By: M. Ridwan
MUDIK yang dilakukan selama LEBARAN 2018 ini pasti memberikan cerita masing-masing. Ada momen kebersamaan, mengenang masa lalu, membincangkan masa kini dan menebak masa depan. Macem-macem. Bukti ini biasa dilihat dari berbagai posting dan photo yang berseliweran di jagad medsos. Keren….
Tentunya, CERITA tentang DUIT juga tak dapat dilepaskan.
Kata teman, ada hubungan antara uang THR dan topik silaturahmi. Katanya, kalau uang di kantong masih banyak, semangat silaturahim pasti tinggi. Pinginnya merayap terus. Sebaliknya, jika dompet menipis, kegalauan mulai terjadi. Silaturahim mulai terganggu. Bahkan, ada yang stress dan dilanda depresi. PInginnya cepat balik. Hehe, benar atau salah ya?
Kalaupun itu terjadi, kita ambil sisi positifnya saja.
Apa itu?. Ternyata, masyarakat Indonesia memang memiliki GIVING HABIT yang tinggi. Semangat memberi dan membahagiakan orang lain warga negeri ini patut dibanggakan. Sampai-sampai, pernah diberitakan, seorang KRIMINAL di sebuah kota BERAKSI demi untuk mendapatkan uang untuk dibawa pulang kampung. Ia ingin memberikan kebahagiaan kepada keluarganya. Aneh ya..?, Niatnya sangat MULIA tapi sangat carabta SALAH KAPRAH. Soalnya, dia mau berbagi KEBAHAGIAAN dengan keluarganya namun tega MERENGGUT kebahagiaan keluarga orang lain. Kacau bin gawat.
Mudik juga memberi pelajaran bahwa manusia itu mengalami GETTNG OLDER alias MENUA. Semakin banyak mudik yang kita alami, pertanda bahwa kita semakin TUA, lho.
Tak terasa, anak-anak semakin besar dan DEWASA. Satu persatu keluarga yang dicintai meninggalkan dunia. Sebagian lain membentuk keluarga sendiri. Sebagian kita, tiba-tiba, MENJADI SUNYI dan SENDIRI lagi.
Maka, MUDIK memberi pelajaran kepada manusia tentang PAST, PRESENT dan FUTURE. Mirip TENSES dalam bahasa Inggeris. Ada kenangan MASA LALU, ada cerita kebahagiaan MASA KINI dan tentunya ketidakpastian MASA DEPAN.
Kita TERTAWA mengenang keindahan masa lalu, TESENYUM melihat foto-foto jadul di album tua keluarga dan berkaca-kaca mendengar cerita mereka yang telah mendahului kita.
Di moment mudik, kita mungkin menceritakan pekerjaan, keberhasilan dan tantangannya. Hiruk pikuk dunia dan godaannya. Kita mungkin menceritakan kehidupan keluarga, tentang anak-anak yang semakin tumbuh besar dan tentunya CURRENT ISSUES di negeri ini. Termasuk isu POLITIK dan PIALA DUNIA 2018. Seru..
Tentunya, pada saat mudik, kita pun mendiskusikan MASA DEPAN. Perasaan khawatir dan ketidakpastian. Harap-harap cemas dan praduga. Biasanya, kekhawatiran dan kecemasan yang paling terasa. Bagaimana masa depan keluarga, kampung halaman atau negeriku?
Kemarin, saya ketemu seorang ibu. Menurutnya, jumlah kendaraan pribadi di negeri ini sudah cukup mengkhawatirkan. Ceritanya, ia terjebak kemacetan berjam-jam ketika mudik. Ketika bersilaturahim iapun terjebak macet. Ia ingin pemerintah membatasi kepemilikan kendaraan pribadi karena ia tidak ingin anak cucunya kelak menghirup CO2 terlalu banyak. Bahkan, ia ingin pindah saja ke negeri lain yang peduli dengan polusi udara. Negeri seperti Belanda atau Finlandia yang suka bersepeda. Wah, pikirannya futuristik..tentunya patut dicermati.
Masih banyak cerita di balik MUDIK. Misalnya, beberapa PEMKO di negeri ini, bersiap menyambut arus balik. Denger-denger, mereka khawatir, URBANISASI meningkat yaitu pertambahan penduduk kota. Pesona kota memang memikat. Analis ekonomi menyebutkan bahwa ini pertanda ada masalah ekonomi di desa?. Who knows?…Apakah mungkin orang desa pingin mengikuti trend MUDIK juga?
Apapun yang terjadi dengan MUDIK kita. Apapun cerita di balik TAWA dan TANGIS yang terjadi di baliknya. Semua ini tentu harus di-SYUKURI. Berbahagia karena TUHAN masih memperkenankan kita menikmati momen mudik kali ini. Once more time…Next year?
Berapapun mudik yang telah kita alami, maka WAKTU tak akan pernah bisa berulang. Kita harus menerima kenyataan bahwa usia memang SEMAKIN MENUA. Masa lalu tak akan pernah bisa kembali. Di hadapan kita masa depan menunggu. Namun, pastinya, yang NYATA adalah masa kini.
So?
Kata orang bijak, jadikan masa lalu sebagai pelajaran. LAKUKAN HAL TERBAIK pada MASA KINI dan jadikan MASA Depan sebagai ARAH bertindak dan bergerak. Moga terwujud. Amin.
Kata orang bijak, jadikan masa lalu sebagai pelajaran. LAKUKAN HAL TERBAIK pada MASA KINI dan jadikan MASA Depan sebagai ARAH bertindak dan bergerak. Moga terwujud. Amin.
Happy Eid Mubarak…Selamat Balik Mudik…
Wallahu a’lam
Wallahu a’lam


0 Comments