Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#12 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan: Antara Alquran Vs Uttaran

By: M. Ridwan


Uttaran adalah sinetron India yang diimpor dan kemudian diputar di sebuah TV staswa Indonesia. Dari info yang saya baca, sinetron ini memiliki episode sebanyak 1500 buah dan menempatkannya sebagai sinetron terpanjang yang pernah diputar dalam industri film Bollywood. Nyatanya, sinetron inipun diminati di Indonesia dibuktikan dengan berjubelnya penonton mempelototinya. Kalau, tidak percaya, tanyakan saja kepada anggota keluarga kita. Mereka mungkin dengan fasih akan menceritakan konflik yang terjadi di sinetron ini. Mereka mungkin akan hafal nama-nama tokoh seperti Ichcha, Tapasya atau Veer. 

Kisahnya sebenarnya sederhana. Khas Bollywood-lah. Namun jalan cerita dan konfliknya itu yang bisa membuat adiksi alias kecanduan. Bollywood, lho.   

Saran saya, persiapkan saja mental melihat kenyataan ini. Kalau Anda mematikan TV dan menjualnya sekalipun, para Uttaran Lovers akan selalu memiliki cara mengupdate info. Entah dengan temu kangen esok harinya atau menontonnya dari Youtube.  Bersiaplah menerima kenyataan jika anggota keluarga kita mungkin akan  mempelototinya selama 3 tahun ini ya...:)
 
"Ayah bisa menontonnya dari Youtube", kata Aisha heran ketika saya tanyakan prihal sinetron ini.  "Di Ramadhan juga ada, yah," kata Raifa lucu."Channelnya No 3" lanjutnya heran. Saya kaget juga, karena sebelumnya mengira hanya ditayangkan di sore hari. Syukurnya, kedua bocah ini terlihat tidak terlalu mendalam "men-tadabburi" sinetron fiktif ini. Mungkin karena masih anak-anak ya?.  Saya tidak dapat membayangkan, apa yang terjadi jika mereka melahap semua episode yang berjumlah 1500 ini. Bisa-bisa sang ayah akan disuruh ke India  dan si Ummi dipaksa memakai kain Sari. Pada kenyataannya memang begitu. Omset penjualan kain Sari di berbagai pasar Indonesia mengalami peningkatan. Para pedagang pintar sekali melihat peluang ini.

Saya pernah mendapatkan sebuah "meme" yang menggambarkan seorang suami yang terpaksa memasak dan memotong cabe. Ada tulisan di atasnya "Terpaksa deh memasak sendiri, karena isteriku sedang menonton Uttaran". Hehe,,sampai sebegitu ya..? :). Betapa hebatnya dampak sebuah tontonan. 

Makanya judul di atas dibuat.
Judul ini sebenarnya ngaco. Tidak mungkin-lah kita memposisikan Alquran dan Uttaran. Tidak apple to apple. Masak sih kitab suci dibandingkan dengan sebuah kisah fiktif buatan manusia?Tentu berbeda.

Tapi bagaimana kalau membandingkan minat membaca Alquran dengan minat menononton Uttaran?.
Wah, kebayang ngak?. Uttaran ditampilkan dengan menekankan pada aspek audio visual dan 3 dimensi-nya. Untuk menyukainya mudah. Cukup  dilihat, didengarkan dan kemudian "dihayati" dalam beberapa epidose. Dan, lihatlah keajaiban. Dalam waktu singkat kita akan segera kencanduan. Akan muncul " Sense of Uttaran". Tiada hari tanpa Uttaran.

Sedangkan untuk memahami Alquran, kita harus mengaktifkan "rasa" keimanan lebih dulu. Selanjutnya membaca, memahami dari terjemahan dan tafsirnya dan kemudian menangkap pesan-pesan ruhaninya. 

Awalnya mungkin berat. Namun, jika dilakukan dalam intensitas banyak, maka Alquran akan membuat kita juga ketagihan. Alquran melahirkan "Spiritual Addiction", Kecanduan Spiritual. Makanya, tidak heran, jika kita melihat banyak sekali bermunculan group-group pencinta Alquran di negeri ini. Ada ODOJ (One Day One Juz) Satu Hari Satu Juz membaca Alquran. Ada pula ODOL (One Day One Line), Menghapal Alquran Saatu Hari Satu Baris. Mereka telah menemukan "Sense of Alquran" nya. Tiada hari tanpa Alquran.

Idealnya, di Ramadhan ini "Sense of Alquran" itu harus muncul. Sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Ketika menjalankan puasa, maka "pintu ruhani" kita sebenarnya sedang terbuka, dan siap menerima "limpahan dari langit". Tanpa membaca Alquran , maka pintu rasa yang terbuka akan sia-sia. Mungkin saja akan mudah tertutup lagi. Wah, rugi besar. Makanya, Ramadhan itu identik dengan Alquran. Ia diturunkan di bulan Ramadhan, bukan?

Ramadhan tanpa Alquran itu aneh. Sama anehnya kita jika Tarawih kita sudah tergantikan dengan Uttaran. 

Nah, Siapa berani mencoba tidak menonton Ichcha dan Tapasya di bulan ini?. 

Post a Comment

0 Comments