Super Decisions: Antara Halal dan Haram
By: M. Ridwan Sebuah eksprimen "berani" pernah dilakukan seorang bapak di Jakarta. Infonya dari seorang ustaz di sana. Si bapak memiliki dua orang anak yang disekolahkannya di perguruan tinggi. Anak yang pertama kuliah di Indonesia. Anak ini selalu difasilitasi dengan harta yang ia yakini hanya bersumber dari jalan halal. Sedangkan anak kedua -yang kuliah di luar negeri- selalu diberikannya harta yang menurutnya haram atau tidak jelas kehalalannya, semisal uang panas, fee, sogok-menyogok atau tipu-tipu. Apa hasilnya? Ia perhatikan bahwa anak yang mendapatkan asupan harta halal tadi tumbuh menjadi pribadi yang baik, santun dan sholeh. Kuliahnya selesai dengan baik dan menjadi kebanggaan orang tua. Sebaliknya, anak yang selalu mendapatkan harta yang haram atau syubhat tadi justru menunjukkan pribadi bermasalah. Si anak senangnya hanya berfoya-foya dan jauh dari Tuhan. Pokoknya, hancur banget. Ngeri juga ya? Bapak yang aneh. Saya dan Anda pasti tidak tega melakukan hal ini, buk...