Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#18 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan Undercover: Between You and God

By: M. Ridwan

Judul artikel ini seperti film-film,, ya....hehe.
Kalau begitu, saya bercerita juga lah.
Ini kisah nyata. Dahulu, ada seorang perempuan tua di Madura. Ia punya kebiasaan unik yaitu sehabis sholat subuh menyapu daun-daun kering di halaman mesjid di kota Madura. Perbuatannya diperhatikan oleh pengurus mesjid dengan penuh keheranan. Soalnya, setiap, pagi si nenek selalu melakukan perbuatan ini.

Atas inisiatif pengurus mesjid, maka daun-daun kering ini akhirnya dibersihkan lebih cepat, sebelum sholat subuh. Harapannya, supaya si ibu tua itu tidak lagi repot-repot membersihkan daun-daun itu. Mereka kasihan terhadapnya.

Ketika pagi menjelang, perempuan itu kembali ke mesjid. Ia sangat kaget karena daun-daun itu tidak ada lagi. Dengan mimik bahagia, pengurus mesjid memyambut si ibu. "Bu, kami sudah memberisihkan daun-daunnya. Supaya ibu jangan repot lagi. Itu tugas kami" jelas mereka.  Akan tetapi, siapa sangka? Sang ibu justru menangis sedih. Dan sejak itu, para pengurus tidak lagi bersua dengan si perempuan.

Apa yang dilakukan perempuan itu terungkap beberapa bulan kemudian ketika seorang Ustaz mendatangi mesjid. Ia memberitahukan bahwa si perempuan tua itu telah meninggal karena sakit. Selama ini ia juga mendengar prihal kegemaran si perempuan itu. Karenanya, ia mengunjungi perempuan itu untuk menjawab rasa penasarannya.

Awalnya, si perempuan menolak memberitahukan motifnya melakukan itu. Namun, setelah didesak akhirnya ia bersedia dengan syarat si ustaz tidak memberitahukan hal itu kecuali setelah ia nantinya meningggal dunia. Permintaannya dipenuhi oleh sang ustaz. Tahukah Anda apa yang menjadi motif perempuan itu membersihkan daun-daun itu? 

Menurut si nenek, setiap ia memungut satu-persatu daun-daun yang bertebaran itu, mulutnya bertahmid, bertasbih dan bertahlil. Ia melakukan itu dengan niat, "Ya Allah, jadikanlah daun ini sebagai saksi diriku nanti ketika bertemu dengan-Mu. Mereka menjadi saksi bahwa aku memuji dan memuliakanmu. Moga Engkau menerima amalku . Amin".  Subhanallah. 
Inilah salah satu contoh amal yang kita sebut dengan amalan rahasia. Between You and God.
   
Bro, Kenapa Ramadhan begitu spesial? Kenapa ia menjadi tumpuan harap perubahan nasib hidup manusia -tidak hanya- di dunia namun juga akhirat?

Salah satu jawabannya, saya kira, ya karena private confidential-nya ini. Ia adalah ibadah rahasia. Hanya Tuhan yang tahu apa yag kita lakukan dan desirkan di hati. "Sesungguhnya puasa seorang hamba itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalas (menilainya)." Demikian hadis Qudsiy yang mashyur kita baca.

Apa pesan dari hadis ini?
Tentu saja kita harus menjaga kualitas puasa sehingga layak untuk dinilai secara spesial oleh Allah. Ibadahnya bukan untuk dieskposes, atau selfie :) 
Ibadah puasa hanya untuk Allah sehingga kita sendiri yang mengetahui apakah memang benar-benar layak untuk ditunjukkan kepada Allah. Bukan ibadah yang "malu-maluin", Right?

Tapi, saya kira, ada satu hikmah lain yang layak kita renungkan, bahwa dalam hidup ini Allah sebenarnya lebih memberikan "perhatian khusus" kepada orang yang gemar melakukan ibadah secara rahasia. Bukan dosa rahasia, lho. Kalau dosa rahasia, masing-masing kita memilikinya bukan?. Kita tidak ingin dosa rahasia itu diungkap oleh Allah. Entah itu dosa mata, tangan, telinga dan tentunya hati ini, bukan? Jangan dipamerkanlah...

Banyak ibadah rahasia yang bisa kita lakukan.
Dulu, ketika mesjid di kampung kami sedang dibangun, selalu saja ditemukan uang dalam pecahan besar di kotak tabung mesjid. Segepok uang jutaaan, itu biasa. Siapakah yang meletakkannya?, Wallahu a'lam

Atau, ada orang yang memilih amal rahasia dengan menyantuni fakir miskin secara diam-diam. Dia meletakkan makanan di rumah para kaum miskin. Tidak seorangpun yang mengetahui pelakunya. Hingga akhirnya, ketika seorang laki-laki meninggal di kota itu, makanan itu tidak lagi ditemukan di rumah-rumah fakir miskin. Ternyata orang yang meninggal itulah pelakunya. 

Hemat saya, amal rahasia dapat dilakukan berdasarkan profesi yang kita tekuni  saat ini. Tidak hanya terkait dengan sedekah, sholat, atau membaca Alquran. Kita bisa melakukan baik dari aspek individual maupun sosial. 
Seorang dokter bisa melakukan itu. dengan cara membayarkan tunggakan pasien misalnya :)
Seorang ahli IT juga bisa. Memblok situs porno misalnya, tanpa diketahui orang lain.
Bahkan seorang penjaga tol dan sekuriti sangat memungkin melakukannya. Misalnya dengan mendoakan para pejalan yang lewat. Bayangin, pahalanya banyak sekali, tuh.

Seorag guru dan dosen apalagi. Mendoakan setiap anak yang diajarnya moga menjadi anak sholeh.
Seorang ibu yang sedang memasak di dapur juga bisa. Bismillah, demi-Mu Ya Allah, aku mempersiapkan makanan dan minuman ini untuk keluargaku. Moga Engkau Ridhai.  
Bahkan, mendoakan musuh secara diam-diam atau bos di kantor yang galak dan killer juga termasuk amalan rahasia. "Ya Allah, berikan kesehatan dan kesejahteraan kepada bos yang baru memarahiku tadi. Amin.
Atau, mendoakan tetangga kita menjadi kaya dan keluarganya harmonis, juga termasuk amalan rahasia. Sanggup melakukannya?.

Singkatnya, siapa saja bisa melakukan amalan rahasia. Melakukannya terkadang tidak membutuhkan biaya dan energi. Cukup dengan doa di hati juga oke. Buku amal kita kelak di akhirat diberikan per-individu, bukan?

Namun, memang, melakukan amal rahasia itu memang berat. Soalnya tidak boleh diekspos. Orang mungkin tahu setelah kita meninggal atau tidak tahu sama sekali. Peduli amat.
Jangan harap amal rahasia itu bisa diunggah ke FB atau Instagram.  Tidak narsis kayak blog ini. Siap, gak tuh?

Tapi, karena berat, maka timbangan amalnya banyak dan berat juga. Yakin deh.
Saya membayangkan, seandainya banyak manusia Indonesia yang melakukan amal rahasia ini, Between You and God, berorientasi kemaslatan, maka dipastikan negeri ini akan semakin cepat menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Atau, jangan-jangan, aktifitas merahasikan amal ini sudah jamak dilakukan warga negeri ini. Jangan-jangan, saya saja yang tidak mengetahuinya alias "telmi", iya kan..?

Selamat menjalankan mendaki Ramadhan. Ini momentum melatih diri untuk banyak melakukan amalan rahasia. Insyallah. Wallahu a'lam.

Post a Comment

0 Comments