Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#25 Seri Ramadhan 2016: Reset Factory Ala Ramadhan: Mewaspadai Virus Trojan

By: M. Ridwan

Tablet jadul saya terserang virus. Namanya virus trojan. Setiap konek internet selalu saja muncul berbagai "malware". Entah dalam bentuk iklan dan instruksi berbagai aplikasi. Berbagai antivirus tidak berhasil menghapusnya. Cara satu-satunya adalah dengan melakukan Reset Factory. Yaitu, mengembalikan tablet kondisi semula seperti baru keluar dari pabrik. Teknisnya sebenarnya mudah dilakukan. Dalam waktu tak begitu lama, tablet di-reset kembali. Simsalabin, bukan sihir bukan sulap, sepertinya tablet sudah bersih, nih. Sayang juga sih. soalnya berbagai aplikasi yang sudah terinstall jadi terhapus. Terpaksa di-instal dan register lagi. Di bagian ini, paling tidak sedap. Menyita waktu. Lalu, apakah proses yang saya lakukan sudah berhasil 100%?

Ternyata tidak. 
Ketika digunakan untuk menjelajahi internet, tablet mengulah kembali.  Virus muncul lagi. Sepertinya ia tidak "memperdulikan" gertakan dari antivirus yang baru juga diintall. Apa pasal?. Hehe, ternyata virusnya sudah nyantol di antivirus-nya. Virusnya ternyata sudah bersembunyi di memory. Sudah resident dan menyerang intinya. Sehingga, di-reset factory juga gak ngaruh.

Wah, wah, ngajak perang lagi nih. Terpaksalah digunakan teknik manual dengan menerobos masuk ke memory. Terpaksa pakai cara berisiko, di "root".. Akhirnya, ketemu biang keroknya. Sebuah virus trojan bertampilan manis ternyata nempel, tanpa merasa bersalah. :)

Apa itu virus trojan? 
Namanya diambil dari kisah peperangan antara Negeri Sparta dan Troy dulu di Yunani. Benteng Troy ini sangat kuat dan tak terkalahkan oleh Sparta. Berbagai cara dilakukan, namun selalu gagal. Nah, penasehat militer akhirnya mengusulkan membuat sebuah patung kuda dari kayu yang begitu besar. Di dalamnya puluhan pasukan Sparta bersembunyi. Patung ini diletakkan di depan benteng Troy. Singkat cerita, kuda ini dibawa masuk ke dalam benteng karena Troy mengira bahwa Sparta sudah kalah perang. Ternyata, pasukan yang di dalam kuda inilah yang merusak benteng dari dalam dan membuka pintu benteng Troy sehingga bisa dibolobol dan dihancurkan. Kasihan ya...? Kok jadi dongengin Aisha dan Raifa ni...

Back to tablet.
Setelah dihapus dan dilakukan kembali reset factory, barulah si virus ini hilang. Sebenarnya, tidak benar-benar hilang. Masih ada satu lagi virus, namun tidak bandel. Lagipula sudah kadung ditutup lagi akses "root"-nya, terpaksalah si virus dibiarkan.  Alhamdulillah, tablet bisa beroperasi. Antivirus di-install lagi selesai masalah.  

Pembaca yang pakar ngoprek android, pasti punya cara lain yang ampuh. Ada cara yang paling mudah sih. Apa itu? Tentu saja dengan membeli android yang baru. Hehe.
Kalau saya sih. pakai cara seperti di atas. Yang penting virusnya habis, bukan?.  

Saya kira, kondisi tablet android yang terserang virus ini  bisa kita analogikan dengan kondisi kita di dunia. ini. Tablet itu adalah perumpamaan wujud diri kita, manusia. Kata para guru, diri manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu jasmani, nafsu dan ruh. Cerita tasawuf nih.

Nah, bentuk lahiriah tablet itu dapat kita umpamakan sebagai jasmani atau badan. Ada mata telinga, kaki, tangan dan panca indera. Tablet juga begitu. Ada yang berukuran 7, 9 atau 10 inchi. Ada yang berwarna hitam, atau putih. Layar Gorilla Glass, Led, dsb. Manusia juga seperti itu. Beragam bentuk fisik dan beragam tampilan.

Sedangkan, aplikasi yang kita install dan berjumlah puluhan itu ibarat nafsu. Entah itu nafsu makan, seksual, berkuasa, dipuji, sedih atau gembira. 
Di tablet ada aplikasi yang bagus dan juga tidak bagus. Ada aplikasi surga dan neraka juga. Termasuk virus trojan. Tampilannya menggoda, namun ternyata merusak.

