Posts

HOW GOOD IS YOUR GOOD WILL?

Image
By: M. Ridwan Good Will itu artinya niat baik. Guru ngaji saya bilang, niat itu adalah kunci diterimanya amal ibadah.  Yes, pertanyaan judul di atas layak dipertanyakan kepada setipa warga negeri ini. “Seberapa baik, niat baik kita?”. Terhadap apa?. Tentu saja terhadap EVERYTHING   terkait kehidupan kita di negeri indah bernama Indonesia ini. Bukan karena apa-apa sih. Negeri dengan segudang masalah ini memang harus diperlakukan dengan SANGAT BAIK. Tidak cukup hanya BAIK,lho apalagi kalau TIDAK BAIK. Nah, semua kebaikan untuk negeri ini pasti diawali dengan NIAT YANG SANGAT BAIK. Tanpa itu?, jangan harap permasalahan negeri ini akan hengkang. Niat baik menentukan tindakan kita terhadap negeri ini. Saya ambil contoh, ketika Kurs Rupiah terhadap Dollar Amrik itu anjlok, maka niat baik ini layak dipertanyakan. Misal, apakah para pengusaha yang memarkir Dana Hasil Ekspor di luar negeri itu sudi membawanya ke dalam negeri supaya Rupiah menjadi bertaji?. Apa...

GUBERNUR VERSI 4.0

Image
By: M. Ridwan PILKADA serentak di seluruh Indonesia usai sudah. Tinggal menunggu hasil. Namun, beberapa lembaga Quick Count sudah merilis hasil sementaranya. Biasanya, akurasi QC cukup terpercaya untuk menggambarkan hasil akhir siapa yang berhak menjadi gubernur selama 5 tahun ke depan. Congratulation bagi yang terpilih dan tidak terpilih. Lho? Ya, dalam perspektif Islam, bagi yang terpilih, tentu bersyukur karena diberikan TUHAN amanah untuk memikul tanggung jawab besar atas keberlangsungan hidup sekian juta rakyat di bawahnya. TUHAN tahu bahwa ia mampu mengembannya. Kalau KEPEMIMPINANNYA sukses, maka amal jariyahnya PASTI sangat besar. Gak putus-putus, termasuk bagi TIMSES dan para pemilih. Sebaliknya kalau gagal, dosa jariyah nya juga tak terbilang.   Jadi, ngeri-ngeri sedap. Maka, bagi yang KALAH te ntu juga bersyukur. Tuhan sayang kepadanya. Beban BERAT itu tidak jadi dipikulnya. Mungkin saja nih, TUHAN menganggap ia belum mampu, atau belum punya kesiapan hati jika na...

USTAZ dan PILKADA: DriveR or DriveN?

Image
By: M. Ridwan DRIVER itu artinya pengendali atau yang mengemudikan. Sedangkan DRIVEN berarti yang dikendalikan atau di-stir. Untuk memahaminya, bayangkan saja sebuah mobil yang dikemudikan seorang oleh driver online, misalnya. Menentukan mana DRIVER dan mana DRIVEN, lihat saja SIAPA PEMEGANG KENDALI.. Nah, proses PILKADA yang terjadi saat ini bisa saja memposisikan seorang USTAZ –yang notabene pemuka agama- sebagai DRIVER atau bahkan DRIVEN. Lalu, bagaimana menentukannya? Mudah sih.   Kalau keberadaan sang ustaz sebagai PANUTAN bagi calon dan TIMSES yang bertanding, atau ia diposisikan sebagai RUJUKAN, dimana kata-katanya didengar dan DIPATUHI, maka otomatis posisinya adalah "USTAZ yang DRIVER" atau USTAZ PENGENDALI. Sehingga, kalau ia mengatakan “TIDAK” atau “JANGAN” maka tak seorang pun yang berani membantah. Baik CALON atau TIMSES. Mereka segan kepadanya. Takut kena KARMA atau KUALAT. JEMPOLAN lah. Sebaliknya, kalau seorang USTAZ justru dikendalikan ...

LOW STANDARD COUNTRY?  (Bag. 1)

Image
By: M. Ridwan Syawal sendiri artinya PENINGKATAN. So, momen Bulan Syawal 2018 bisa menjadi titik balik negeri ini untuk GETTING BETTER, menjadi lebih baik, tentunya. Kalau ditanya, peningkatan apa yang harus dilakukan warga negeri ini?. Saya kira, tentunya, peningkatan STANDAR HIDUP ( living standard ) dalam semua kehidupan berbangsa. Baik itu mencakup aspek ekoomi,sosial, buadaya, politik dan tentunya pengamalan agama. Mari kita bedah secara ringkas.. Dalam aspek ekonomi, standard hidup suatu negara itu menentukan apakah suatu negara masuk dalam kategori miskin, kaya atau terkebelakang. Bagaimana cara menaikkan standard hidup dalam perspektif ekonomi ?. Simpel. Perbanyak saja produksi barang dan jasa. Perbanyak ekspor dan menambah nilai tambah. Jadi, yang diekspor bukan barang mentah semata. Kalau masih gemar mengekspor barang mentah, itu namanya LOW STANDAR, standar rendahan. Itu tipikal negara baru berkembang, banget . Apalagi kalau aktifitas impornya lebih banyak, khususnya ...

