Posts

Showing posts from February, 2017

Bad or Good Willing: Antara Cerdas, Ngotot dan Mencari Selamat Sendiri-Sendiri

Image
By: M. Ridwan “Do all the good you can. By all the means you can. In all the ways you can. In all the places you can. At all the times you can. To all the people you can. As long as ever you can.”(Wise Words) Saya kira, hidup di negeri ini mengasyikkan. Alamnya indah, subur dan permai. Silahkan ekplore di berbagai wilayah Indonesia. Ada pantai putih nan bersih. Ada taman laut dan pegunungan yang menggoda. Ada budaya dan kearifan lokal yang menawan. Sungguh eksotis dan tak terlupakan. Pokoknya asyik untuk selfi, wefi dan youfi,,:) Maka, sebutan "zamrud khatuliswa" itu tidak berlebihan untuk negeri tropis ini. Atau, seperti kata orang Arab yang pernah berkunjung ke mari, "Indonesia adalah surga yang diceritakan di dalam Alquran itu, ". Ada sungai yang mengalir, kebun hijau dan subur, dan buah-buahan berlimpah. Wah, seharusnya kita merasa  tersanjung. Makanya, saya yakin bahwa menjadi warga negeri ini adalah sebuah anugerah, it is a gift and blessing from ...

Menakar Kesehatan Mental Para Penguasa (Bag. 2): Fenomena OGB

Image
By: M. Ridwan Akhirnya, para pakar Neuroscience dari berbagai kampus dan lembaga ternama di USA dengan tegas menyatakan bahwa Donald Trump, sang Presiden USA, mengidap penyakit mental ( mentality disorder ). Sebut saja, Howard Gardner dari Harvard University atau George Simon. Menurut mereka, Donald Trump mengidap penyakit mental akut sebagaimana banyak diidap para pemimpin diktator dunia lainnya, katakanlah Napoleon Bonaparte atau Hitler. Kesimpulan ini setidaknya mereka cermati dari hobby sang Presiden yang sangat suka mencaci maki, merendahkan harga diri orang lain dan marah-marah. Para ahli ini bahkan membuat petisi dengan mengajak para ahli lainnya untuk menlaah kesehatan mental sang Presidden. Sampai saat ini, petisi telah diisi oleh lebih dari 20 ribu masyarakat. Menyedihkan ya..? Bukan apa-apa sih. Seandainya kesimpulan mereka benar, maka warga USA pantas bersedih. Berarti mereka salah pilih dong. Artinya, mereka memilih presiden yang sangat berbahaya -sebagaimana d...

Menonton Negeri Yang Sedang Bertaruh

Image
By: M. Ridwan Saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi negeri ini kecuali hanya dengan kata “bertaruh”.   Ya, meski kata “bertaruh” lebih berkonomotasi negatif karena biasanya terkait dengan perjudian,   spekulasi dan zero sum game , namun dengan terpaksa saya menggunakannya. Saya berani mengatakan bahwa negeri ini sedang bertaruh terkait dengan masa depannya. Negeri ini seharusnya sudah berdiri sejajar dengan negara lain yang berumur lebih dari 50 tahun.   Seharusnya, kita sudah menjadi negeri yang disegani dan kalau perlu “ditakuti” oleh bangsa lain. Di tahun 1980-1990-an, kita mengenal   istilah “Macan Asia” untuk menggambarkan betapa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kita cukup tinggi, atau “The Asian Miracle” untuk menunjukkan keajaiban capaian Indonesia. Namun, sepertinya, macan itu sudah muai ompong ya?. Keajaiban yang ditunjukkan hampir tak pernah diingat lagi. Ketika negeri lain, sibuk dengan pencapaian teknologi dan pen...

Menakar Kesehatan Mental Penguasa

Image
By: M. Ridwan " Indonesia adalah masyarakat ke-2 di Asia dimana penduduknya mengalami gangguan kejiwaan. Penyebabnya adalah masalah ekonomi dan kesehatan". ( Survey Far Estern Economics Review , Singapura, 2002) Sejak bumi   ini ada, kita membaca kisah para penguasa yang zalim, arogan maupun nyeleneh alias gila. Dalam kisah Yunani pernah dikisahkan tentang prilaku kaisar Nero yang - terganggu jiwanya- akhirnya membakar seisi kota. Selain dirinya, Fir’aun juga bisa dikategorikan penguasa yang mengalami sakit jiwa dengan mengaku dirinya Tuhan. Selidik punya selidik, klaim ini dilakukan karena ia tidak pernah mengalami sakit selama hidupnya. Akibatnya, ia ke- geer -an sendiri dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah. Ada pula Kaisar Romawi yang sangat senang melihat pertarungan sampai mati para gladiator dan perkelahian manusia dengan hewan. Para penguasa Romawi saaat itu sangat senang melihat darah bertumpahan dan korban-korban terbunuh. Bukt...