Posts

Showing posts from October, 2015

Love-Based Economy: Kasih Sayang Itu Menjamin Hidup

Pernahkah kita berpikir bahwa setelah bekerja keras kemudian hasil kerja kita justru harus diberikan kepada Baitul Mal untuk dinikmati bersama? Atau, pernahkah Anda membayangkan hidup di sebuah komunitas yang tidak lagi dipusingkan dengan rutinitas kantor di esok hari, tanpa tekanan bos dan boleh memilih pekerjaan apa yang diminati? Dan, kita tidak perlu khawatir bahwa keperluan harian kita tidak terpenuhi asal saja kita saling menyayangi dan berkomimen menjalankan ajaran Islam dengan baik? Lalu, mungkin kita bertanya, kapan waktunya kita menikmati kesenangan dunia dan perhiasannya secara lebih pribadi atau bersama keluarga? Jawaban hal itu berada di perkampungan Majelis Taklim Fardhu 'Ain yang terletak di Desa Telaga Said Kec. Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Kebetulan, saya mendapat kesempatan mengunjungi perkampungan unik ini hari Sabtu ini. Bersama para Jawara riset FEBI, kami meluncur ke sana. Tim dikomandoi oleh Dekan FEBI sendiri yaitu DR. H. Azhari Akmal Tarigan dan DR. Mh...

The Last Blue Sky: Lagi-Lagi Tentang Si Asap

Image
Oleh: M. Ridwan Saya suka warna biru. Apalagi kalau melihat kedalaman lautan. Rasanya, gimana gitu. Setahu saya ada beberapa tokoh dunia yang juga menyukainya, sebut saja   misalnya Abraham Lincoln, Putri Diana atau Walt Disney. Meskipun, kapasitas mereka tentu jauh di atas saya. :) Katanya, biru melambangkan sikap setia dan pemikir mendalam, tapi juga tidak mudah ditebak. Hehe, kok jadi narsis begini? Konteks tulisan saya kali ini tentu tidak bercerita tentang warna-warni, gradasi apalagi lukis-melukis. Oh ya, saya memang menyukai lukisan terutama lukisan alam, kendati sama sekali tidak memiliki keahlian melukis. Nilai saya cuma dapat 7 ketika di sekolah dulu. :) Makanya, saya heran ketika melihat kedua anak perempaun saya kelihatan lebih pintar dari diriku dalam hal lukis-melukis. Kata ummi-nya, itu bakat menurun dari dirinya. uWah,wah,, Kembali kepada si biru. Saya kira, publik Sumatera dan Kalimantan mungkin tidak merasa bahwa ada “keganjilan” alam yang mu...

Unblessed Country: Keberkahan yang Eksodus?

Oleh: M. Ridwan Minggu pagi ini seharusnya menjadi hari yang menggembirakan buat anak-anak di lingkungan perumahan kami. Betapa tidak, hari ini mereka akan mengenakan pakaian baru untuk pelatihan pencak silat. Adalah ustaz Qadri yang memiiki inisiatif untuk mengadakan pelatihan pencak silat ini. Inisiatif ini terlihat cukup berhasil jika dilihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi. Nah, hari ini, mereka seharusnya akan sedikit “bergaya” dengan seragam baru yang “kinclong”, merah membara. Tapi, siapa sangka, asap “kiriman” yang entah dari mana asal muasalnya ini berhasil “membubarkan” rencana bocah-bocah kecil ini. Para orang tua, -termasuk kami- memutuskan untuk meliburkan pelatihan karena dikhawatirkan asap akan membuat masalah bagi kesehatan para “jawara” cilik itu. Raut muka mereka kecewa tentunya, muram. Sama seperti muramnya pagi ini karena kehilangan cahaya mentari yang juga tertutup asap. Pertahanan Sumatera Utara, khususnya Kota Medan ternyata “berhasil” dijebol ol...

Food, War and Economy

Oleh: M. Ridwan Kali ini, saya tertarik berbicara tentang perang. Sejujurnya, saya sangat tidak suka dengan peperangan. Sama seperti Anda, bukan?. Perang selalu membawa kesedihan, penderitaan dan kehancuran. Namun, dikarenakan topik ini selalu menjadi berita dunia, maka tangan inipun tergerak untuk  menuliskannya. Tentu dalam kaitannya dengan ekonomi. Memang, potensi merusak manusia jauh-jauh hari sudah disinyalir dalam Alquran. Sebutan " fasad " atau "zalim" biasanya dikonotasikan dengan aktifitas tersebut. Biasanya, kata " fasad " (rusak) disandingkan dengan kata " ishlah " (memperbaiki). Allah yang Maha Pencipta menciptakan bumi dengan segala isinya dalam bentuk yang paling indah dan terbaik. Ia juga telah menyempurnakan penciptaan semesta termasuk bumi, dan kemudian memberikannya kepada manusia sebagai pemanfaat bumi. Gratis dan bebas. Eunak tenan ya..:) So, bumi diberikan kepada manusia dalam keadaan ready to use . Siap pakai d...

A World Story: Sejarah Sifat Ambisius dan Kedengkian (Refleksi Tahun 1437 H)

Oleh: M. Ridwan Kali ini, saya ingin menggoreskan “keyboard” ini menceritakan tentang dunia. Tentu tulisan ini tidak bisa muluk-muluk   menjanjikan bahwa kisahnya akan selengkap buku sejarah yang pernah ditulis.   Tulisan sekedar saja, kok. Kebetulan, saat ini kita telah berada di tahun 1437 H. Kendati mungkin terlambat, mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan kontribusi dan bahan renungan bersama di tahun 1437 H ini. Usia dunia ini cukup tua. Mungkin sudah jutaan atau milyaran tahun. Para arkeolog berbeda pendapat mengenai hal ini. Yang kita tahu, bahwa nenek moyang manusia pertama -yang memiliki peradaban- hanyalah Adam. Kitab suci Alquran dan beberapa kitab lain banyak menceritakan kisahnya, kendati dalam   cerita yang berbeda. Kita tahu bahwa ketika   prototype Adam akan dibuat, Iblis protes keras kepada Tuhan.   Menurutnya, hardware Adam –yang terbuat dari tanah liat- tidak lebih hebat dari hardware dirinya, yaitu api. Sehingga, kenda...

Salim Kancil: Ketika Keserakahan Menjadi Tuhan

Oleh: M. Ridwan Tragis, begitulah komentar yang diberikan semua warga negeri ini kepada para pelaku pembunuhan Salim Kancil, warga desa Selok Awar-Awar, sebuah desa kecil di Kabupaten Lumajang ini. Rasanya, kejadian ini tidak mungkin terjadi di Indonesia, negeri muslim yang sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan gotong royong ini. Namun, fakta memang menunjukkan hal yang kontras dengan keinginan itu. Saya teringat dengan sebuah ungkapan dari tokoh besar India, Mahatma Gandhi. "Earth can satisfy everyone's needs but not everyone's greed" . Dunia bisa memenuhi seluruh kebutuhan manusia (yang menjadi penghuninya), namun tidak akan pernah bisa memenuhi keserakahan manusia (meski hanya satu orang) . Ungkapan ini seratus persen benar adanya, terlebih setelah melihat kejadian Salim Kancil ini. Betapa tidak, tambang pasir yang menghasilkan keuntungan milyaran rupiah perbulan, telah membuat gelap mata sang kepada desa yang menjadi otak pembunuhan ini, ter...