Posts

Showing posts from May, 2021

Wak Lontong dan Maaf-nya

Image
   By: M. Ridwan Wak Lontong membuat kehebohan lagi di kampung. Pasalnya, ketika Idul Fitri datang, dia termasuk orang pertama yang mendatangi rumah penduduk. Untuk meminta meminta maaf tentunya. Anehnya, bukan diterima dengan baik, para tetangga justru banyak yang menghindar. Apa sebab? Dalam pemahaman Wak Lontong, meminta maaf harus disertai dengan keterangan atas kesalahan apa yang dilakukan. "Masak aku meminta maaf kepada seseorang sedang dia sendiri tidak tahu apa kesalahanku padanya," demikian argumen Wak Lontong. Logis kelihatannya. Tapi, berabe dalam praktiknya.    Misalnya, ia mendatangi rumah Pak Koplo, juragan sukses di kampungnya. Awalnya, Pak Koplo senang dengan kehadiran tamunya ini. Setelah bersalaman, Wak Lontong meminta maaf kepada Pak Koplo dan membuat pengakuan bahwa dia selalu cemburu kepadanya.   "Aku kira selama ini engkau memelihara tuyul dan minta bantuan dukun untuk pesugihan, termasuk tak membayarkan kesejahteraan kary...

Wak Lontong dan Rendang Daging

Image
 By: M. Ridwan Wak Lontong masih bersedih. Kematian sohibnya, Wak Bedol, di akhir Ramadhan, membuatnya yakin bahwa Tuhan sedang merencanakan sesuatu untuk hidupnya. Meski ia tak tahu seperti apa.  Wak Bedol meninggalkan 3 orang anak yatim piatu yang kini menjadi tanggung jawab Wak Lontong. Soalnya, isteri Wak Bedol juga sudah lama meninggal. Wak Bedol pun tak memiliki saudara dan teman akrab, kecuali Wak Lontong ini. Para jiran tetangga bersilaturahim ke rumah Wak Lontong. Mencoba menghibur dan menguatkannya. Wak Lontong menyuguhi tamunya dengan lontong rendang daging yang dimasaknya sendiri. Perkara masak memasak, Wak Lontong memang ahlinya. Sesuai dengan namanya. :) Anehnya, ketika para tamu sedang asyik makan. Wak Lontong tidak ikut serta. Alasannya, sedang berpuasa. Para tamu kaget.  "Puasa pada 1 Syawal haram hukumnya" kata sang ustaz yang hadir pagi itu.  "Meski Wak sangat ingin dekat dengan Tuhan, tapi Tuhan juga memiliki aturan yang humanis dan sayang kepada ...

Wak Lontong dan Ramadhan-nya

Image
  By: M. Ridwan Wak Lontong, demikian orang memanggilnya. Mungkin karena terlalu sering mengomentari orang dengan kata-kata "Memang Lontong dia tu", maka akhirnya orang memberinya gelar dengan "Wak Lontong". Terkena karma, sepertinya. Anehnya,, dia suka dan senyum-senyum saja. Wak Lontong mengakui bahwa dirinya bukanlah muslim yang sejati. Katanya, sholatku banyak tinggal dan akhlakku pun tak baik-baik amat. Masih hobby ghibah dan sesekali memfitnah. "Tapi aku cepat tobat, lho," katanya membela diri.  Kalau bersedekah, dia pun mengakui sekedar saja. Selalu memilih lembaran ribuan terkecil di didompetnya. Ia sangat takut salah memegang uang berwarna biru atau merah ketika kotak infaq lewat di depan matanya. "Sedekahku tidak banyak membantu" katanya suatu hari. Selalu ada alasan. Ketika Ramadhan datang, Wak Lontong termasuk orang yang menyambut dengan biasa-biasa saja. Tidak terlalu gembira, namun tidak juga menolaknya. Seperti kebanyakan orang, di...