Posts

Showing posts from April, 2015

Healing The World: Mungkinkah?

Oleh: M. Ridwan Selasa kemarin, adik-adik dari Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (Fossei) Pusat dan Sumatera Bagian Utara mengadakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN-SU). Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara seperti Bapak Irwan Abdalla yang merupakan pakar investasi syariah sekaligus Kepala Divisi Syariah Bursa Efek Indonesia.  Selain itu juga dihadirkan Bapak Karnil Hidayat, Anggota Dewan Syariah Nasional dan Bapak Suwito dari Panin Asset Management Pusat. Beberapa praktisi sekuritas dan reksadana juga hadir seperti Bapak Benyamin Gunawan yang akrab disapa Pak Ben. Beliau juga adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN-SU sekaligus praktisi di Danareksa yang sangat aktif mengembangkan ekonomi syariah.   Praktisi lain seperti Darmin SE (Panin Sekuritas), Pintor Nasution (BEI Sumut), Yudi Setiawan (Takaful) juga terlihat hadir. Tentunya, kehadiran para guru besar FEBI seperti Bapak Prof. Dr. H. Amiur Nuruddin, ...

Tak Kapok Berhutang: Catatan Tertinggal Dari KAA

Oleh: M. Ridwan Konferensi Asia Afrika 28-24 April 2015 telah usai. Para delegasi dari puluhan negera telah kembali ke negara masing-masing. Membawa senyum sumringah. Bukan saja karena mendapat service yang memuaskan selama mengikuti acara, namun juga mendapatkan souvenir beragam dari Indonesia. Menurut informasi, salah satu souvenirnya adalah liontin bermata akik pancawarna nan rupawan yang ditambang dari tanah Garut, Jawa Barat. Akik ini indah dan mahal. Tingkat kejernihan dan kekerasannya menjadi daya jual yang tinggi. Kendati perbincangan tentang batu akik sangat menarik, tapi saya tidak akan mengupas topik itu di tulisan ini. Biarlah para pakar batu membahasnya.   Mudah-mudahan, nilai jual pancawarna menjadi naik. Saya lebih tertarik melihat KAA dari dimensi lain. Sebagai sebuah ajang bergengsi, KAA diharapkan memberikan banyak pengaruh kepada dunia untuk menjadi lebih baik. Dan ini dimotori oleh negara di Benua Asia dan Afrika.  Perhelatan akba...

Menjadi Bijak Vs Pintar

Oleh: M. Ridwan Materi kuliah subuh hari ini diisi oleh Ustaz Syamsul. Beliau ahli di bidang marketing. Tema ceramahnya biasanya terkait dengan motivasi spiritual, dan ajakan untuk selalu beribadah, berinfaq,   memakmurkan mesjid dan mushalla sampai kepada upaya meningkatkan etos kerja umat. Dengan pengalaman di perbankan syariah dan bisnis yang cukup kaya maka ustaz Syamsul memang tepat menyajikan menu ceramah pagi ini. Penyampaiannya ringkas dan to the point . Sesi ceramah kemudian diteruskan dengan diskusi. Biasanya, para jamaah yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi selalu antusias terlibat mengemukakan pikirannya. Nah, diskusi pagi cukup menarik. Ustaz Syamsul berhasil membawa jamaah untuk mengeryitkan dahi mengamati fenomena negeri ini. Tentunya, dalam pandangan keprihatinan, baik terkait dengan tradisi ibadah individu, sosial ataupun isu-isu aktual terkait sosial, ekonomi dan budaya.  Menurutnya, sebagian besar masyarakat saat ini seperti telah kehila...

Negeri Tidak Ramah Buku (Negeri Gaya-Gayaan 5)

Oleh: M. Ridwan Sentakan halus nan mengena disampaikan oleh seorang penulis kebanggaan Sumatera Utara Abangda DR. Azhari Akmal Tarigan. Sentakan ini disampaikannya ketika menjadi pemateri dalam Pelatihan Penulisan Buku Ajar Fakultas Ekonomi Islam UIN-SU Medan hari Kamis lalu. Para peserta adalah dosen-dosen muda dan senior FEBI. Bang Akmal –demikian panggilan akrab beliau- saat itu memang didaulat menjadi salah satu pemateri di pelatihan ini. Bersama beliau, juga dihadirkan seorang pemateri yang tak kalah hebatnya dalam bidang tulis-menulis yaitu Abangda DR. Iswandi Syahputra, dosen dan penulis aktif dari UIN-Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bukan kebetulan pula, keduanya adalah alumni dari MAPK Padang Panjang juga :) Menurut Bang Akmal dan diperkuat oleh Bang Iswandi, minat menulis para warga negeri ini amat minim bahkan di kalangan perguruan tinggi sendiri. Cukup miris menyaksikan kuantitas hasil karya para dosen dan mahasiswa Indonesia. Kendati ada peningkatan, namun jumlahnya m...

