Ticker

6/recent/ticker-posts

USTAZ dan PILKADA: DriveR or DriveN?


By: M. Ridwan

DRIVER itu artinya pengendali atau yang mengemudikan. Sedangkan DRIVEN berarti yang dikendalikan atau di-stir. Untuk memahaminya, bayangkan saja sebuah mobil yang dikemudikan seorang oleh driver online, misalnya. Menentukan mana DRIVER dan mana DRIVEN, lihat saja SIAPA PEMEGANG KENDALI..

Nah, proses PILKADA yang terjadi saat ini bisa saja memposisikan seorang USTAZ –yang notabene pemuka agama- sebagai DRIVER atau bahkan DRIVEN. Lalu, bagaimana menentukannya?

Mudah sih. 

Kalau keberadaan sang ustaz sebagai PANUTAN bagi calon dan TIMSES yang bertanding, atau ia diposisikan sebagai RUJUKAN, dimana kata-katanya didengar dan DIPATUHI, maka otomatis posisinya adalah "USTAZ yang DRIVER" atau USTAZ PENGENDALI. Sehingga, kalau ia mengatakan “TIDAK” atau “JANGAN” maka tak seorang pun yang berani membantah. Baik CALON atau TIMSES. Mereka segan kepadanya. Takut kena KARMA atau KUALAT. JEMPOLAN lah.

Sebaliknya, kalau seorang USTAZ justru dikendalikan SANG CALON atau TIMSESnya. Atau, sang USTAZ cuma MANGUT dan YESS BOSS kepada CALON atau TIMSES, entah karena alasan LOGIS dan MANUSIAWI, otomatis ia adalah "USTAZ yang DRIVEN", Ustaz yang dikendalikan.
Seorang USTAZ adalah penyampai kebenaran. Kalau kata-katanya tak didengar, atau ia tidak dilibatkan MEMASUKKAN NILAI AGAMA ke dalam proses kompetisi, apa gunanya? Ia hanya menjadi PELENGKAP PENDERITA saja, right?. Apalagi, kalau posisi USTAZ “HANYA” diposisikan sebagai MARKETER, SALES atau JURU KAMPANYE, itu sih lebih TRAGIS banget. Level nya JATUH banget.

Tapi, saya yakin, tidak ada USTAZ yang seperti itu dalam proses PILKADA di negeri ini. Saya tetap HUSNUZZAN bahwa para USTAZ yang terlibat dalam proses PILKADA saat ini –dimanapun berada- tetap MEMEGANG TEGUH komitmennya sebagai PEMBERI CAHAYA UMAT yang dibuktikan dengan SIAP MENYAMPAIKAN SESUATU YANG PAHIT kepada CALON yang bertanding dan TIMSES-nya. Hidup mereka digenggeman Allah kok, bukan manusia. Jadi, gak bakalan ada istilah TERMAKAN BUDI, atau TERMAKAN JASA, right? 

Saya miris saja sih.

Soalnya, beberapa minggu ini mendapat info dan BROADCASTING nama-nama USTAZ yang di-BLACK list karena “kataya” dianggap PRO kepada salah satu calon yang dianggap tidak menjadi representasi umat ISLAM . Bagi saya itu, itu TRAGIS. Bukan terkait materi BLACK LIST itu. Allah dan Rasul-nya pasti lebih tahu kapasitas seorang manusia.  Manusia hanya berikhtiar dengan PENILAIAN mereka yang mungkin salah or benar. 
Namun terkait betapa mudahnya PARA USTAZ dikotak-kotakan, itu MIRIS banget. Pertanyaan, WHY? Kok bisa?. Kok tega ya?

Jawabannya ya, karena posisi DRIVER atau DRIVEN tadi.
Kalau USTAZ nya menjadi DRIVER, maka pasti gak bakalan ada orang dengan MUDAH mengkotak-kotakkan mereka.
Kalau ustaznya DRIVER, mereka-lah yang mengendalikan para CALON dan TIM yang sedang bertanding. Kalau mereka BERWIBAWA, para TIMSES pasti takut kepada mereka jika BERANI menggunakan SEGALA CARA. Ustaz gitu, lho..

Ustaz yang DRIVER itu mungkin berkata, “KALAU KALIAN tetap MENGGUNAKAN CARA-CARA NGAK BENAR, kami tidak akan MENDUKUNG kalian. Kalau kalian tidak berkomitmen kepada KEBENARAN dan Keadilan,  sebelum dan sesudah TERPILIH, maka kami akan berbalik MENJATUHKAN kalian. Wong, kami bukan mendukung kalian secara pribadi, kami mendukung kalian karena komitmen kepada KEBENARAN, KEADILAN, dan KOMITMEN KETUHANAN.”  Kalau ustaznya seperti ini, mantap bukan?

Sebaliknya, kalau USTAZ-nya DRIVEN, pasti dia gak bakalan mampu melakukan itu. AMAR MA’RUF NAHI munkar yang dilakukannya PASTI SILENT saja. Disimpan di dalam hati. Bisa-bisa malah KAGAK berani. Wong, ia sudah terpaut secara personal. Jadi susah untuk objektif. Wibawanya bisa saja jatuh dan DIJENGKALI. Bayangkan apa yang terjadi pasca PILKADA?. Ustaz yang DRIVEN ini bakal ditinggalkan umat. Mungkin sih ia memiliki KOMPTENSI dan prasyarat sebagai seorang USTAZ, namun karena mudah menjadi DRIVEN ketimbang DRIVER, umat akan memilih yang berkomitmen. Sayang sekali bukan?…

Maaf ya,,,

Saya tidak MENUNJUK SATU ATAU DUA USTAZ lho. Saya juga tidak bermaksud untuk satu kubu tertentu. Tulisan ini untuk SEMUA USTAZ yang merasa TERLIBAT dalam PROSES PILKADA di negeri ini. Dimanapun berada.

USTAZ adalah TIMSES nya TUHAN untuk menyebarkan AJARAN-NYA supaya manusia saling berkasih sayang. Ustaz adalah TIMSES ajaran RASUL yang mungkin telah banyak DIABAIKAN orang. So, Ustaz itu bukan SEKEDAR memenangkan satu CALON untuk meraih KEKUASAAN. Ustaz ITU MILIK UMAT, lho. Ia akan menjadi GARANSI jika calon yang didukungnya kelak TIDAK AMANAH. IA akan dimintai pertanggung jawaban ketika KEKUASAAN yang didukungnya tidak AMANAH dan JUSTRU menentang ajaran TUHAN. So, masih berani untuk menjadi ustaz yang DRIVEN?

Moga kita semua dibimbing oleh ALLAH SWT. Moga para USTAZ di negeri ini TETAP MENJADI USWATUN HASANAH bagi masyarakat, menjadi MILIK UMAT dan sumber KEPERCAYAAN mereka. ADA atau TIDAK ada PILKADA, SEBELUM atau SESUDAH-nya, USTAZ tetap DIPERCAYA UMAT, selamanya. Saya yakin itu. Insyallah. Amin.
YUK MENJAGA PARA USTAZ....

Wallahu a’lam






 

Post a Comment

0 Comments