Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#17 Seri Ramadhan 2016: Wonder Women di Bulan Ramadhan

By: M. Ridwan

Judul tulisan ini telah lama ngendap di draft blog saya. Hari ini baru bisa di-publish kendati berbarengan dengan suasana duka yang bergelayut di hati keluarga besar UINSU. Terkhusus, bagi Prof. DR. Mohd. Hatta- Guru Besar UINSU.

Sang isteri tercinta -yang telah menemani beliau selama puluhan tahun-, telah dipanggil Allah Swt. Orang sering mengatakan bahwa kepergian pasangan hidup terutama isteri adalah duka yang sangat menyedihkan. Manusia hebat sekelas Prof. Habibie saja bahkan sempat linglung menjalani hidup. Itu diakuinya sendiri.

Saya yakin dan berdoa, Prof. Hatta diberikan kesabaran. Semoga almarhumah diberikan Allah surga dan cinta-Nya. Beliau adalah perempuan sholehah. Beliau bahkan meminta keikhlasan dari keluarganya untuk melepaskannya pergi. Orang baik itu dicintai Tuhan. Dan, ini dibuktikan dengan berjubelnya masyarakat yang mengantarkan jenazah perempuan sederhana dan murah senyum ini, ke peristirahatannya yang terakhir. Subhanallah.

Saya jadi teringat dengan peristiwa wafatnya Khadijah -isteri Nabi-. Momen kesedihan Nabi ditinggal isterinya bahkan disebut sebagai 'Ammul Huzni. Tahun dukacita. Kenangannya dengan perempuan sholehah ini begitu mendalam.

Sampai-sampai, Aisyah pernah cemburu kepada Khadijah. Soalnya, Rasul sering menyebut-menyebut nama beliau setelah menikah dengan dirinya. Insting perempuannya muncul. Cemburuan...
Nabi memang memiliki alasan yang kuat. Menurutnya, Khadijah-lah yang berperan besar bagi pondasi Islam di Mekkah. Ia menemani Rasul sebelum Islam dikenal.

Khadijah menghibur sang suami dalam duka dan tersenyum dalam suka. Dialah manusia pertama yang masuk Islam. Bahkan sebelum ayah Aisyah -Abu Bakar- memeluk Islam. Cintanya sedalam lautan dan seluas semesta kepada sang suami. Peran Khadijah itu luar biasa. Saudagar perempuan nan kaya ini rela kehilangan seluruh kekayaannya demi penyebaran Islam. Bahkan, ia rela menjadi jembatan untuk memudahkan langkah suami menyebarkan Islam. Ayo, siapa perempuan yang berani melakukan itu

Semoga Prof. Hatta dan keluarga dihibur Allah dan diberikan kesabaran yang kuat. Amin.
"Di balik kesuksesan seorang laki-laki, pasti ada perempuan yang luar biasa dibelakangnya." demikian ungkapan yang sering kita dengar. Saya yakin akan kebenarannya. Bahkan, bukan hanya untuk kesuksesan dunia. Perempuan juga memiliki andil yang sangat besar dalam kesuksesan laki-laki menuju surga.

Tuhan sangat hebat ketika menciptakan mahkluk bernama perempuan ini. Ide-Nya dahsyat. Banyak misteri yang belum terungkap terkait perempuan. Alquran memang menyebutkan bahwa salah satu kekuasaan Allah adalah ketika ia juga menciptakan pasangan kita. Dahsyatnya penciptaan pasangan, berbarengan penyebutannya dengan penciptaan Alam semesta nan luas ini.

Secara fisik, makhluk ini lemah -jika dibandingkan dengan fisik laki-laki. Tapi, jangan ditanya kemampuannya. Kalau tidak percaya, siapa yang lebih banyak makan sahur ketika puasa? Laki-laki, bukan? Tapi, siapa yang paling banyak pekerjaaannya di siang hari Ramadhan?, perempuan bukan? :)

Yang saya tahu, bahwa perempuan memiliki kemampuan multi-tasking yaitu kemampuan menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan. Berbeda dengan kebanyakan laki-laki yang pasti "puyeng" dengan ribetnya beragam pekerjaan. Maklum, laki-laki itu single-tasking. Fokusnya hanya bisa satu.

Mereka juga makhluk yang memiliki disiplin tinggi dan bertanggung jawab. Makanya, bank biasanya lebih senang jika nasabahnya adalah perempuan. Lihat saja kesuksesan M. Yunus ketika mendirikan Grameen Bank di Bangladesh. Ia mendapat nobel karena bank ini. Kesuksesannya karena ia berurusan dengan UMK para perempuan.

