Posts

Showing posts with the label ekonomi moneter islam

Ketika Dunia Kaya Tapi Kehilangan Makna !!

Image
Kita hidup di zaman yang membingungkan. Uang tidak pernah sebanyak ini. Sistem keuangan semakin canggih. Akses makin mudah. Tapi anehnya… rasa cukup justru semakin langka. Ini bukan perasaan semata. Ini realita. Indonesia, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 5% per tahun, menunjukkan ekonomi terlihat stabil dan bahkan kuat. Namun di saat yang sama, fenomena seperti judi online, spekulasi, dan kecemasan finansial justru meningkat.  Artinya sederhana: pertumbuhan tidak selalu berarti kesejahteraan. Dunia Tidak Kekurangan Uang !!! Mari kita lihat angka. Total aset keuangan syariah Indonesia saja sudah mencapai sekitar Rp2.972 triliun pada 2025, naik drastis dari sekitar Rp1.801 triliun di tahun 2020.  Di sektor perbankan syariah, aset juga terus meningkat hingga mendekati Rp895 triliun pada 2024, dengan tren pertumbuhan yang konsisten.  Secara global, aset keuangan syariah bahkan sudah menembus sekitar 2,58 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan ...

Masa Depan Moneter Islam: Antara Data, Realita, dan Arah yang Belum Jelas

Image
Oleh : M. Ridwan Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja secara moneter—dan ini bukan sekadar opini, tapi bisa dibaca dari data. Sistem global mulai bergeser, konflik geopolitik meningkat, dan kepercayaan terhadap sistem keuangan lama perlahan retak. Di tengah kondisi ini, ekonomi Islam mulai dilirik kembali, bukan sekadar sebagai alternatif religius, tetapi sebagai kebutuhan sistemik. Menariknya, Indonesia—yang sering dianggap “pasar saja”—ternyata diam-diam sudah masuk tiga besar kekuatan ekonomi syariah dunia. Secara angka, perkembangan ini tidak kecil. Aset keuangan syariah Indonesia melonjak dari sekitar Rp6.193 triliun pada 2021 menjadi lebih dari Rp10.257 triliun pada 2025.  Artinya, dalam beberapa tahun saja, pertumbuhannya sangat signifikan. Bahkan sektor halal value chain menopang lebih dari 25% ekonomi nasional, menunjukkan bahwa ekonomi berbasis nilai ini bukan lagi pinggiran, tetapi sudah masuk ke jantung ekonomi.  Di level global, Indonesia kini be...