Aplikasi yang bagus seumpama nafsu muthmainnah dalam diri manusia. Sedangkan aplikasi yang jelek dan membawa virus kita sebut nafsu ammarah atau lawwamah
Misal, manusia yang selalu bersikap lembut dan membawa kebaikan berarti dipengaruhi nafsu muthmainnah. Sedangkan manusia yang selalu melalukan kejahatan pasti dipengaruhi oleh nafsu ammarah.

Lalu, dimana "ruh" nya tablet? Tentu saja listrik atau energi baterainya. Teknologi IT sebenarnya memanfaatkan arus listrik ini. Merubahnya dalam bentuk tegangan-tengangan kecil dan diolah dengan kombinasi bilangan binary

Ya, aplikasi dan kita gunakan di tablet sebenarnya hanyalah listrik yang telah berubah bentuk bukan?. Disimpan dalam processor, IC, atau memory.

Tanpa listrik, tablet secanggih apapun tidak akan berguna. Saya punya satu tablet yang sampai sekarang tidak dipakai karena colokan baterainya rusak. Dibuang sayang, jadi disimpan saja. :). 
Manusia tanpa ruh itu adalah mayat bukan? Siapa yang mau menikah dengan manusia ganteng atau cantik namun sudah menjadi mayat? Ngeri...

Ruh itu memiliki kecendrungan ke arah kebaikan. Namun, ia sendiri itu tidak memiliki keinginan terhadap kesenangan nasu. Makanya ruh harus ditemani nafsu supaya fisik manusia bisa hidup. Dengan ruh maka manusia bisa menggunakan fungsi jasmani. Ngak mungkin hanya ruh saja bukan?. Kita jadi malaikat nantinya.

Demikian juga tablet. Tanpa aplikasi dan sistem operasi, maka tablet juga tidak bisa berfungsi. Memang mau diapakan tablet yang hidup tapi tidak bisa akses internet, medsos dan mengetik?. Tablet butuh aplikasi, sama seperti jasad yang membutuhkan nafsu. 

Permasalahan sekarang adalah siapa yang berkuasa atas manusia?. Apakah ruh atau nafsu?

Jika ruh yang menjadi bos, maka nafsu dan jasmani akan bagus. Manusia akan selalu ke arah kebaikan. Itulah idealnya. 

Namun, jika nafsu yang mengendalikan ruh, maka sangat berabe dan gawat. Sama seperti tablet tadi. Jika aplikasi -yang telah terjangkiti virus tadi- berkuasa penuh atas tablet, maka rusaklah tablet. Bahkan, fisik tablet juga bisa rusak. Saya pernah menemukan beberapa virus yang bisa merusak hardware. Sama seperti nafsu yang manusia yang bisa menyebabkan sakit jantung atau kanker ya. Bahaya sekali. 

Makanya, manusia juga butuh "Factory Reset". Kita perlu mengembalikan diri ini ke dalam kondisi pabrik. Ya, seperti bayi yang baru keluar dari pabrik bukan?. Aplikasinya masih orisinil. Lancar dan smooth.

Ramadhan adalah momen melakukan "factory reset" diri kita ini . Maklumlah, banyak sekali aplikasi yang sudah bercokol termasuk juga virus. Makanya, sekarang adalah momennya. 
Namun, dalam proses factory reset ini, jangan sekalipun ada interupsi atau dibatalkan di tengah jalan. Soalnya, tablet yang sedang di-reset tidak boleh dimatikan atau kehilangan daya baterai. Bsia-bisanya tabletnya jadi rusak semua alias tidak bisa digunakan. Sering kejadian sepeti ini.  Jadi matot, alias mati total

Saya kira, manusia juga sama. 
Hari ke-25 ini, proses "factory reset" kita belum tuntas. Kalau diinterupsi, katakanlah sudah berhenti tarawih, membaca Alquran, bersedekah atau berzikir, dan atau tergoda virus trojan seperti mengunjungi mall, mempelototi film gak bermutu, stress THR, maka "factory reset" nya bisa gagal. "Kerusakan" kita bisa tambah parah tuh. Diri kita bisa jadi matot, "mati total".  Lihat saja, bulan-bulan berikutnya. 

Mudah-mudahan, proses factory reset kita di bulan ini lancar jaya, ya. Amin. Wallahu a'lam.



  

Post a Comment

0 Comments