By: M. Ridwan
SETAN tidak suka apabila PERSAUDARAAN itu
tercipta. Sangat tidak suka. Mereka berupaya keras agar PERMUSUHAN selalu
terjadi. Alasannya beragam. Bisa saja karena perbedaan RAS dan ETNIS, merasa
superior. Bisa karena perbedaan keyakinan atau AGAMA, beda PILIHAN POLITIS atau
bisa juga karena perebutan LAHAN BISNIS dan HARTA. Setan selalu kreatif menciptakan
alasan MASUK AKAL supaya PERMUSUHAN dan KEBENCIAN itu TUMBUH SUBUR. Misal,
membuat permusuhan gara-gara sebuah berita hoaks di MEDSOS ya..?.
Kalaupun ada PERSAUDARAAN, maka setan
berupaya supaya IKATAN CINTA KASIH itu RAPUH dan GOYAH. Menjadikannya ibarat ENCENG GONDOK. Indah di permukaan, namun tak
punya AKAR yang KUAT. Kelihatan RAMAI
dan BANYAK, namun akan SIRNA dihantam GELOMBANG. Maka, persaudaraan atas NAMA
IMAN adalah pilihan PERTAMA. Orang BERIMAN itu BERSAUDARA. Melebihi persaudaraan
kandung SE-AYAH iBU. Ia ibarat SATU TUBUH, sakit satu, sakit semua. Tidakkah
itu AJARAN yang KEREN BANGET?
Maka, apapun “RASA PERMUSUHAN” yang telah
KITA LAKONI, apapun ALASAN LOGIS yang kita munculkan di pikiran dan hati ini,
maka “SEHARUSNYA”, setelah RAMADHAN 2018 ini berakhir, PERMUSUHAN itu harus
berakhir. Permusuhan kepada SIAPAPUN dan atas NAMA apapun harus musnah. Apalagi
permusuhan antar SAUDARA SEIMAN.
RASA PERMUSUHAN itu sangat TIDAK PRODUKTIF.
Biayanya TINGGI dan akan menghancurkan semua POTENSI dan SUMBER DAYA MANUSIA yang
kita miliki. Ia akan memakan TAQWA. Ibarat API yang membakar POHON KERING. So,
JANGAN SUKA bermain “KOREK API”. Memprovokasi orang supaya bermusuhan.
LAWAN dari PERMUSUHAN adalah CINTA dan
KASIH SAYANG. Menyayangi orang lain itu adalah AMALAN PARA WALI. Ini amalan
yang memang BERAT, namun GANJARANNYA juga “BERAT”. Soalnya, bagi siapaun yang
INGIN MASUK SURGA, maka ia harus memastikan PUNYA KEBIASAAN penghuni SURGA. Apa
itu? Jawabannya, “ MENGHILANGKAN KEBENCIAN…!!!”
Artinya, kalau tidak terbiasa MENGHILANGKAN
KEBENCIAN, takutnya NANTI GAK TERBIASA dengan AMALAN PENDUDUK SURGA yang penuh
CINTA KASIH. Masksudnya, gak bakalan masuk surga sih. Logis bukan?
Lalu, apakah TIDAK BOLEH MEMBENCI?
Alquran menyebut, kebencian itu diperbolehkan
terhadap KEKUFURAN. Kufur itu macem-macem. Intinya tertutupnya hati dari
kebenaran. Orangnya disebut KAFIR. Meskipun dibenci, namun kalau ketemu orang “KAFIR”
harus diajak ke jalan TERBUKA secara persuasif. Diajak dengan cinta kasih. Bukan
lantas diperangi. Makanya, ketika kaum kafir melempari Rasul dengan batu, Rasul
menolak TAWARAN Jibril untuk melemparkan gunung kepada mereka. Rasul hanya berdoa,
supaya mereka mendapat hidayah. “Mereka ITU TIDAK TAHU, berilah mereka PETUNJUK
YA ALLAH” demikian ungkapan rasul. Apa yang dilakukan rasul bukan menunjukkan
kelemahan. Itu adalah KEAGUNGAN AKHLAK. Hal itu yang MEMBUAT ISLAM menyebar ke
penjuru ALAM.
Apakah kita akan melakukan HAL YANG SAMA
kalau berada pada KONDISI RASUL?
Apapun alasannya, KEBENCIAN itu MENYAKITKAN
HATI. Ia akan melahirkan SAKIT TURUNAN seperti TAKABBUR, IRI DENGKI, ‘UJUB, dan
FITNAH, meskipun di awali dengan “NIAT BAIK”. Istilahnya FUJUR. Coba lihat
status dan komen di MEDSOS warga negeri ini, jelang PILKADA dan PILPRES itu. Dalam
penghilatan saya sih, CINTA KASIH-nya SIRNA. Apakah penglihatan ada masalah?
Lawan dari FUJUR adalah TAQWA. Taqwa adalah
OUTPUT RAMADHAN 2018 ini. Ini adalah indikator minimal yang bisa kita rasakan. Hakikatnya HANYA ALLAH yang TAHU.
So, RAMADHAN tanpa MELAHIRKAN cinta kasih
itu RUGI banget. Tiada guna LAPAR dan DAHAGA jika AMARAH HATI tak terjaga.
Sia-sia bukan?. Nothing lah..
Indonesia PENUH CINTA KASIH itu sesuatu
banget. Indah dan menyenangkan. Kalau CINTA dan KASIH tersebar, insyallah,
penduduk SURGA TERBANYAK, nantinya MUNGKIN saja berasal dari NEGERI tercinta
ini, why not?. Amin
SELAMAT MENEBARKAN ajaran CINTA KASIH bernama
ISLAM. Selamat MEMADAMKAN PERMUSUHAN.
Taqabllahu minna wa minkum. Minal ‘Aidin
Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir Batin.
Wallahu a’lam.


0 Comments