Posts

Showing posts from September, 2016

Perjalanan Ilmu (Bag. 3): Open Access, Cara Lain Masuk Surga

Image
By: M. Ridwan Open Access adalah sebuah gerakan yang mensosialisakan ke masyarakat agar gemar berbagi akses ke masyarakat secara gratis. Apa saja yang diberikan? Banyak sih, terutama hasil-hasil riset yang berguna sehingga hasil riset itu tidak lagi tertutup. Tujuannya? tidak lain supaya jangan terjadi gap dan krisis scholary communication dimana masyarakat karena keterbatasan dana tidak bisa mendapatkan hasil-hasil riset mahal. Selama ini harus diakui hanya bisa diakses oleh lembaga-lembaga pendidikan kaya. Intinya kita ingin remove all barriers in the way of science. Melenyapkan semua penghalang dalam ilmu pengetahuan.  Setidaknya itulah pesan yang dapat saya tangkap dari materi pelatihan E-Repository yang diadakan oleh perpustakaan UINSU, Jumat kemarin.  Pematerinya adalah Bapak Faizuddin Harliansyah, MM, Kepala Perpustakaan UIN Malang, jebolan Quesland University, Australia. Saya kira, jika Open Access adalah sebuah media mensosialisasikan hal berguna bagi masya...

Money Talks (Bag.5): Mimpi Kaya Tanpa Underlying Asset?

Image
By: M. Ridwan Publik Indonesia heboh lagi. Beritanya tentang seseorang yang -katanya- mampu menggandakan uang. Wah, luar biasa. Hebat sekali dan Indonesia banget. Pelakunya diduga seorang raja adat dan tokoh kharismatik. Punya padepokan pula. Di Indonesia sih, berita begini sudah tidak asing lagi. Saya masih ingat, kira-kira 3 tahun lalu, publik juga heboh dengan sebuah koperasi yang menjanjikan mampu menggandakan uang.  Saat itu, saya sampaikan ke mahasiswa, tunggu saja nanti, ini siklus rutin. Lihat saja, 2 atau 3 tahun lagi biasanya berulang. Dan terbukti di tahun 2015 dan tahun ini. Bedanya, pengurus koperasi ternyata menjalankan money game sedangkan si raja adat ini menggunakan kesaktiannya. Uang hasil penggandaan ini disimpan di berbagai bungker. The Miracle of Indonesia, tuh. Katanya uang dari Gunung Lawu dan milik jin tuh.  So, bagaimana kita melihat fenomena ini? Sepertinya, dari sudut kejiwaan dan agama, terlihat masyarakat kita ini sudah kadung str...

Perjalanan Ilmu (Bag. 2): Mulfuctioned Human or Misused One?

Image
By: M. Ridwan Dunia Gadget heboh. Produk teranyar Samsung Note 7 dianggap bermasalah. Baterainya  mudah terbakar bahkan bisa meledak. Larangan menggunakannya di pesawat menjadi pemandangan baru dunia. Syukurnya, layanan prima Samsung membuat mereka memutuskan untuk menarik produk gagal SGN 7 dengan produk baru. Masalah selesai. Cerita Samsung dengan SGN 7 nya sepertinya bisa kita sandingkan dengan topik kali ini. L a njutan tulisan lalu sih. Saya sedikit menjelaskan maksud tulisan sebelumnya yang menyatakan bahwa otak manusia sangat terbatas.  Memang begitulah adanya, kendati demikian kita tidak juga boleh meremehkan kehebatan otak manusia made in Allah ini, meskipun kecil ini. Konon, menurut ahli, potensi otak manusia baru hanya dimanfaatkan 10% saja oleh manusia. Kendati "hanya" dimanfaatkan 10%, namun jangan sepele dengan impact-nya. Dunia menyaksikan munculnya orang-orang jenius dan super pintar. Katakanlah Albert Einstein, Stephen Hawkings atau Habibie...

