Ticker

6/recent/ticker-posts

UINSU Menuju World Class University

By: M. Ridwan, MA

Hari ini, FEBI UINSU menggelar acara International Workshop on Islamic Accounting. Kegiatan ini merupakan kerjasama FEBI UINSU khususnya Prodi Akuntansi Syariah dengan IIIT serta IIUM Malaysia.

Kegiatan yang dihadiri utusan berbagai kampus PTN dan PTAIN se-Indonesia termasuk IIUM Malaysia ini merupakan ajang yang cukup bergengsi mengingat IIIT dan IIUM memberikan kepercayaan ini tentu bukan tanpa alasan. Hubungan kita dengan IIUM sebenarnya telah terjalin lama sejak tahun 1993 lalu, ketika The 1st Workshop on Islamic Economics diadakan di IAIN.

Makanya, Tidak berlebihan jika saya katakan bahwa kegiatan ini adalah titik baru dari perjalanan ekonomi Islam di kampus kebanggaan Sumut ini. Hakikatnya, kegiatan ini adalah The 2nd International Workhsop di UINSU. Dan, ini berarti langkah UINSU untuk menunjukkan kiprahnya di ajang internasional semakin terbuka. Kita menuju level apple to apple dengan kampus-kampus seperti IIUM atau mungkin juga Oxford dan Harvard University.

Mungkinkah?
Bagi yang merasa tidak mungkin, maka dengarkanlah kisah ini......

Tahun 2013 lalu, penulis mendapatkan kesempatan mengikuti Islamic Finance Summer School di Durham University, Inggeris. Kegiatan ini adalah salah satu upaya UIN-SU untuk meningkatkan kualitas para dosen untuk menuju World Class University. Ketika itu, satu-satunya yang terlintas di pikiran saya bagaimana perguruan tinggi di Sumut khususnya UINSU secepatnya menjadi perguruan tinggi bertaraf dunia.

Sebagai informasi, tahun 2014 lalu, peringkat PT terbaik dunia masih dipegang oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari AS disusul oleh University of Cambridge (Inggris), Imperial College London (Inggris), Harvard University (AS), dan University of Oxford (Inggris).
Syukurnya, beberapa  PT Indonesia berhasil menyabet posisi 100 besar yaitu Universitas Indonesia (310),  ITB (461), Universitas Gadjah Mada (di atas 701), Universitas Airlangga (di atas 701), Institut Pertanian Bogor (di atas 701), Universitas Diponegoro (di atas 701), Institut Teknologi Sepuluh November (di atas 701) dan Universitas Brawijaya (di atas 701). Ke delapan PT ini terdapat di pulau Jawa.

Kondisi ini mengharuskan PT di Sumut untuk melakukan percepatan mewujudkan world class university di daerah ini.  Potensi  ini sangat terbuka lebar, mengingat Sumut memiliki ratusan perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta.
Ada beberapa kriteria world class university diantaranya adalah komposisi tenaga pendidik bergelar Ph.D sebanyak 40 %, publikasi internasional 2 paper/staff/tahun, jumlah mahasiswa pascasarjana 40% dari total populasi mahasiswa (student body), anggaran riset minimal US$ 1300/staff/tahun, jumlah mahasiswa asing lebih dari 20%, dan penggunaan teknologi informasi (ICT) sebanyak 10 KB/mahasiswa. Kriteria ini mungkin agak sulit dipenuhi untuk beberapa perguruan tinggi di Sumatera Utara, mengingat beberapa PT mungkin masih terbatas anggaran.

Setidaknya, upaya ke arah hal ini harus menjadi prioritas pengelola PT di Sumut. Bayangkan, jika beberapa PT di Sumut berhasil mendapatkan peringkat world class university maka dipastikan prestise dan imej Sumatera Utara akan diperhitungkan di kancah internasional. Keberhasilan ini juga akan mendongkrak keberhasilan pembangunan di daerah ini.
Selain mengejar PT berperingkat dunia, maka perguruan tinggi di Sumut bisa mengejar peringkat Webometrics. Ini adalah perangkat untuk mengukur kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui website universitas. Webometrics dimulai tahun 2004 dan bisa menjadi patokan bagi calon mahasiswa untuk menentukan pilihan universitas terbaik yang dikehendakinya. Webometrics telah melakukan pemeringkatan terhadap 20.000 perguruan tinggi dari 200 negara di dunia. Sebanyak 356 di antaranya adalah perguruan tinggi di Indonesia.

Dari data yang saya peroleh, dari tahun 2008-2011, UGM menyabet posisi terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Disusul oleh ITB dan UI.  UGM kembali menduduki peringkat pertama di tahun 2014, disusul ITB dan UI di peringkat ketiga. Lagi-lagi, PT di pulau Jawa lebih unggul dari daerah lainnya. 
Untuk Sumatera Utara, USU dan UNIMED berhasil masuk ke dalam 100 besar dari ranking webometrics di Indonesia. Secara ranking dunia, USU menempati posisi 2371 dan UNIMED di peringkat 3648. Artinya, PT di Sumatera Utara pada dasarnya juga cukup diperhitungkan di dunia maya. Tentunya, keberhasilan ini harus juga diimbangi dengan keberhasilan dalam upaya peningkatan kualitas di lapangan.
Untuk menuju PT Sumut internasional, maka jalan terbaik tentunya sinerji dan kerjasama yang baik antara berbagai pihak seperti pengelola PT, Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat dan tentu saja masyarakat secara keseluruhan.

Nah, kendati UIN-SU masih seumur jagung, namun obsesi menuju World Class University selalu membara di segenap civitas akademisnya. Dan, kegiatan Internasional Workshop ini bisa menjadi pemicunya. See you tomorrow....

Post a Comment

0 Comments