Posts

Showing posts with the label bank syariah

Tak Kapok Berhutang: Catatan Tertinggal Dari KAA

Oleh: M. Ridwan Konferensi Asia Afrika 28-24 April 2015 telah usai. Para delegasi dari puluhan negera telah kembali ke negara masing-masing. Membawa senyum sumringah. Bukan saja karena mendapat service yang memuaskan selama mengikuti acara, namun juga mendapatkan souvenir beragam dari Indonesia. Menurut informasi, salah satu souvenirnya adalah liontin bermata akik pancawarna nan rupawan yang ditambang dari tanah Garut, Jawa Barat. Akik ini indah dan mahal. Tingkat kejernihan dan kekerasannya menjadi daya jual yang tinggi. Kendati perbincangan tentang batu akik sangat menarik, tapi saya tidak akan mengupas topik itu di tulisan ini. Biarlah para pakar batu membahasnya.   Mudah-mudahan, nilai jual pancawarna menjadi naik. Saya lebih tertarik melihat KAA dari dimensi lain. Sebagai sebuah ajang bergengsi, KAA diharapkan memberikan banyak pengaruh kepada dunia untuk menjadi lebih baik. Dan ini dimotori oleh negara di Benua Asia dan Afrika.  Perhelatan akba...

The Next 100 Years of Indonesia (Negeri "Gaya-Gayaan" bag. 2)

Abraham Samad (mantan ketua KPK) pernah punya impian menarik bahwa 30 tahun dari sekarang yaitu bertepatan dengan HUT RI ke-100 korupsi sudah hilang dari Indonesia. Dalam impiannya, saat itu  korupsi sudah menjadi barang langka di negara ini  sehingga anak-anak negeri ini saat itu bertanya, ”Korupsi itu apa sih?”. Sebuah impian yang saya kira tidak terlalu muluk-muluk dan begitulah selayaknya sikap yang harus dimiliki seorang pimpinan lembaga bergengsi dan  menjadi harapan masyarakat untuk menyongsong Indonesia yang lebih baik, bersih dan diridhai Tuhan, tentunya. Walaupun kini dia sudah tidak menjabat lagi. Selain Abraham, saya teringat pada buku karya George Friedman dengan judul  The Next 100 Years: A Forecast for The 21 st  Century . Buku ini sangat menarik, dimana pengarang mencoba meramal masa depan negara-negara di dunia ini 100 tahun ke depan. Pertanyaan-pertanyaan seperti, negara manakah yang akan menjadi adikuasa 100 tahun lagi, dan seperti apa ...

Fatwa Ekonomi Syariah Kita Lebih Baik Dari Malaysia

(Dimuat di majalah Sharing Juni 2014) Karya-karya pegiat ekonomi syariah Indonesia sudah saatnya dipubliskasikan ke dunia internasional. Saatnya dunia tahu bahwa ekonomi syariah cita rasa Indonesia akan menjadi pilihan sangat menarik di masa mendatang Meski sering dianggap lebih tertinggal dibanding Malaysia, fatwa ekonomi syariah kita dianggap lebih baik. Kuncinya di independensi dewan fatwa. Akademisi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI)) IAIN Sumatra Utara, Medan – Dr. M. Ridwan Umar menanggapi dengan antusisas tentang kemungkinan kerjasama pengembangan ekonomi syariah dari kedua negara serumpun Indonesia dan Malaysia. Karena menurut masing-masing negara bisa saling belajar, dan saling bersinergi untuk memperjuangkan pengembangan ekonomi syariah di kedua negara ke skala yang lebih luas di Kawasan Asia Tenggara. Menurut Ridwan, karakteristik ekonomi syariah di Malaysia bersifat goverment-driven dalam arti keterlibatan pemerintah dalam proses pengembangan lembaga ke...