Ketika “Kaset Mengaji” Sudah Dianggap Mengganggu
Oleh: M. Ridwan Beberapa waktu ini, penulis membaca adanya polemik seputar pemutaran kaset-kaset ngaji di mesjid-mesjid di negeri ini. Adalah Pak JK yang merupakan wapres negeri ini yang mewacanakan untuk mengevaluasi kembali tradisi pemutaran kaset ngaji di mesjid-mesjid Indonesia. Alasannya, bahwa banyak pihak yang terganggu dengan suara kaset ini. Sarannya, perlu ada regulasi yang mengatur pemutaran kaset-kaset ini sehingga tidak terlalu lama. Selain itu , masih menurut JK- alangkah lebih baik jika yang membaca Alquran adalah “manusia asli” bukan kaset rekaman. Saya kira, pendapat JK boleh-boleh saja. Apalagi dengan kapasitasnya sebagai seorang wapres, tentulah harus mengakomodir banyak kepentingan dan pendapat. Saya yakin, mungkin banyak yang curhat kepada beliau betapa terganggunya para pendengar kaset-kaset itu ketika setiap jelang masuknya sholat lima waktu, kaset-kaset itu mulai berbunyi. Saya mencoba menebak-nebak, mungkin saja yang terganggu justru bukan dari kalanga...