MUDIK 2018: GETTING OLDER: Past, Present dan Future

Image
By: M. Ridwan MUDIK yang dilakukan selama LEBARAN 2018 ini pasti memberikan cerita masing-masing. Ada momen kebersamaan, mengenang masa lalu, membincangkan masa kini dan menebak masa depan. Macem-macem. Bukti ini biasa dilihat dari berbagai posting dan photo yang berseliweran di jagad medsos. Keren…. Tentunya, CERITA tentang DUIT juga tak dapat dilepaskan.  Kata teman, ada hubungan antara uang THR dan topik silaturahmi. Katanya, kalau uang di kantong masih banyak, semangat silaturahim pasti tinggi. Pinginnya merayap terus. Sebaliknya, jika dompet menipis, kegalauan mulai terjadi. Silaturahim mulai terganggu. Bahkan, ada yang stress dan dilanda depresi. PInginnya cepat balik. Hehe, benar atau salah ya? Kalaupun itu terjadi, kita ambil sisi positifnya saja. Apa itu?. Ternyata, masyarakat Indonesia memang memiliki GIVING HABIT yang tinggi. Semangat memberi dan membahagiakan orang lain warga negeri ini patut dibanggakan. Sampai-sampai, pernah diberitakan, seorang KR...

1 SYAWAL 2018: BETWEEN HOLY AND PITY

Image
By: M. Ridwan Pagi ini, senandung takbir berkumandang di segenap penjuru dunia. Takbir artinya MEMBESARKAN NAMA ALLAH. Ini adalah ungkapan dari seorang HAMBA untuk menunjukkan bahwa dirinya LEMAH di hadapan PENCIPTA. Takbir yang dilafalkan berulang-ulang akan mendatangkan ketenangan, kesyahduan, naiknya spiritualitas dan tentunya menghilangkan AROGANSI DIRI atas dasar apapun. Takbir salah wujud KEUNIKAN ajaran Islam. TUHAN telah mendesain sedemikian rupa, supaya NAMA-NYA dikumandangkan secara MASIF dan SISTEMATIS oleh manusia. Kalaulah bukan berasal dari TUHAN YANG SEBENAR-nya, mana mungkin ada tatacara PENG-AGUNGAN TUHAN seperti TAKBIR ini, bukan?. Lihat pula TAKBIR di dalam AZAN atau seruan melaksanakan sholat setiap waktunya. Azan juga UNIK. Dikarenakan adanya perbedaan waktu dunia berdasarkan Zonasi POSISI LINTANG dan BUJUR nya, maka dipastikan AZAN akan terus disenandungkan setiap detiknya. Misal, setelah satu wilayah selesai mengumandangkan AZAN, maka akan disambung den...

#Day 29 Seri Ramadhan 2018: THE POWER OF LOVE dan ENCENG GONDOK

Image
By: M. Ridwan SETAN tidak suka apabila PERSAUDARAAN itu tercipta. Sangat tidak suka. Mereka berupaya keras agar PERMUSUHAN selalu terjadi. Alasannya beragam. Bisa saja karena perbedaan RAS dan ETNIS, merasa superior. Bisa karena perbedaan keyakinan atau AGAMA, beda PILIHAN POLITIS atau bisa juga karena perebutan LAHAN BISNIS dan HARTA. Setan selalu kreatif menciptakan alasan MASUK AKAL supaya PERMUSUHAN dan KEBENCIAN itu TUMBUH SUBUR. Misal, membuat permusuhan gara-gara sebuah berita hoaks di MEDSOS ya..?. Kalaupun ada PERSAUDARAAN, maka setan berupaya supaya IKATAN CINTA KASIH itu RAPUH dan GOYAH. Menjadikannya ibarat   ENCENG GONDOK. Indah di permukaan, namun tak punya AKAR yang KUAT.   Kelihatan RAMAI dan BANYAK, namun akan SIRNA dihantam GELOMBANG. Maka, persaudaraan atas NAMA IMAN adalah pilihan PERTAMA. Orang BERIMAN itu BERSAUDARA. Melebihi persaudaraan kandung SE-AYAH iBU. Ia ibarat SATU TUBUH, sakit satu, sakit semua. Tidakkah itu AJARAN yang KEREN BANGE...