By: M. Ridwan
DRIVER itu artinya pengendali atau yang
mengemudikan. Sedangkan DRIVEN berarti yang dikendalikan atau di-stir. Untuk
memahaminya, bayangkan saja sebuah mobil yang dikemudikan seorang oleh driver
online, misalnya. Menentukan mana DRIVER dan mana DRIVEN, lihat saja SIAPA
PEMEGANG KENDALI..
Nah, proses PILKADA yang terjadi saat ini bisa
saja memposisikan seorang USTAZ –yang notabene pemuka agama- sebagai DRIVER atau
bahkan DRIVEN. Lalu, bagaimana menentukannya?
Mudah sih.
Kalau keberadaan sang ustaz sebagai PANUTAN
bagi calon dan TIMSES yang bertanding, atau ia diposisikan sebagai RUJUKAN, dimana
kata-katanya didengar dan DIPATUHI, maka otomatis posisinya adalah "USTAZ yang DRIVER"
atau USTAZ PENGENDALI. Sehingga, kalau ia mengatakan “TIDAK” atau “JANGAN” maka tak
seorang pun yang berani membantah. Baik CALON atau TIMSES. Mereka segan kepadanya. Takut kena KARMA atau KUALAT. JEMPOLAN lah.
Sebaliknya, kalau seorang USTAZ justru
dikendalikan SANG CALON atau TIMSESnya. Atau, sang USTAZ cuma MANGUT dan YESS
BOSS kepada CALON atau TIMSES, entah karena alasan LOGIS dan MANUSIAWI, otomatis
ia adalah "USTAZ yang DRIVEN", Ustaz yang dikendalikan.
Seorang USTAZ adalah penyampai
kebenaran. Kalau kata-katanya tak didengar, atau ia tidak dilibatkan MEMASUKKAN NILAI AGAMA ke dalam proses kompetisi, apa gunanya? Ia hanya menjadi PELENGKAP
PENDERITA saja, right?. Apalagi, kalau posisi USTAZ “HANYA” diposisikan sebagai MARKETER, SALES atau JURU KAMPANYE, itu sih lebih TRAGIS banget. Level nya JATUH
banget.
Tapi, saya yakin, tidak ada USTAZ yang
seperti itu dalam proses PILKADA di negeri ini. Saya tetap HUSNUZZAN bahwa
para USTAZ yang terlibat dalam proses PILKADA saat ini –dimanapun berada- tetap
MEMEGANG TEGUH komitmennya sebagai PEMBERI CAHAYA UMAT yang dibuktikan dengan SIAP
MENYAMPAIKAN SESUATU YANG PAHIT kepada CALON yang bertanding dan
TIMSES-nya. Hidup mereka digenggeman Allah kok, bukan manusia. Jadi, gak bakalan ada istilah TERMAKAN BUDI, atau TERMAKAN JASA, right?
Saya miris saja sih.
Soalnya, beberapa minggu ini mendapat info
dan BROADCASTING nama-nama USTAZ yang di-BLACK list karena “kataya” dianggap
PRO kepada salah satu calon yang dianggap tidak menjadi representasi umat ISLAM . Bagi saya itu, itu TRAGIS. Bukan terkait materi BLACK LIST
itu. Allah dan Rasul-nya pasti lebih tahu kapasitas seorang manusia. Manusia hanya berikhtiar dengan PENILAIAN mereka yang mungkin salah or benar.
Namun terkait betapa mudahnya PARA USTAZ dikotak-kotakan, itu MIRIS banget. Pertanyaan, WHY?
Kok bisa?. Kok tega ya?
Jawabannya ya, karena posisi DRIVER atau
DRIVEN tadi.
Kalau USTAZ nya menjadi DRIVER, maka pasti gak bakalan ada orang dengan MUDAH mengkotak-kotakkan mereka.
Kalau ustaznya DRIVER,
mereka-lah yang mengendalikan para CALON dan TIM yang sedang bertanding. Kalau mereka
BERWIBAWA, para TIMSES pasti takut kepada mereka jika BERANI menggunakan SEGALA
CARA. Ustaz gitu, lho..
Ustaz yang DRIVER itu mungkin berkata,
“KALAU KALIAN tetap MENGGUNAKAN CARA-CARA NGAK BENAR, kami tidak akan MENDUKUNG
kalian. Kalau kalian tidak berkomitmen kepada KEBENARAN dan Keadilan, sebelum dan sesudah TERPILIH, maka kami akan
berbalik MENJATUHKAN kalian. Wong, kami bukan mendukung kalian secara pribadi,
kami mendukung kalian karena komitmen kepada KEBENARAN, KEADILAN, dan KOMITMEN KETUHANAN.” Kalau ustaznya seperti ini, mantap bukan?
Sebaliknya, kalau USTAZ-nya DRIVEN, pasti dia
gak bakalan mampu melakukan itu. AMAR MA’RUF NAHI munkar yang dilakukannya
PASTI SILENT saja. Disimpan di dalam hati. Bisa-bisa malah KAGAK berani. Wong,
ia sudah terpaut secara personal. Jadi susah untuk objektif. Wibawanya bisa
saja jatuh dan DIJENGKALI. Bayangkan apa yang terjadi pasca PILKADA?. Ustaz
yang DRIVEN ini bakal ditinggalkan umat. Mungkin sih ia memiliki KOMPTENSI dan
prasyarat sebagai seorang USTAZ, namun karena mudah menjadi DRIVEN ketimbang
DRIVER, umat akan memilih yang berkomitmen. Sayang sekali bukan?…
Maaf ya,,,
Saya tidak MENUNJUK SATU ATAU DUA USTAZ
lho. Saya juga tidak bermaksud untuk satu kubu tertentu. Tulisan ini untuk
SEMUA USTAZ yang merasa TERLIBAT dalam PROSES PILKADA di negeri ini. Dimanapun
berada.
USTAZ adalah TIMSES nya TUHAN untuk
menyebarkan AJARAN-NYA supaya manusia saling berkasih sayang. Ustaz adalah
TIMSES ajaran RASUL yang mungkin telah banyak DIABAIKAN orang. So, Ustaz itu bukan
SEKEDAR memenangkan satu CALON untuk meraih KEKUASAAN. Ustaz ITU MILIK UMAT,
lho. Ia akan menjadi GARANSI jika calon yang didukungnya kelak TIDAK AMANAH. IA
akan dimintai pertanggung jawaban ketika KEKUASAAN yang didukungnya tidak
AMANAH dan JUSTRU menentang ajaran TUHAN. So, masih berani untuk menjadi ustaz
yang DRIVEN?
Moga kita semua dibimbing oleh ALLAH SWT.
Moga para USTAZ di negeri ini TETAP MENJADI USWATUN HASANAH bagi masyarakat,
menjadi MILIK UMAT dan sumber KEPERCAYAAN mereka. ADA atau TIDAK ada PILKADA,
SEBELUM atau SESUDAH-nya, USTAZ tetap DIPERCAYA UMAT, selamanya. Saya yakin itu. Insyallah. Amin.
YUK MENJAGA PARA USTAZ....
Wallahu a’lam


0 Comments