Tragedi Rohingya: Ketika Manusia Berupaya Menjadi Iblis
Oleh: M. Ridwan Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan penderitaan penduduk etnis Rohingya di Myanmar. Penduduk asli Myanmar ini dipaksa meninggalkan negeri leluhur mereka hanya karena mereka dianggap tidak pantas menjadi penduduk negeri. Alasan lainnya, -sebagaimana diungkapkan oleh Ashin Wirathu -sang biksu penebar teror- bahwa ia tidak ingin Myanmar seperti Indonesia, dimana muslim akhirnya menjadi mayoritas. Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka etnis Rohingya yang didominasi muslim harus dienyahkan dari bumi Myanmar. Bagaimanapun caranya. Maka, pembunuhan dan kekejian terhadap etnis Rohingya menjadi tak terelakkan. Nyawa mereka menjadi begitu murahnya. Bahkan si Ashin yang berkepala plontos ini menyamakan mereka dengan anjing gila yang harus dibunuh. Betapa mengerikan. Maka, tak heran jika majalah ternama TIME memuat foto sang biksu sebagai cover dan menulis judulnya dengan besar “ THE FACE OF BUDHIST TERROR ”. Artinya, fakta kebengisannya bukanlah isapan jempol ...