Nah, terkait Ramadhan.
Kalau kita renungkan secara mendalam, siapa sosok yang paling berjasa dalam misi Ramadhan keluarga kita?
Memangnya, siapa yang selalu disiplin mempersiapkan makan sahur di rumah tangga muslim dunia?.
Siapa yang biasanya lebih repot mempersiapkan panganan berbuka puasa termasuk panganan berbuka ketika Idul Fitri nanti?.
Jawaban itu semua adalah kaum perempuan.
Makanya, jangan sepele dengan perempuan.

Perempuan suka ngomel dan bawel?
Pernahkah Anda mendengar ungkapan itu?
Saya pernah tanyakan hal itu kepada beberapa perempuan.
Jawabannya mereka simple.
Tergantung suaminya tuh. Kalau suaminya se-romantis dan se-sholeh Rasul, kami pasti mau melakukan hal itu. Pasti kami tidak ngomel. Masalah uang belanja? Itu, sih bisa didialogkan. :)
Ayo, kaum laki-laki, kita buktikan..")

Cerita tentang ngomel ini sering dikaitkan dengan Umar bin Khattab. Konon, seorang sahabat pernah mau curhat ke Umar -khalifah ke-2-. Ia mau curhat atas tingkah isterinya yang suka sekali "merepet" -bahasa Medan yang berarti ngomel-. Dengan langkah tegap dan mantap ia mau melaporkan tingkah si isteri. Harapannya, mungkin Umar bisa memarahi si isteri.

Namun, betapa terkejutnya ia sesampainya di kediaman sang khalifah. Dia melihat Umar juga menghadapi hal yang sama. Umar sedang tertunduk pasrah dan terdiam diomelin sang isteri. Sahabat itu heran. "Orang sehebat Umar kok bisa begitu. Khalifah yang menjadi singa di berbagai peperangan ini, kok "keok" dengan seorang perempuan?" Mungkin itu yang ada di dalam pikirannya.

Ketika ditanyakan kepada Umar, apa jawabannya?
"Sahabat, dia adalah perempuan yang sangat berjasa dalam hidupku. Ia melahirkan anak-anakku. Membesarkan mereka dengan kasih sayang. Ia mengurus rumah tanggaku dengan baik. Nah, dengan banyaknya jasa yang dilakukannya, apalah salahnya jika aku mau mendengar sedikit omelan-nya?. Mungkin ia sedang capek, bete atau ada masalah." Umar membela si isteri. Nah, siapa yang "berani" seperti Umar,...?

Tentu saja, kisah Umar tidak bisa menjadi justifikasi bagi para isteri untuk mengomeli suaminya, tanpa alasan yang tepat. Wah, bisa jadi durhaka juga, lho. Apalagi, kalau alasannya karena misalnya, gaji yang kecil, THR yang belum turun, kosmetika atau baju lebaran yang belum dibeli. Itu namanya mengintimidasi para suami. Nanti suaminya tidak sholat, tidak puasa dan korupsi, gimana?

Yang kita maksudkan dengan Wonder Women Ramadhan adalah perempuan yang hidupnya didedikasikan untuk membantu suami dalam perjuangannya membangun mahligai surga, khususnya di bulan Ramadhan. Keren ya...

Wonder Women Ramadhan bisa saja sosok perempuan yang secara fisiknya lemah dan kekurangan ekonomi namun ia memiliki hati yang kuat. Ia kaya ruhani. Mereka adalah pahlawan di balik khusyuknya seorang suami beribadah di bulan ini.

Merekalah pejuang yang membela keluarga dari serbuan materialistis dan hedonis yang melanda banyak keluarga Indonesia. Merekalah yang senantiasa mengingatkan kita untuk men-tadabburi Alquran dan mengkhatamkannya. Mereka juga yang siap menerima keluh-kesah dan nestapa semu yang sering mengikuti Ramadhan kita. Hebat bukan?. Seharusnya memang begitu.

Saya yakin, bahwa perempuan seperti ini banyak bertebaran di negeri ini. Kita harus mendoakan supaya jumlahnya semakin banyak. Masa depan negeri ini tergantung kepada mereka.

Selamat memasuki Ramadhan yang ke-17. Ternyata, keindahan puncak Ramadhan itu semakin indah dengan keberadaan perempuan-perempuan negeri ini. Mereka adalah "bidadari surga dari dunia" yang kecantikannya kelak akan mengalahkan para "bidadari kelahiran surga". Ayo, buktikan sendiri. Amin.

Post a Comment

0 Comments