Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#20 Seri Ramadhan 2016: Power Bank Iman: Berapa Harganya?

By: M. Ridwan

Kata Nabi, iman itu bisa bertambah dan berkurang. Mungkin bisa kita analogikan seperti sebuah baterai handphone. Sehingga, iman juga bisa "soak", tenaganya "ngedrop" dan daya tahannya hanya sekian jam atau beberapa menit saja. Jika kondisi ini dibiarkan, maka handphone  secanggih apapun tidak akan berguna. Ratusan aplikasi yang dimilikinya tak berarti.  Dan, tentunya kekhawatiran besar yang ditakuti, handphone itu tidak bisa menangkap sinyal lagi. Apalah gunanya. Sakitnya, tuh di sini.:)

Tak berlebihan kalau saya katakan bahwa diri manusia itu ibarat handphone juga, sih. Sedangkan iman menjadi sumber energi geraknya. Saya sengaja membedakannya dengan ruh karena bukan pembahasan kali ini. Iman yang berkurang energinya dikhawatirkan akan kehilangan kemampuan menangkap "Sinyal Tuhan". Tidak mampu memunculkan nada dering apalagi getaran (vibration). Kita selaku takut membuka aplikasi. Takut padam benar-benar. Lalu, apa gunanya diri kita yang "mahal" ini?

Banyak cara yang digunakan untuk mempertahankan energi handphone. Kalau saya memilih menggunakan baterai berkapasitas besar, 4000 mh. Kapasitas terbesar saat ini. Kendati cukup lama bertahan, tapi tetap saja masih kurang. Maklum, group Medsos saja sudah puluhan. Saya yakin, kita semua mengalami hal ini. Diundang masuk ke sebuh group dan kemudian menerima berbagai broadcast. Makanya, baterainya cepat habis atau drainage. Overheating atau kelebihan panas.
 
Nah, saat ini, orang kini mengakalinya dengan menciptakan Power Bank. Itu lho, sumber cadangan tenaga portable, bisa dibawa kemana-mana. Dayanya bisa sampai 50-100 rb Mh. Wow. Makanya tidak heran jika Anda melihat orang menenteng handphone dan Power Bank bersamaan. Semakin ribet ya..?

Kalau begitu, saya kira iman juga butuh Power Bank. Tenaga cadangan. Tapi, sebelumnya, apa yang membuat daya iman menjadi drop dan mungkin soak?

Kata para ustaz, sebabnya beragam. Baik dari dalam dan luar diri kita. 
Kalau dari dalam bisa saja karena hati yang tidak sering dilatih. Hati tidak dikuatkan dengan bacaan Alquran atau zikir. Makanya, hatinya mudah "panas" atau "overheating".  Akibatnya, berbagai tindakan (aplikasi) yang dijalankan selalu membuat tekanan yang kuat pada diri. Belum lagi penyebab dari luar, misalnya karena makanan haram dan tentunya ulah setan atau Iblis. Ibaratnya virus yang menggerogoti sistem handphone kita.

Masih kata para ustaz, tanda-tanda iman yang "ngedrop" seperti malas beribadah, enggan baca Alquran dan berbuat kebaikan. Selalu saja 1001 alasan untuk tidak melakukan kebaikan sehingga akhirnya tarikan kejahatan-lah yang dipilih. Termasuk juga tidak ada getaran (vibration) ketika disebutkan nama Allah atau menyaksikan kekuasaan-Nya.  Biasa saja tuh.

Iman dengan energi full 100% itu sebenarnya mengayikkan, sama seperti asyiknya kita ketika "menenteng" hanphone dengan baterai full. Dalam keadaan genting, handphone "jadul" dengan full energi lebih kita sukai ketimbang smartphone edisi anyar tapi baterinya drop, bukan?. Soalnya, tidak berguna sih. Tampangnya saja yang keren tapi gak bisa digunakan, buat apa?. Malu-maluin saja. Makanya, pakai tuh Power Bank :)

Berita baiknya. Kita memiliki Power Bank itu. Namanya hati nurani. Selama ini ternyata, kapasitasnya saja yang tidak digunakan secara maksimal. Selama ini, mungkin kita tidak pernah memaksimalkannya ketika melakukan charging. Hanya 0,000000 sekian persen saja. Sisa ruangnya? Terbuang percuma. Tidak pernah diisi. 

Hemat saya, Ramadhan itu adalah bulan untuk mengisi baterai keimanan kita. Mengisi selama satu bulan penuh tanpa henti sebelum nanti digunakan untuk 11 bulan ke depan.

Lalu, kembali kepada pertanyaan judul. Berapa harga Power Bank Iman?
Hehe, ya jelas sangat mahal-lah. Tak terhingga. Memang hati bisa dijual beli?. Hati yang full iman itu harganya mahal. Bahkan seandainya pun ditukar dengan langit seiisinya, kita pasti menolaknya  Wah, dalam banget nih. (Hehehe, belum tahu dia tarikan dunia dan gemerlap perhiasannya)

Meng-charge Power Bank Iman. Caranya?
Silahkan, shutdown berbagai "aplikasi" yang tidak perlu dan hanya memakan energi Ramadhan. Jangan, terlalu banyak cuci mata ke mall atu nonton TV, misalnya. :)
Atau, uninstall saja aplikasi-aplikasi itu. 
Kemudian, kosongkan baterai dari virus. Entah itu, virus stress, marah, kikir, putus asa, iri dengki termasuk dendam dan fitnah. Pakai "antivirus" yang sudah teruji saja, misalnya zikir, membaca Alquran dan menyantuni orang lain. 

Mudah-mudahan, proses pengisian baterai kita di bulan Ramadhan ini maksimal sehingga bisa digunakan di bulan-bulan selanjutnya. Menjadi keberkahan. Amin. Wallahu a'lam..

Post a Comment

0 Comments