saja. Gramedia di Jalan Gajah Mada ini cukup ramai dikunjungi. Parkirnya sempit sampai ke luar areal. Setahu saya, usia Gramedia di Medan ini sudah lama juga, ya. Setelah belajar "kegagalan" Yahoo di tulisan sebelumnya, tentu ada baiknya kita belajar dari  keberhasilan Kompas Gramedia dalam bidang penerbitan dan media. Kompas Gramedia (KG) atau dikenal juga dengan sebutan Kelompok Kompas Gramedia didirikan pada tanggal 21 Juni 1965. Pendirinya adalah  P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Umurnya sudah cukup tua, ya. Pantesan, berpengalamam sekali. Saat ini, Kompas Gramedia memiliki beberapa anak perusahaan atau unit bisnis yang bervariasi. Misalnya, media massa, toko buku, percetakan, penerbit, radio, hote...

Belajar Dari "Kegagalan" Yahoo

By: M. Ridwan Hari Minggu begini enaknya memang jalan-jalan. Saya memilih pergi ke negeri Paman Sam. Tentu tidak dengan fisik tapi menelusuri dunia maya. Lebih mudah, hemat dan riil. Iseng-iseng, saya mau tahu, apa kabar Yahoo sekarang ini ya? Yahoo adalah mesin pencari (search engine) yang lebih dulu populer ketimbang Google. Pembuatnya adalah David Filo dan Jerry Yang. Jelasnya, mereka bukan orang Indonesia, ya. Jangan cemburu...:) Yahoo sempat merajai jagad dunia maya. Google belum dikenal dan belum lahir ketika Yahoo menunjukkan dirinya. Saya yakin, semua yang pernah mengikuti perkembangan internet pasti berhutang budi dengan si Yahoo ini. Saat itu, Yahoo memfasilitasi banyak kebutuhan, baik berita, email dan komunitas. Kini, Yahoo kalah pamor dibandingkan Google. Penggunanya menurun sehingga pertumbuhannya negatif. Penyebabnya karena kurang visioner. Salah membaca pasar, atau juga terlalu merasa nyaman sehingga lupa mengantisipasi kompetitor. Memang sih, eksekutif  Yahoo ...

Ketika Bawang Merah dan Cabe Merah, Ngambek

By: M. Ridwan Judul ini bukan tentang kisah 2 putri berbeda karakter yang selalu menjadi dongeng pengantar tidur anak-anak Indonesia. Itu lho, kisah seorang anak perempuan bernama Bawang Putih yang dizalimi ibu tirinya yang memiliki anak perempuan bernama Bawang Merah. Kisah rakyat ini adalah "made in" Indonesia. Tapi, saya amati, kok agak sedikit mirip dengan kisah Cinderella ala Eropa?. Entahlah... Anda juga tidak akan mendapatkan judul artikel ini di kisah "1001 Arabian Nights" yang terkenal itu. Dongeng terkenal tentang raja zalim yang "ditaklukkan" oleh seorang puteri cerdas nan cantik yang hanya "bersenjatakan" kisah-kisah inspiratif yang diceritakannya kepada sang raja selama 1001 malam. Akhirnya, sang raja sadar dan berubah baik karena ternyata dalam cerita-cerita sang puteri, terselip pesan-pesan hikmah dan  kebaikan. Ending- nya, dapat ditebak. Si puteri dipersunting oleh sang raja dan mengantarkan kerajaan itu kepada puncak kejayaan ...

Money Talks: Ketika Uang Bak Sabda Raja (bag. 2)

By: M.Ridwan Ini lanjutan tulisan beberapa waktu lalu. Money Talks . Uang berbicara. Sebenarnya ini adalah judul film yang dilakonkan Chris Tucker, tapi sepertinya relevan dengan kejadian beberapa hari ini. Apa itu? Tentu saja terkait dengan peristiwa Panama Papers yang menghebohkan dunia saat. Panama papers atau Dokumen Panama memberitakan modus yang dilakukan pemilik dana untuk menyimpan dananya di wilayah tax heaven . Bebas atau rendah pajak. Makanya disebut "surga pengemplang pajak"  dari berbagai negara. Misalnya British Virgin Island atau Panama. Modus ini biasa dilakukan para pelaku cuci uang. Tekniknya dengan memakai jasa perusahaan lain untuk memasukkan dana seorang klien ke dalam instrumen investasi lain sehingga terkesan bersih dan halal. Memangnya, apa yang menarik dari berita tentang Panama Papers ini? Tidak lain karena dengar-dengar, sih, banyak juga pengusaha Indonesia yang juga masuk ke dalam list ribuan tokoh di dengan kejadian ini. Jumlahnya diperkiraan ...

"I am Better Than You" Syndrome (Bag. 2)

By: M. Ridwan Minggu lalu, saya pulang kampung. Rutinitas ini selalu memberikan moment reflektif bagi saya dan sekeluarga. Bukan saja karena kampung halaman adalah tempat daku dilahirkan, namun, dinamika kampung selalu memberikan tambahan-tambahan segar terhadap bagaimana kita memahami perjalanan sebuah kehidupan. Born, grow bigger, actuating and die . Lahir, besar, beraktualisasi dan mati. Tentu dalam keberkahan. Saya kira, kita semua merasakan hal yang sama ketika pulang kampung, bukan? Di kampung, warga kami sedang menanti suksesi kepala desa. Calonnya ada 5 orang. Spanduk dan poster bakal calon bertebaran. Semuanya ingin menunjukkan kesan yang sama. Mungkin saja pesannya, "Aku lho, yang cocok jadi Kepala Desa," atau "Pilih aku ya, aku punya program yang hebat." Kendati dipajang di poster, namun dengar-dengar dari warga, para calon kades yang berlima ini kelihatan malu-malu dan lebih terkesan low profile . Tidak terdengar upaya saling menjatuhkan apalagi black ...

"I am Better Than You" Syndrome

By: M. Ridwan Kali ini kita membahas tentang sindrome lain, yaitu sindrome "Aku Lebih Baik Darimu". Sindrome ini diidap pertama kali oleh 'Azazil. Siapakah dia? 'Azazil adalah penghulu para malaikat dari golongan jin. Dia memiliki akses tak terbatas sampai ke alam langit. Dia bisa cuci mata atau traveling ke surga, melongok neraka dan mengitari 'Arasy bersama para malaikat. Dia bak selebriti makhluk langit sehingga setiap penghuni langit memberikan julukan tersendiri kepadanya. Penghuni langit pertama, misalnya, memberinya julukan Al-'Abid ( Ahli Ibadah). Maklum, dia telah beribadah menyembah Tuhan bersama malaikat lebih dari 200 ribu tahun. Dia juga mendapat gelar al-waliy, al-zahid, atau al- Arif di langit lainnya. Pokoknya, gelar itu menunjukkan kehebatan dan kemuliaan. Best of The Best. Tak heran, 'Azazil dikagumi dan memiliki banyak penggemar di alam langit. Celebrity of The Universe, sih.. Sanking dekatnya dengan Tuhan, para malaikat bahkan per...