Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#14 Seri Ramadhan 2016: Warteg Ramadhan: 1/2 Muslim atau 1/2 Kafir?

By: M. Ridwan

Kita memasuki pertengahan Ramadhan. Melangkah setapak demi setapak menuju "The Summit of Rasa". Hemat saya, jika langkah dan proses kita benar, maka beberapa percikan atau kondisi spiritual itu mungkin sudah bisa kita rasakan. Entah itu dalam bentuk sensasi bahagia di hati, kesyukuran tingkat tinggi atau kepekaan melihat realitas. Termasuk juga, adanya dorongan melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar secara kontiniu. Analoginya, jika Taqwa itu diberi skor 30 -sesuai dengan jumlah hari dalam Ramadhan, maka "seharusnya" pada hari ke -14 ini kita sudah mendapatkan skor 14, bukan?.  Sebaliknya, jika proses yang kita lalui "salah", maka di hari ke-14 ini mungkin skor nya justru menjadi minus 14 yaitu semakin menjauh dari nilai-nilai Ramadhan. 

Makanya, saya membuat headline "1/2 Muslim atau 1/2 Kafir", Apa maksudnya?

1/2 Muslim adalah seseorang yang masih berproses menuju muslim sempurna. Ia memiliki keinginannya kuat untuk menjadi muslim seutuhnya. Karenanya, ia terus mencari berbagai cara untuk memperbaiki diri, menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah. Tiada hari tanpa proses perbaikan. Ia berproses untuk khusyuk, ikhlas, tawakkal atau dermawan. Ia belajar untuk  menghindari makanan haram, menjaga lisan, perut atau kemaluan. Saya kira, muslim seperti ini cukup banyak di bumi saat ini.

Sedangkan 1/2 Kafir, adalah seseorang yang mengaku muslim namun -disengaja atau tidak- terus berproses menuju kekafiran atau keburukan. Ia sedemikian malas meng-upgrade ruhani, dan rapuhnya. Memiliki sifat takabbur, atau zalim. Orang seperti ini kemungkinan besar benar-benar akan menjadi kafir. Hatinya tertutup dengan noda hitam. Nah, jumlah inipun sangat banyak.

Idealnya, seorang muslim harus berjumpa Tuhan secara sempurna. Full Muslim. 100 % Muslim. Tidak ada surga untuk 1/2 muslim, bukan?

Namun, dikarenakan masih banyak tantangan dan cobaan kehidupan, maka saya kira, menjadi 1/2 Muslim dulu-pun, okelah. 

Ada satu hadis yang akrab di telinga kita. Innamal A'malu Binniat. Setiap perbuatan itu tergantung kepada niatnya. Hadis ini cukup akrab di telinga kita.

Namun, ada hadis lain yang redaksinya kelihatan hampir sama. Sayangnya, hadis ini mungkin terabaikan. Apa itu?. "Innamal a'malu bil khawatim." Sesungguhnya perbuatan itu diukur dari hasil akhirnya. Kesan pertama sebuah amal boleh saja menggoda, namun yang terpenting tentu bagaimana akhir perbuatan itu diselesaikan dengan baik. Nabi bilang husnul khatimah.

Kita khawatir, seandainya awal Ramadhan kita begitu menggoda, namun akhirnya ditutup dengan kekecewaan, bukan?

Jangan dikira jalan menuju puncak itu mudah. Pasti sulitlah. "Angin" godaan pasti semakin bertiup kuat. 

Tapi, kondisi ini hanya bisa dirasakan oleh orang yang benar-benar berjalan mendaki. Bagi yang masih berputar-putar di lereng gunung tentu tidak akan merasakan beban dan angin pendakian, bukan?. Ia enjoy dan selfie saja. Ia sibuk dengan "perkakas" dan peralatan mendaki, namun tak memiliki keberanian melangkah. Kerjanya makan di warteg saja sih :)

Ya, mungkin kasus Warteg yang buka di siang Ramadhan itu bisa menjadi contoh.

Bagi pemilik Wrteg, ya mungkin dia enjoy saja, wong cari uang, kok. Perkara apakah dampak tindakannya akan merusak pikiran dan perasaan orang yang berpuasa terutama anak-anak, masa bodoh, lah. Mungkin dia tidak sedang mendaki, ya. 1/2 Muslim atau 1/2 Kafirkah dirinya? Wallahu a'lam.   

Atau, para produser TV yang bebas menampilkan tayangan yang bisa merusak pahala orang berpuasa. Mereka beralasan sedang mencari uang kendati melakukan kapitalisasi Ramadhan. Dibuktikan, pasca Ramadhan, yang kembali ke sedia kala. 1/2 Muslim atau 1/2 Kafirkah?, Wallahu a'lam.

Yang jelas, seseorang yang ingin menjadi full muslim dan full kafir pun akan dihadapkan pada risiko. Risiko menjadi Full muslim mungkin saja ditertawakan, dibilang sok idealis, atau sok alim-lah.

Tapi, menjadi full kafir juga berisiko. Tentu saja risikonya mendapat "api abadi" di akhirta nanti. Di dunia juga dapat kok. Hati, dunia dan kehidupannya pasti gelap dan mencekam.

Saya berdoa, mudah-mudahan orang yang melakukan tindakan ala warteg dan produser TV, bukanlah 1/2 Kafir yang saya maksudkan. Termasuk juga, orang-orang yang mem-blow up perda Islam sebagai peraturan tidak humanis dan menyimpang. Wah, dia sedang cari lawan tanding tuh. Dan, lawannya adalah Tuhan itu sendiri. Hebat.Iya kan?

Selamat mendaki...Beware of the Wind...
 

Post a Comment

0 Comments