Posts

Bad or Good Willing: Antara Cerdas, Ngotot dan Mencari Selamat Sendiri-Sendiri

Image
By: M. Ridwan “Do all the good you can. By all the means you can. In all the ways you can. In all the places you can. At all the times you can. To all the people you can. As long as ever you can.”(Wise Words) Saya kira, hidup di negeri ini mengasyikkan. Alamnya indah, subur dan permai. Silahkan ekplore di berbagai wilayah Indonesia. Ada pantai putih nan bersih. Ada taman laut dan pegunungan yang menggoda. Ada budaya dan kearifan lokal yang menawan. Sungguh eksotis dan tak terlupakan. Pokoknya asyik untuk selfi, wefi dan youfi,,:) Maka, sebutan "zamrud khatuliswa" itu tidak berlebihan untuk negeri tropis ini. Atau, seperti kata orang Arab yang pernah berkunjung ke mari, "Indonesia adalah surga yang diceritakan di dalam Alquran itu, ". Ada sungai yang mengalir, kebun hijau dan subur, dan buah-buahan berlimpah. Wah, seharusnya kita merasa  tersanjung. Makanya, saya yakin bahwa menjadi warga negeri ini adalah sebuah anugerah, it is a gift and blessing from ...

Menakar Kesehatan Mental Para Penguasa (Bag. 2): Fenomena OGB

Image
By: M. Ridwan Akhirnya, para pakar Neuroscience dari berbagai kampus dan lembaga ternama di USA dengan tegas menyatakan bahwa Donald Trump, sang Presiden USA, mengidap penyakit mental ( mentality disorder ). Sebut saja, Howard Gardner dari Harvard University atau George Simon. Menurut mereka, Donald Trump mengidap penyakit mental akut sebagaimana banyak diidap para pemimpin diktator dunia lainnya, katakanlah Napoleon Bonaparte atau Hitler. Kesimpulan ini setidaknya mereka cermati dari hobby sang Presiden yang sangat suka mencaci maki, merendahkan harga diri orang lain dan marah-marah. Para ahli ini bahkan membuat petisi dengan mengajak para ahli lainnya untuk menlaah kesehatan mental sang Presidden. Sampai saat ini, petisi telah diisi oleh lebih dari 20 ribu masyarakat. Menyedihkan ya..? Bukan apa-apa sih. Seandainya kesimpulan mereka benar, maka warga USA pantas bersedih. Berarti mereka salah pilih dong. Artinya, mereka memilih presiden yang sangat berbahaya -sebagaimana d...

Menonton Negeri Yang Sedang Bertaruh

Image
By: M. Ridwan Saya tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi negeri ini kecuali hanya dengan kata “bertaruh”.   Ya, meski kata “bertaruh” lebih berkonomotasi negatif karena biasanya terkait dengan perjudian,   spekulasi dan zero sum game , namun dengan terpaksa saya menggunakannya. Saya berani mengatakan bahwa negeri ini sedang bertaruh terkait dengan masa depannya. Negeri ini seharusnya sudah berdiri sejajar dengan negara lain yang berumur lebih dari 50 tahun.   Seharusnya, kita sudah menjadi negeri yang disegani dan kalau perlu “ditakuti” oleh bangsa lain. Di tahun 1980-1990-an, kita mengenal   istilah “Macan Asia” untuk menggambarkan betapa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kita cukup tinggi, atau “The Asian Miracle” untuk menunjukkan keajaiban capaian Indonesia. Namun, sepertinya, macan itu sudah muai ompong ya?. Keajaiban yang ditunjukkan hampir tak pernah diingat lagi. Ketika negeri lain, sibuk dengan pencapaian teknologi dan pen...

