Muslim Dollar: Mimpi Besar atau Jalan yang Terlambat Disiapkan?
By : M. Ridwan Pagi itu, alam sebuah forum kelas kecil, seorang mahasiswa bertanya dengan nada serius, “Kenapa negara-negara Muslim tidak punya mata uang sendiri yang kuat? Kenapa harus terus bergantung pada dolar?” Ruangan kmi seketika hening. Pertanyaan itu sederhana, tapi mengandung beban sejarah, politik, dan realitas ekonomi yang panjang. Masalahnya bukan kita tidak bisa… tapi apakah kita siap?” Pertanyaan itu justru lebih dalam dari yang awalnya diajukan. Karena di balik ide besar tentang “Muslim Dollar” atau mata uang bersama dunia Islam, tersembunyi persoalan mendasar: bukan pada kemungkinan, tetapi pada kesiapan. Secara teori, dunia Muslim memiliki potensi yang luar biasa untuk membangun sistem moneter sendiri. Dengan populasi lebih dari 1,8 miliar jiwa, serta penguasaan sumber daya strategis seperti minyak, gas, dan berbagai komoditas penting, negara-negara Muslim memiliki kekuatan ekonomi yang tidak kecil. Dalam konteks perdagangan global, negara-negar...