Perjalanan Sebuah Ilmu

Image
  By: M. Ridwan Berapa banyak air di muka bumi?. Iseng-iseng saya mencarinya di Google. Ketemu. Jumlahnya kira-kira 11 trilyun galon atau  1386 Kubik kilometer. Nah, 97% dari jumlah tadi berada di lautan atau sekitar 10 trilyun galon-lah. Sekarang, kita tambah sejumlah 10 trilyun galon lagi dan kemudian kita jadikan tinta pulpen. Kita akan mendapatkan sekitar 20 juta trilyun pulpen. Jumlah yang banyak bukan? Lalu untuk apa pulpen sebanyak itu?. Pulpen itu kita gunakan untuk menuliskan berbagai ilmu pengetahuan yang ada di bumi. Entah itu ensiklopedi kesehatan, binatang, manusia, lautan, darah, otak, awan, hujan, dan jutaan ensikplopedi lainnya.  Saya yakin, jumlah pulpen itu tidak akan sanggup menuliskannya. Habis. Maklumlah, setiap untaian ilmu yang ditulis pasti akan mengundang hadirnya ilmu lain, bukan?. Belum lagi kalau kita menuliskan ensiklopedi benda-benda yang ada di langit, misal satu persatu planet, bintang, bulan-bulan atau galaksi. Pasti r...

The Soul of Ummah: Antara Berkuasa dan Mengabdi

Image
By: M. Ridwan Wak Sareng, demikian kami menyebutnya. Laki-laki tua ini adalah petugas cleaning service di mesjid kampung kami. Sosoknya sangat bersahaja dan selalu hadir setiap subuh kendati jarak rumahnya cukup jauh dari mesjid. Maklum, dia melakukannya dengan berjalan kaki, dan sesekali bersepeda karena secara fisik tidak memungkinkan mengendarai sebuah sepeda motor. Kalau melihat dirinya, entah kenapa, kok saya selalu membayangkan sosok Abdullah bin Ummi Maktum pada masa nabi. Itu lho, sahabat Nabi yang buta namun selalu menempati shaf pertama ketika sholat subuh setiap fajar menyingsing. Bahkan, "gara-gara" dirinya yang sempat tidak di-terge" (dipedulikan) rasul, turunlah surat Abasa. Ceritanya, saat itu Nabi sedang menerima kunjungan kehormatan dari pemuka Quraisy ketika tiba-tiba Abdulah bin Ummi Maktum-pun muncul. Ia ingin bertemu Rasul namun terpaksa sedikit kecewa karena rasul terlihat lebih memperhatikan para pemuka Quraisy. Saya kira, dalam ka...

Problems and The Light

Image
By: M. Ridwan Judul di atas bukan judul film. Memang sih, ada banyak artikel tentang cahaya dan permasalahannya. Terutama terkait masalah energi listrik yang sering melanda negara-negara berkembang tak terkecuali Indonesia. Apalagi Medan ya.., It's so complicated , buktikan saja sendiri. :) Judul di atas memisahkan dua kata yaitu "Masalah" dan "Cahaya". Why ? Saya terinsipirasi dari berbagai petuah para guru bahwa sumber masalah itu bukan sesuatu di luar diri kita. Menurut mereka, munculnya masalah dikarenakan masalah "cahaya" di hati manusia. Simpel saja. Jika cahaya di hati seorang manusia sedang terang benderang, maka dipastikan problem hidup tak terlihat karena kalah dengan terangnya hati. Sebaliknya, jika cahaya hati itu sedang redup redam apalagi sampai gelap dan tertutup kotoran, maka dipastikan problem hidup akan menerpa manusia seperti ini. Problemnya adalah.... Secara kasat mata, kita tidak pernah melihat lampu di hati itu meny...

Pesan 4200 Tahun Lalu: Triple Super (Dad, Mom and Son)

By: M. Ridwan Ibrahim hidup sekitar tahun 2169 SM. Artinya, sekitar 2700 tahun kemudian, barulah Nabi Muhammad dilahirkan. Sehingga jarak masa hidupnya dengan masa Nabi Muhammad lebih panjang dibandingkan jarak hidup kita dengan Nabi Muhammad. Kalau kita sih, kira-kira 1500 tahun. Ibrahim hidup pada masa kekuasaan Namruz, salah satu penguasa Babilonia yang zalim. Sama dengan keadaan Musa di era Fir'aun. Namruz dan Fir'aun setali tiga uang. Kedua-duanya mengaku menjadi Dewa atau Tuhan. Namun, Namruz memiliki media lain berupa berhala atau batu-batu. Uniknya, si pemahat patung yang terkenal masa itu adalah Azar, keluarga Ibrahim sendiri. Oh ya, ada dua pendapat tentang si Azar ini. Ada tafsir yang mengatakan bahwa ia adalah ayah kandung Ibrahim namun ada yang berpendapat bahwa ia adalah paman Ibrahim karena tidak layak rasanya seorang nabi mulia dilahirkan oleh ayah yang kafir. Dan nabi Muhammad dilahirkan dari keturunan Ibrahim. Kalau saya sih lebih cendr...

