Posts

Suddenly Indonesia

Image
By: M. Ridwan   Suddenly itu artinya tiba-tiba, kosakata bahasa Inggeris. Dalam bahasa Arab disebut faj'ah atau baghtatan. Saya mencoba mentabulasi beberapa "tiba-tiba" yang muncul di Indonesia. Mohon teman-teman menambahkannya ya... 1. Tiba-tiba saja sesama anak negeri ini punya kebiasaan baru yaitu saling menghujat dan menunjukkan kelemahan sesama warga tanpa merasa bersalah apalagi berupaya supaya mereka membaik. Kita merasa merdeka sepenuhnya memaki, menghujat, mencemooh, tertawa bahkan menjatuhkan karakter orang lain demgan semau gue. Tapi kita tak pernah mau menunjukkan bagaimana cara memperbaikinya. 2. Tiba-tiba, kita diusik dengan kata-kata  "aneh seperti anti NKRI, anti Pancasila, intoleran, kafir, radikal, dan penista agama padahal para pendiri negeri ini tidak pernah mempersalahkan hal itu. Saya yakin, yang lantang menyuarakannya sama sekali tidak pernah merasakan desingan peluru Portugis, Belanda, Jepang, atau Knggeris. Kita tidak pernah me...

Ketika Hukum-pun Akhirnya Takut Menjadi Raja

Image
Oleh: M. Ridwan (“ ..Gadoh Aneuk Meupat Jrat, Gadoh Hukum Ngon Adat Pat Tamita…?. “Hilang anak masih ada kuburan yang bisa kita lihat, tetapi jika hukum dan adat yang hilang, hendak kemana kita cari?”. (Sultan Iskandar Muda, ketika mengeksekusi putera mahkotanya) Kita tentu pernah mendengar istilah hukum menjadi raja, bukan?.  Alkisah, suatu ketika Sultan Iskandar Muda –Penguasa Sumatera dan Semenanjung Malaka saat itu- menghukum putera mahkotanya yang bernama Meurah Pupok atau Sultan Muda. Anak kesayangan calon pewaris tahta ini dilaporkan berbuat mesum dengan seorang wanita. Padahal, riwayat menyatakan, bahwa sang putera mahkota adalah korban konspirasi orang-orang yang tidak ingin dirinya menjadi raja. Para konspirator itu kemudian menjebak putera mahkota dengan seorang wanita cantik yang tak lain merupakan isteri dari seorang perwira kerajaan. Kisah ini memilukan.Saya memperolehnya ketika belajar di Aceh beberapa puluh tahun lalu. Sang Sultan sendiri ...

Catur: Be A Humble Winner and A Good Looser

Image
By: M. Ridwan Pada masa kanak-kanak, saya lazim bertengkar dengan adikku, Fauzi, tatkala bermain catur. Permainan yang awalnya mengasyikkan ini sering "berantakan" bahkan porak-poranda. ketika salah satu dari kami memenangkan permainan. Entah itu ketika saya kena "skakmat" atau giliran dia yang tidak bisa lagi menggerakkan sang raja alias skakmat juga.  Berantakan yang saya maksud adalah ketidaksiapan kami menghadapi kekalahan dan kemenangan. Biasanya, pertarungan catur dilanjutkan dengan pertengkaran lanjutan dan sering berakhir dengan tangisan atau aksi destruktif seperti membanting catur. Makanya, bidak catur sering hilang. Saya sering tertawa ketika mengingat kejadian ini. Kalau diingat-ingat, malu juga sih, "kok, sesama saudara bisa bertengkar hanya karena permainan yang harusnya menyenangkan, bukan?". Nah, biasanya, ketika terjadi pertengkaran, ayah kami, selalu mengingatkan untuk bisa bermain fair dan saling menghargai. Menurutnya, ...