Jika Indonesia Dijual (Negeri Gaya-Gayaan bag. 4)

Oleh: M. Ridwan Misalkan, suatu hari Bill Gates tertarik membeli seluruh tanah di negera ini. Dengan kekayaan sekitar 1.200 trilyun, maka tidak sulit bagi seorang Bill Gates untuk membeli apa saja. Kali ini ia bermaksud untuk membeli Indonesia seluruhnya.   Berapakah tanah yang bisa dia peroleh?. Mari kita hitung. Katakanlah luas seluruh wilayah Indonesia saat ini adalah 1.922.570 km². Kalau dikonversi ke ukuran meter, maka luasnya adalah 1.922.570.000 meter. Sedangkan luas lautan adalah 3.257.483 km² atau seluas 3.257.483.000 meter. Nah, jika satu meter harga tanah dihargai 1 juta rupiah, maka untuk mendapatkan seluruh tanah Indonesia, maka Bill Gates harus mengeluarkan dana sejumlah 1.922 trilyun untuk tanah dan 3.257 trilyun untuk lautan.  Dikarenakan, hartanya “hanya” 1.200 trilyun, maka Bill Gates “hanya” mampu memiliki sekitar 1.200.000.000 meter saja. Sisanya mungkin akan dibeli oleh Carlos Slim Helu dari Meksiko yang memiliki kekayaan sebesar...

Akik Mania or Tulip Mania? : Batu Lokal Yang Berhasrat Menjadi Berlian (Negeri "Gaya-Gayaan" bag. 3)

Oleh: M. Ridwan Indonesia heboh. Kali ini bukan tentang KAA yang akan berlangsung di Jakarta dan Bandung. Bukan pula tentang kisruh elit politik yan tak pernah habisnya atau rencana eksekusi terpidana mati narkoba yang masih diperpanjang. Bukan pula tentang aksi Ahok dan DPRD DKI Jakarta yang selalu menjadi trending topic di media. Berita menghebohkan yang saya maksudkan tidak lain adalah "demam akik" yang melanda seluruh negeri. Menariknya, fenomena terlihat bisa menyatukan berbagai isu heboh lainnya di negeri ini. Batu akik bukanlah hal aneh di negeri ini. Sejak ratusan tahun lalu, batu akik telah dikenal di negeri ini. Para raja dan sultan di berbagai daerah di Indonesia selalu menggunakan akik dalam berbagai seremoni. Akik juga sering diidentikkan dengan ornamen wajib para jawara, dukun, paranormal atau preman-preman berwajah sanggar. Kita juga pasti akrab dengan pelawak Srimulat yang gemar memakai batu akik yaitu Tessy. Itu dulu, namun, berkat medsos d...

Happy Planet Index: Mengukur Kebahagiaan di Planet Bumi

Oleh: M. Ridwan Kuliah Subuh kali ini disampaikan oleh Ustaz Zulkifli Nas. Biasanya, setiap hari Minggu sehabis sholat, mushalla kecil di komplek kami mengadakan kuliah subuh rutin. Kali ini, Ustaz Zulkifli Nas didaulat menjadi pemateri. Wawasan keilmuannya cukup dalam. Maklum, beliau dulu adalah lulusan dari Madrasah Aliyah Program Khusus Padang Panjang dan kini adalah kandidat doktor Hukum Islam UIN-Sumatera Utara. Pengalamannya banyak. Tak heran, beliau juga telah dipercayakan menjadi ketua BKM di komplek kami. Materinya cukup menarik. Pembahasanya mengenai penyebab mengapa banyak orang yang mengalami kegalauan hati. Materinya seputar tafsir ayat 124 dari surat Thaha. “ Siapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit   dan Kami akan mengumpulkannya di akhirat dalam keadaan buta ”. Ayat ini cukup   mengena terutama bagi manusia saat kini. Menurut Ustaz Nas –demikian panggilan akrab beliau-, sikap mengeluh, tertekan, st...