Posts

Showing posts from January, 2017

Tears of The World: Ketika Nasib Dunia Di Tangan Si Zalim

Image
By: M. Ridwan Saya ibarat menyaksikan film Tears of The Sun ketika membaca berita pelarangan imigran dari negeri muslim masuk ke Amerika. Film ini dibintangi oleh Bruce Wilis dan dirilis tahun 2003. Kisahnya tentu saja fiksi yaitu tentang perjuangan heroik sepasukan Navy US dalam menyelamatkan para pengungsi di Afrika. Awalnya sih, mereka hanya bermaksud menyelamatkan seorang warga negara Amrik yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Namun, hati nurani mereka menjadi luluh menyaksikan betapa kejamnya peperangan dan betapa menderitanya para pengungsi yang dibunuh, dan disiksa para pemberontak. Sehingga, misi merekpun akhirnya mengikuti hati nurani, yaitu berperang melawan pemberontak demi menyelamatkan para pengungsi yang terzalimi tadi. Namun, lain film lain kenyataan. Apa yang dilakukan Donal Trump dengan melarang para pengungsi, imigran dari 7 negara muslim, justru menunjukkan bahwa presiden Amrik yang baru ini tidak memiliki hati nurani. Mungkin dalam pikirannya, "ped...

Mau Menyelamatkan Umat? Begini Caranya !!!

Image
By: M. Ridwan Entah berapa banyak broadcast yang masuk ke akun medsos saya. Namun, yang paling menarik perhatian saya saat ini adalah pesan-pesan berantai bernada kekhawatiran yaitu informasi bahwa telah terjadi gerakan masif dan infiltrasi asing di bumi pertiwi ini. Infonya cukup menyeramkan.  Ada pula info tentang gerakan komunisme yang "katanya" telah nyata dan harus segera diantisipasi. Berbagai simbol palu arit ditengarai dengan sengaja telah disosialisasikan. Tidak tanggung-tanggung, logo ini “katanya” bahkanditemukan di uang kertas baru keluaran BI sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengklarifikasi bahwa logo ini sama sekali tidak berhubungan dengan paham yang dilarang di negeri ini. Bingung ya? Seorang teman di medsos meyakinkan bahwa kondisi negeri ini memang mengkhawatirkan. Info-info yang berseliweran di media sosial, -masih katanya- adalah benar, valid dan realiabel. Wah,wah, bahaya tuh. Nah, tanpa bermaksud menyepelekan informasinya, saya melih...

The World of "Casing

Image
By: M. Ridwan Istilah " casing " ini saya dapatkan dari seorang penjaga parkir di Jakarta Convention Center (JCC) yang saat itu mengadakan perhelatan akbar komputer dan elektronik. Dialog terjadi antara dua orang penjaga parkir yang terlihat sedang santai menjaga kendaraan para pengunjung. "Mas, kapan kita bisa seperti mereka ya?. Ganteng, cakep dan kaya-kaya", ujar seorang penjaga kepada temannya. Mereka mengamati para pengunjung pameran yang terlihat menenteng berbagai barang belanjaan dengan bahagia. Ada yang membeli laptop, kamera atau sekedar aksesoris komputer dan handphone.  Setuju atau tidak, dalam penilaian banyak orang, biasanya pengunjung pameran komputer, lektronik  apalagi automotif adalah golongan kelas menengah ke atas. Kelas masyarakat ini dianggap sudah masuk ke dalam zona mapan dan lebih cendrung suka kepada life style yang wah.  Maka tampilannya juga sedikit berbeda dan berkelas. Kelas menengah Jakarta, lho. Adapun yang menarik...