Balada Negeri Ular

Image
By: M. Ridwan Malang benar nasib warga Sulawesi yang dimangsa ular, minggu lalu. Saya sempat menyaksikan detik-detik python pembunuh itu dibedah. Benar, warga malang itu memang berada di perutnya. Sangat mengerikan. Saya tak menyangka bahwa ular python sanggup memangsa manusia yang justru melebihi ukuran badannya. Berbagai analisis mencoba menjelaskan penyebabnya. Salah satu ditengarai karena penyempitan habitat hewan tuli berdarah dingin ini. Mangsa alamiah mereka berkurang. Tak ayal, rasa lapar membuat mereka berpindah ke pemukiman warga. Apa saja dilahap termasuk manusia. Lapar memang mampu membuat gelap mata. Tidak hanya manusia karena kali ini dialami oleh makhluk yang memang memiliki penglihatan jelek ini. Yang jelas, kita berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Amin. Ular itu hewan unik. Ada yang berbisa dan tidak, seperti ular python. Ada yang tinggal di darat maupun air. Mangsanya adalah hewan lain bahkan sesama ular.  Dulu, ketika masa kecil di desa, ...

Bad or Good Willing: Antara Cerdas, Ngotot dan Mencari Selamat Sendiri-Sendiri

Image
By: M. Ridwan “Do all the good you can. By all the means you can. In all the ways you can. In all the places you can. At all the times you can. To all the people you can. As long as ever you can.”(Wise Words) Saya kira, hidup di negeri ini mengasyikkan. Alamnya indah, subur dan permai. Silahkan ekplore di berbagai wilayah Indonesia. Ada pantai putih nan bersih. Ada taman laut dan pegunungan yang menggoda. Ada budaya dan kearifan lokal yang menawan. Sungguh eksotis dan tak terlupakan. Pokoknya asyik untuk selfi, wefi dan youfi,,:) Maka, sebutan "zamrud khatuliswa" itu tidak berlebihan untuk negeri tropis ini. Atau, seperti kata orang Arab yang pernah berkunjung ke mari, "Indonesia adalah surga yang diceritakan di dalam Alquran itu, ". Ada sungai yang mengalir, kebun hijau dan subur, dan buah-buahan berlimpah. Wah, seharusnya kita merasa  tersanjung. Makanya, saya yakin bahwa menjadi warga negeri ini adalah sebuah anugerah, it is a gift and blessing from ...

Menakar Kesehatan Mental Para Penguasa (Bag. 2): Fenomena OGB

Image
By: M. Ridwan Akhirnya, para pakar Neuroscience dari berbagai kampus dan lembaga ternama di USA dengan tegas menyatakan bahwa Donald Trump, sang Presiden USA, mengidap penyakit mental ( mentality disorder ). Sebut saja, Howard Gardner dari Harvard University atau George Simon. Menurut mereka, Donald Trump mengidap penyakit mental akut sebagaimana banyak diidap para pemimpin diktator dunia lainnya, katakanlah Napoleon Bonaparte atau Hitler. Kesimpulan ini setidaknya mereka cermati dari hobby sang Presiden yang sangat suka mencaci maki, merendahkan harga diri orang lain dan marah-marah. Para ahli ini bahkan membuat petisi dengan mengajak para ahli lainnya untuk menlaah kesehatan mental sang Presidden. Sampai saat ini, petisi telah diisi oleh lebih dari 20 ribu masyarakat. Menyedihkan ya..? Bukan apa-apa sih. Seandainya kesimpulan mereka benar, maka warga USA pantas bersedih. Berarti mereka salah pilih dong. Artinya, mereka memilih presiden yang sangat berbahaya -sebagaimana d...

Menonton Negeri Yang Sedang Bertaruh

Image
By: M. Ridwan Saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi negeri ini kecuali hanya dengan kata “bertaruh”.   Ya, meski kata “bertaruh” lebih berkonomotasi negatif karena biasanya terkait dengan perjudian,   spekulasi dan zero sum game , namun dengan terpaksa saya menggunakannya. Saya berani mengatakan bahwa negeri ini sedang bertaruh terkait dengan masa depannya. Negeri ini seharusnya sudah berdiri sejajar dengan negara lain yang berumur lebih dari 50 tahun.   Seharusnya, kita sudah menjadi negeri yang disegani dan kalau perlu “ditakuti” oleh bangsa lain. Di tahun 1980-1990-an, kita mengenal   istilah “Macan Asia” untuk menggambarkan betapa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kita cukup tinggi, atau “The Asian Miracle” untuk menunjukkan keajaiban capaian Indonesia. Namun, sepertinya, macan itu sudah muai ompong ya?. Keajaiban yang ditunjukkan hampir tak pernah diingat lagi. Ketika negeri lain, sibuk dengan pencapaian teknologi dan pen...