Menakar Kesehatan Mental Penguasa

Image
By: M. Ridwan " Indonesia adalah masyarakat ke-2 di Asia dimana penduduknya mengalami gangguan kejiwaan. Penyebabnya adalah masalah ekonomi dan kesehatan". ( Survey Far Estern Economics Review , Singapura, 2002) Sejak bumi   ini ada, kita membaca kisah para penguasa yang zalim, arogan maupun nyeleneh alias gila. Dalam kisah Yunani pernah dikisahkan tentang prilaku kaisar Nero yang - terganggu jiwanya- akhirnya membakar seisi kota. Selain dirinya, Fir’aun juga bisa dikategorikan penguasa yang mengalami sakit jiwa dengan mengaku dirinya Tuhan. Selidik punya selidik, klaim ini dilakukan karena ia tidak pernah mengalami sakit selama hidupnya. Akibatnya, ia ke- geer -an sendiri dan mengklaim dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah. Ada pula Kaisar Romawi yang sangat senang melihat pertarungan sampai mati para gladiator dan perkelahian manusia dengan hewan. Para penguasa Romawi saaat itu sangat senang melihat darah bertumpahan dan korban-korban terbunuh. Bukt...

Tears of The World: Ketika Nasib Dunia Di Tangan Si Zalim

Image
By: M. Ridwan Saya ibarat menyaksikan film Tears of The Sun ketika membaca berita pelarangan imigran dari negeri muslim masuk ke Amerika. Film ini dibintangi oleh Bruce Wilis dan dirilis tahun 2003. Kisahnya tentu saja fiksi yaitu tentang perjuangan heroik sepasukan Navy US dalam menyelamatkan para pengungsi di Afrika. Awalnya sih, mereka hanya bermaksud menyelamatkan seorang warga negara Amrik yang sedang menjalankan misi kemanusiaan. Namun, hati nurani mereka menjadi luluh menyaksikan betapa kejamnya peperangan dan betapa menderitanya para pengungsi yang dibunuh, dan disiksa para pemberontak. Sehingga, misi merekpun akhirnya mengikuti hati nurani, yaitu berperang melawan pemberontak demi menyelamatkan para pengungsi yang terzalimi tadi. Namun, lain film lain kenyataan. Apa yang dilakukan Donal Trump dengan melarang para pengungsi, imigran dari 7 negara muslim, justru menunjukkan bahwa presiden Amrik yang baru ini tidak memiliki hati nurani. Mungkin dalam pikirannya, "ped...

Mau Menyelamatkan Umat? Begini Caranya !!!

Image
By: M. Ridwan Entah berapa banyak broadcast yang masuk ke akun medsos saya. Namun, yang paling menarik perhatian saya saat ini adalah pesan-pesan berantai bernada kekhawatiran yaitu informasi bahwa telah terjadi gerakan masif dan infiltrasi asing di bumi pertiwi ini. Infonya cukup menyeramkan.  Ada pula info tentang gerakan komunisme yang "katanya" telah nyata dan harus segera diantisipasi. Berbagai simbol palu arit ditengarai dengan sengaja telah disosialisasikan. Tidak tanggung-tanggung, logo ini “katanya” bahkanditemukan di uang kertas baru keluaran BI sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengklarifikasi bahwa logo ini sama sekali tidak berhubungan dengan paham yang dilarang di negeri ini. Bingung ya? Seorang teman di medsos meyakinkan bahwa kondisi negeri ini memang mengkhawatirkan. Info-info yang berseliweran di media sosial, -masih katanya- adalah benar, valid dan realiabel. Wah,wah, bahaya tuh. Nah, tanpa bermaksud menyepelekan informasinya, saya melih...

The World of "Casing

Image
By: M. Ridwan Istilah " casing " ini saya dapatkan dari seorang penjaga parkir di Jakarta Convention Center (JCC) yang saat itu mengadakan perhelatan akbar komputer dan elektronik. Dialog terjadi antara dua orang penjaga parkir yang terlihat sedang santai menjaga kendaraan para pengunjung. "Mas, kapan kita bisa seperti mereka ya?. Ganteng, cakep dan kaya-kaya", ujar seorang penjaga kepada temannya. Mereka mengamati para pengunjung pameran yang terlihat menenteng berbagai barang belanjaan dengan bahagia. Ada yang membeli laptop, kamera atau sekedar aksesoris komputer dan handphone.  Setuju atau tidak, dalam penilaian banyak orang, biasanya pengunjung pameran komputer, lektronik  apalagi automotif adalah golongan kelas menengah ke atas. Kelas masyarakat ini dianggap sudah masuk ke dalam zona mapan dan lebih cendrung suka kepada life style yang wah.  Maka tampilannya juga sedikit berbeda dan berkelas. Kelas menengah Jakarta, lho. Adapun yang menarik...