Posts

Like or Dislike

Image
By: M. Ridwan Akhirnya, yang saya khawatirkan terjadi. Saling serang dan mengadu ke aparat kepolisian terjadi. Setelah Ahok dilaporkan ke polisi atas sangkaan penistaan agama, kini Habib Rizzieq juga dilaporkan dengan kasus yang sama. Saya tidak dapat membayangkan jika, semakin hari akan semakin banyak masyarakat melakukan hal serupa, pastilah pekerjaaan warga negeri ini ke depan ya  tidak lain hanyalah saling melaporkan, saling serang di medsos, bahkan bisa berujung kepada perpecahan dan disitegrasi bangsa. Bangsa yang "hebat" ya?. Permasalahan primordial dan SARA memang selalu mampu menjadi biang kerok. Namun, menjadi bangsa yang besar itu memerlukan banyak latihan. Indonesia harus melewati proses ini menuju kematangan. Semua negera besar mengalami proses ini. Bahkan, negera besar yang sudah dianggap matang-pun belum tentu bisa melepaskan diri dari permasalahan primordial dan SARA. Katakalah, Amerika yang sampai saat ini masih belum bisa dianggap fair dalam menyik...

To be a HIM: High Impact Muslim

Image
By: M. Ridwan HIM itu singkatan dari High Impact Muslim , atau Muslim yang Memiliki Impact/Pengaruh yang Tinggi. Untuk selanjutnya saya menggunakankan kata HIM saja ya. Istilah ini terbersit ketika saya bertemu dengan beberapa orang yang menurut saya memiliki impact atau pengaruh besar di lingkungannya dan tentunya kepada diri saya sendiri. Menariknya, secara kasat mata, mereka mungkin saja adalah nobody , bukan siapa-siapa dalam kacamata manusia kini. Ada di antara mereka yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar dengan pangkat rendah dan tentunya gaji yang rendah Ada perempuan berdedikasi yang mengajar anak-anak mengaji dengan dengan bayaran yang hampir gratis. Ada petugas cleaning service yang setiap hari dengan setia menyapu ruangan kantor. Ada para ustaz kelas "kampung" yang dengan setia berdakwah dengan sepeda motor bututnya, dan tentunya tidak pernah mematok tarif seperti para artis.  Ada para ibu rumah tangga yang dengan setia dan ikhlas mendidik anak, ta...

Mari'e Muhammad: The Pride of Nation Itu Telah Tiada

Image
By: M. Ridwan Berita duka bergayut di persada negeri. Mari'e Muhammad, sang Mr Clean itu telah tiada. Siapa yang tidak mengenal sosoknya yang sering lugas dan tegas berbicara. Dan tentunya bersih dari prilaku koruprif. Perkenalan saya dengan dirinya termasuk unik. Sekitar tahun 2010 lalu. Saat itu saya  mengisi khutbah Jumat di Bank Mega dimana beliau adalah salah seorang komisarisnya.  Materi yang saya sampaikan cukup sederhana yaitu tentang The Pride of God, menjadi hamba kebanggan Tuhan. Kupasannya terkait kiat menyikapi rejeki halal, management keuangan Islami dan tentunya bagaimana menyikapi problem finansial dan moral hazard di negeri ini. Maklum, para jamaah adalah kalangan bankir dan praktisi keuangan. Inti khutbah,jika kita berdedikasi menjadi hamba kebanggaan Allah, maka dipastikan juga kita bisa menjadi pribadi kebanggan negeri. The Pride of Nation. Menjadi hamba Tuhan itu bisa diperankan oleh siapa saja khususnya para praktisi dengan berdedikasi ...

November, 4, 2016: Ketika Alquran Menarik Jiwa Anak Negeri

Image
By: M. Ridwan Demo 4 November kemarin akhirnya terjadi juga. Kisah ini tentunya sudah tercatat di Lauhil Mahfuz. Itu takdir negeri hijau bernama Indonesia ini dan tentunya menjadi bagian dari cerita kehidupan anak negeri, siapapun dia, bukan hanya untuk Ahok atau Jokowi. Bagi sebagian besar warga muslim negeri ini, demo kemarin tentunya bisa menjadi momentum untuk kembali kepada ajaran Alquran. Ada energi Alquran yang harus digali dan dimiliki. Ada kekuatan ukhuwah Islamiyah yang harus dipupuk dan ditata kembali. Kekuatan ini ternyata sangat besar dan tersembunyi. Dan, demo kemarin tentunya hanyalah sebagian kecil kekuatan yang ditunjukkan. Namun, kita juga mafhum jika tidak semua orang paham apa yang terjadi. Tidak semua orang tahu apa itu tafsir, termasuk memahami apa isi al-Maidah ayat 51 itu. Wong, membaca Alquran saja terbilang jarang dilakukan dan tertatih-tatih. Konon pula memahami tafsirnya :). Makanya, kita juga tidak heran bila banyak orang yang bengong, me...