Salam Super: Mendoakan "Mario-Mario" Indonesia

By: M. Ridwan Mario Teguh itu sosok fenomenal. Motivator Indonesia ini menginspirasi jutaan penduduk negeri ini. Sejujurnya, kita harus mengakui hal ini dan berdoa akan lahir banyak Mario lain di negeri ini. Dan, saya bersyukur bahwa apa yang selama ini disampaikannya adalah hasil dari pengalaman hidupnya, baik pahit maupun getir. Kita banyak terinspirasi dari petuah dan kata-kata bijaknya. Salam Super..!! Orang hebat biasanya memang lahir dari kondisi yang memprihatinkan. Siapa sangka, sosok Mario yang excellent ternyata pernah hidup dalam keadaan susah. Artinya, secara ekonomi, ia pernah merasakan betapa menderitanya menjadi orang miskin. Hidup di kos-kosan dan makan seadanya. Setidaknya hal ini yang saya tangkap dari penjelasan beliau di sebuah TV. Syukurnya, ia didampingi isteri yang tabah dan kuat. Pengalaman batin dan keluarganya tak kalah seru. Saya yakin, semua mata kita saat ini tertuju padanya. Apalagi kalau bukan "tuduhan" kepadanya bahwa ia telah menel...

Jebakan 1 Trilyun dan Pseudo Happiness

By: M. Ridwan Pernah tidak sih kita membayangkan memiliki uang sebanyak satu trilyun?. Wow, jumlah yang fantastis sekali. Angka nolnya saja sampai 12 buah. Banyak sekali. Saya memang pernah membaca berita sebuah keluarga yang mendapatkan angka 1.2 trilyun di rekeningnya. Termasuk juga berita beberapa waktu lalu, tentang seorang warga Kerinci yang mendadak mendapatkan uang 99 trilyun di rekeningnya. Bagaimana rasanya?. Hehe, mereka kaget dan polisi langsung datang ke rumah mereka, bro. Diselidiki. Khawatir ada dana dari pencucian uang. Apakah uang sejumlah 1 Trilyun itu bisa menyelesaikan semua masalah hidup kita sekaligus menciptakan kebahagiaan?. Pertanyaan itu kami bahas di pengajian ibu-ibu di kompeks perumahan kami, minggu lalu.Kebetulan kali ini giliran saya sebagai pemateri. Ini adalah rutinitas dwi mingguan di komplek kecil kami. Namun, sebelumnya saya mempertanyakan ke peserta.  "Apa hal yang paling membuatmu bahagia". Jawaban para peserta cukup ramai. Ka...

UINSU dan Martabat Dunia (bag. 2)

By: M. Ridwan Berita bahagia ini kami terima. Tepat pada tanggal 1 September 2016 hari ini, Rektor UINSU pengganti almarhum Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis, ( Allahu yarhamhu ) telah resmi dilantik oleh Menteri Agama RI. Beliau adalah Prof. Saidurrahman, MAg. Beliau bahkan mencatatkan diri sebagai Rektor Termuda dalam sejarah UINSU. Bayangkan, usia 46 tahun, lho. Dahsyat... Kegembiraan ini tentu saja harus bisa dirasakan seluruh kita tak hanya civitas UINSU, mengingat proses terpilihnya rektor UINSU kali ini juga berjalan cukup mulus dan zero konflik. Kita yakin hal ini dikarenakan para kandidat rektor yang berjumlah 5 (lima) orang itu adalah para tokoh kharismatik nan arif di UINSU. Mereka sangat mumpuni dalam menata hati.  Sehingga, kita yakin para calon yang tidak terpilih-pun pasti telah memberikan doa ikhlas mereka dan akan siap membantu bagi kebaikan UINSU yang kini dinahkodai Rektor Muda, yang enerjik ini. Apresiasi kita kepada para Guru Besar lain yang sukses member...