Posts

Showing posts from December, 2015

Takut Dengan Islam: What Happenned to You, Mr. Donald Trumph? (Bagian 1)

Oleh: M. Ridwan Bulan ini, dunia heboh dengan ulah Donald Trumph. Calon presiden AS dari partai Republik ini mengemukakan ide untuk melarang muslim masuk ke Amerika jika ia menjadi presiden. Tentu saja, publik sangat marah dengan komentar rasis-nya, bahkan dari warga Amerika sendiri.   Pernyataannya dianggap berbahaya dan justru akan menciptakan masalah baru bagi Amerika dan dunia. Donald Trumph memang cukup terkenal sebagai seorang pebisnis. Dialah pemilik kontes Miss Universe yang terkenal itu. Kontes ini bertujuan untuk menjaring dan memamerkan wanita-wanita cantik dari seluruh dunia. Cantik luar dalam. Secara fisik dan emosi. Untuk menentukan kecantikan itu, mereka harus rela berlenggang-lenggok di hadapan para juri -yang memahami benar arti “kecantikan”- dan menunjukkan kebolehan mereka. Pemenangnya adalah para perempuan yang dianggap paling sempurna karena memiliki paduan antara Brain (otak), Beauty (kecantikan), dan Behavior (kepribadian) – dalam versi juri ...

Pintar Cari Duit (Bagian 3)

Oleh: M. Ridwan Pengungkapan kasus prostitusi artis kembali menjadi topik pembicaraan warga negeri ini. Katanya, ini kasus jilid 2. Saya tidak tahu berapa jilid yang akan dibuat. Tentu saja, seperti biasa, ribuan perspektif pasti muncul menyikapi kasus ini. Berbagai kalangan bersuara dan membahasnya. Entah itu dari kalangan agamawan, pakar hukum, sosilog, psikolog, bahkan politisi. Menarik sih, tapi memprihatinkan tentunya. Agaknya, negeri ini terlihat semakin “siap” untuk “lepas landas” dari negeri bermoral menuju negeri immoral. Tidakkah saya berlebihan?. Bagi saya, kasus ini –sebagian orang menyebutnya “hiburan”, dagelan atau mungkin pengalihan isu- mengantarkan kita kembali kepada pertanyaan dasar tentang hakikat uang dan cara mencarinya . Kendati bagian sebagian orang, memahami hakikat uang sudah tidak penting lagi dikaji. Waste of time . Buang-buang waktu saja. Lebih baik memikirkan cara mencarinya. Memangnya, memahami hakikat uang bisa menciptakan uang?. Hehe,...

Mereka Rela “Mengenggam Api Neraka”: Khawatir Memilih Pemimpin Murahan?

Oleh: M. Ridwan Memang, hasrat menjadi nomor satu selalu “se-body” dengan naluriah makhluk. Tidak hanya manusia, kalangan jin seperti Iblis pun memilikinya. Bahkan konflik abadi Iblis dan manusia dipercikkan pertama kali karena adanya hasrat “menjadi nomor satu” ini.   Iblis yang besar kepala merasa berhak dengan gelar “The Best” hanya karena ia terbuat dari api.   Adam yang terbuat dari tanah adalah “ nobody” dalam pandangannya. Sayangnya, setelah kejatuhan manusia pertama di bumi, yaitu Adam dan Hawa, hasrat ini bukannya hilang atau memudar. Hasrat ini semakin membuncah, menular. Makanya, manusia sekelas Qabil (anak Adam sendiri) menjadi korban perasaan iri dengan saudaranya   Habil yang dianggapnya hanya kelas “ Wong Ndeso” dan tak pantas mendapatkan kemuliaan menikahi saudarinya yang jelita. Ia merasa harus menjadi nomor satu. The best. Hasrat menjadi nomor satu dimiliki semua manusia. Perbedaannya, ada yang mampu mengendalikannya ke arah hal yang ...

Artificial Intellegence: Masa Depan Akal dan Kemanusiaan Kita

Oleh: M.Ridwan Masa depan manusia kemungkinan akan terancam. Bukan karena alien atau serangan makhluk luar angkasa namun justru dari produk pikirannya sendiri. Produk itu bernama "Kecerdasan Buatan" atau "Artificial Intellegence" (AI). AI adalah produk atau gabungan dari kecerdasan seluruh manusia di bumi yang dikumpulkan daaam sebuah server dan memiliki kemampuan menganalisis algoritma dan jutaan kemungkinan. Seperti apa contohnya? Pernah lihat robot ASIMO bukan? Robot buatan Jepang ini sangat lihai melihat mimik wajah manusia dan menjawab pertanyaan kita. Dia bisa berjalan dan menghibur kita. ASIMO dikendalikan oleh kecerdasan buatan ini. Bagi pemegang smartphone IPhone mungkin tidak asing dengan aplikasi SIRI ( Bukan kawin SIRI ya). Aplikasi SIRI memungkinkankan kita melakukan komunikasi interaktif dengan server IPhone. SIRI yang bersuara seorang wanita ini akan mnjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan bahkan memberikan berbagai pertimbangan atas pilihan yan...

Being Human in Digital Civilization: Mungkinkah Kita Hanya Disibukkan Oleh Fitur-Fitur Jaman?

Oleh: M. Ridwan “With or without us, the digital civilization is forming a new way of being human”. (www.questia.com) Kita hidup di tengah dunia yang demikian majunya. Apa yang tidak ada saat ini?. Hampir semuanya ada, bukan?. Beragam imajinasi manusia yang sebelumnya hanya berbentuk abstrak telah mampu diwujudkan dalam bentuk nyata. Entah itu dalam bentuk rekayasa genetik di bidang kedokteran, pertanian,   atau mekanik. Hasilnya, benar-benar menakjubkan. Membuat decak kagum dan pujian. Imajinasi manusia telah benar-benar berhasil membawa manusia memasuki peradaban yang mungkin saja tidak terbayangkan sebelumnya. Belum lagi dalam bidang digital. Luar biasa . Matt Sutton , Vice President of Social Komli Media dalam Social Media Week 2015 bertajuk “ The Evolution Social and the Impact of Tech: Brand, Performance, and Brand ” mengatakan, era digital berkontribusi terhadap peningkatan mobilitas, termasuk juga diversifikasi pekerjaan, dan dalam bidang pemasaran menye...