The Beauty of Islam: Menjadi Penyembuh Umat

Image
By: M. Ridwan Pengajian subuh Minggu kemarin, diisi oleh ustaz Zulkarnain. Ustaz yang kaya ilmu ini menyetir sebuah hadis nabi tentang kehebatan orang mukmin.  Bunyi hadisnya, "Orang mukmin itu seperti satu tubuh dalam kasih sayang. Jika ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya dengan tidak tidur dan demam". Saya kira, kita sudah sering mendengar hadis ini. Mungkin sejak SD sampai kini. Tapi, subuh tadi, pesan hadis ini begitu merasuk di hati. Setidaknya begitu yang kami akui. Diskusi tadi pagi berkembang. Dimulai oleh ustaz Zul seputar prihal tubuh yang sakit.  Katakanlah, suatu ketika kaki menginjak paku atau kaca. Luka dan berdarah. Apakah reaksi tubuh lainnya?. Tangan akan memegang kaki yang berdarah. Mata akan memastikan langkah kaki yang lain untuk menuju rumah sakit. Mulut dan lidah menghibur dan pikiran dan hati akan mengarahkan semua panca indera lain memikirkan hal terbaik untuk menyembuhkannya. Men...

Seandainya Di Surga Ada Pilkasu, Gimana Ya?

Image
By: M. Ridwan Pilkasu itu singkatan dari Pemilihan Ketua Surga. Ini istilah sangat khayali. Imajinasi lintas dimensi. Seandainya nih, di surga nanti, Tuhan meniupkan kembali nafsu berkuasa kepada penghuninya, maka saya kira, hal yang pertama kali dilakukan penghuninya adalah mengadakan Pilkasu bukan? "Harus ada kejelasan nih, siapa yang memimpin kita," mungkin ini kata penghuni surga Darussalam. "Ketua surga harus dari kita. Surga kita adalah kategori tertinggi" usul penghuni Firdaus. Maklum, Firdaus itu berada di bawah Arasy. Yang berbahaya, sekiranya penghuni neraka diikutsertakan. Pastilah mereka bersorak-sorai menunjuk pemimpin untuk menyalurkan aspirasi ke-neraka-an mereka. "Kita ingin siksaan diringankan. Kita ingin amnesty dan keadilan, mungkin demikian permintaan mereka.  Apalagi, jika mereka diikutsertakan mengikuti Pilkasu. Pastilah kebahagiaan mereka semakin mendalam. Siapa sih yang tidak tertarik dengan kekuasaan memimpin surga ya...

Digital Sufism: Orang-Orang "Cerdas dan Mencerdaskan" di Era Digital

Image
By: M. Ridwan Orang cerdas (smart) itu biasanya dibedakan dengan orang pintar ( clever ). Cerdas lebih dimaksud dengan orang yang memliki kemampuan melihat sesuatu dari sudut yang berbeda, sedangkan pintar lebih diidentikkan dengan bidang akademis. Makanya ada yang membedakan antara smart work vs hard work . Kerja cerdas dan kerja keras. Maksudnya, orang yang bekerja keras belum tentu bisa menghasilkan lebih banyak dari orang yang bekerja keras. Orang cerdas itu kemungkinan besar pintar namun orang pintar belum tentu cerdas. Biasanya orang cerdas dianggap menggunakan otak kanan, berpikirnya leteral dan unik. Sedangkan orang pintar biasanya dianggap berpikir dengan dominan otak kiri dan tekstual. Kendati saya tidak terlalu ambil pusing dengan perbedaan tersebut, tapi kali ini tidak apa-apalah. Kita bedakan saja ya. Jadi kita sepakat bahwa orang cerdas berbeda dengan orang orang pintar. Anda silahkan pilih yang mana suka. :) Namun, kata "cerdas" di tulisan ini saya maksu...