Posts

Showing posts from October, 2019

Ketika Narasi Menghancurkan Negeri-Negeri

Image
Oleh: M. Ridwan Apakah suatu bangsa atau negeri dapat hancur karena sebuah narasi? Jawabannya, SANGAT BISA...!! Silahkan di googling. Saya kaget bahwa perang Vietnam dan Amerika 1964 yang dikenal kejam dan brutal itu justru dipicu oleh Hoaks. Alkisah, Kementerian Pertahanan Amerika membuat narasi bahwa ada kapal perang Vietnam yang menyerang kapal Amerika. Sontak saja, Amerika marah. Padahal, isu ini hoaks semata. Kebohongan ini baru diakui oleh Amerika pada tahun 2005 lalu. Sayangnya, perang terlanjur terjadi dan memakan korban lebih dari 3 juta orang. Seramnya...!! Film Rambo sampai dibuat beberapa versi berdasarkan perang ini. Tak kalah dustanya. Sebelum itu, tepatnya tahun 1939, Hitler membuat narasi bahwa Polandia telah menembak tentara Jerman. Narasi ini diterima publik, terlihat masuk akal. Jerman lalu menyerang Polandia dan perang Dunia II berkecamuk. Padahal, justru tentara Jerman-lah yang melakukan penembakan itu. Bayangkan betapa kejinya. Perang Dunia II telah ...

Kebangkrutan Thomas Cook, Korban Disrupsi Digital Berikutnya

Image
Oleh: M. Ridwan Jagad bisnis heboh. Perusahaan travel Inggeris, Thomas Cook, bangkrut. Tepatnya hari Minggu lalu. Salah satu perusahaan travel tertua di dunia ini gulung tikar dengan meninggalkan lebih dari 150 ribu konsumen yang terluntang-lantung di berbagai negara, menunggu kepastian, kapan pulang dan bagaimana pembayaran hotel mereka dilakukan. Termasuk wisatawan mereka, di Bali. Menyedihkan. Thomas Cook memiliki 22 ribu karyawan, bekerjasama dengan 100 penerbangan dunia, 200 pemilik hotel dan resor di 47 destinasi, dan 19 juta pelanggan. Pokoknya besar sekali. Sampai-sampai, saya pernah membaca berita dimana Menteri Pariwisata Indonesia, sangat menaruh pada Thomas Cook untuk mempromosikan Indonesia di Eropa. Berita kebangkrutan ini tentu tidak mengejutkan terutama jika dikaitkan bagaimana hebatnya bisnis digital menghantam berbagai bisnis konvensional. Sebelumnya kita akrab dengan berita transportasi dan perhotelan offline dipaksa gulung tikar dengan kehadiran bisnis mod...

The Power of Telur

Image
Oleh: M. Ridwan Telur yang dimaksudkan dalam tulisan ini bisa saja, TELUR DADAR, TELUR MATA SAPI, OMLET, TELUR ASIN, bahkan TELUR PUYUH. Saya tidak bermaksud mendiskriditkan satu telur dengan telur lainnya. Meskipun bagi saya, TELUR DADAR menempati posisi teratas di hatiku.:) Tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk tujuan lain. Apalagi terkait politik misal gonjang-ganjing aksi demo minggu lalu. Soalnya, dalam aksi kemarin, kita tidak melihat ada lempar-melempar telur, bukan?. Lagipula, RUU Tentang Telur, pasti tidak menarik didiskusikan, iya kan? Cerita tentang TELUR itu asyik, tidak hanya rasanya. Menjadi makanan favorit, tidak hanya penduduk Indonesia namun juga penduduk bumi , TELUR pantas berbangga menjadi makanan yang dicari-cari. "The Power of Telur" itu nyata. Kharismanya diakui dunia. Tidak pernah ada protes terhadap telur atau ayam yang menghasilkannya. Paling protes jika harga telur naik atau protes karena harga turun dari sisi peternak. Alkisah, mas...

Demo dan "Just in a Minute Generation"

Image
Oleh: M. Ridwan Banyak orang menyebut masa kini sebagai era digital. Meskipun, itu tak lagi sepenuhnya benar karena sebenarnya kita telah memasuki era disrupsi di mana teknologi digital memang menjadi pintu masuknya. Saat ini kita justru memasuki era Big Data atau kecerdasan buatan di mana sebuah sistem bahkan mampu mengambil alih peran manusia sebagai PEMBUAT KEPUTUSAN. Orang juga menyebut anak kini sebagai GENERASI MILLENIAL. Ini juga tidak sepenuhnya benar. Karena, saat ini, anak-anak yang lahir setelah tahun 1995 justru lebih pantas disebut GENERASI Z. Mereka berbeda dengan generasi millennial yang lahir di bawah tahun itu. Anak generasi Z, itu adalah WARGA ASLI DUNIA DIGITAL. Mereka lahir, tanpa pernah mengalami sensasi teknologi analog yang jadul itu. Kalau tidak percaya? Ajak anak-anak itu menonton film keluaran tahun 1990 an. Anda akan kaget, jika melihat mimik heran di wajah mereka. Saya pernah mendapatkan pertanyaan mereka, kok di dalam film itu, smartphone tidak ad...