Posts

Hunting of The 'Arifin (bag. 2): Kunci Hikmah di Lembaga Pendidikan

By: M. Ridwan Kearifan itu mahal harganya. Pemiliknya akan mampu melihat dunia dalam spektrum yang sangat luas. Horizonnya melampaui Timur dan Baratnya bumi. Tentu saja lah. Namanya juga mendapatkan limpahan pengetahuan dari Tuhan -Sang Pemilik Ilmu. Si pemiliknya menjadi manusia bijaksana dan bisa mencerahkan. Lalu, apakah kita bisa memperoleh kearifan dari sebuah lembaga pendidikan? Tentu saja bisa. Dan, seharusnya memang bisa. Ilmu yang diajarkan di lembaga pendidikan bisa memunculkan kearifan jika proses belajar dan mengajarkannya juga berniat untuk memperoleh kearifan. Not only science or knowledge. Apalagi sekedar untuk cari duit dan kerja. Bisa berbahaya. Seperti riset yang pernah dilakukan universitas Ohio bahwa ternyata orientasi kampus di Amrik hanya mencetak pekerja dan bukan orang terdidik dalam makna seutuhnya. Mungkin sama dengan di Indonesia ya? Seperti kata Kek Min yang mengungkapkan kekagumannya kepada para pendidik yang akan mendapatkan limpahan pahala karena menc...

Mabrur 3x dan Upaya Membaikkan Negeri

By: M. Ridwan Warga negeri ini pantas bahagia menyaksikan satu-persatu rombongan haji Indonesia menjejakkan kakinya di bumi Haramain. Rombongan dhuyufurrahman -tamu Allah- ini pastilah orang-orang terpilih dan telah berada dalam list alam langit, untuk berkesempatan merasakan langsung "lezatnya" beribadah di poros bumi yang posisinya juga langsung konek dengan 'Arasy langit. Kita mengumpulkan dan menyatukan doa pada bulan ini. Baik doa dari warga negeri yang belum berangkat dan tentunya doa para hujjaj yang langsung berdiri di checkpoint registrasi doa yang bertebar di sana. Entah itu Multazam, Raudhah, atau Arafah. Sebuah moment teramat mahal dan tak ternilai untuk di sia-siakan. Kita yakin para Hujjaj ini sedang berupaya mendapatkan mabrur 3x sesuai judul. Apakah Mabrur 3x ini? Begini... Kita kan tahu bahwa mabrur itu berartinya diterimanya haji kita oleh Allah. Biasanya yang dinaksudkan adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang baik pada cara pikir maupun ...

Republik Rokok: Membeli Sakit Itu Mulai Mahal Bro

By: M. Ridwan Minggu-minggu ini, kita disibukkan dengan berita tentang wacana kenaikan cukai rokok. Implikasinya, harga rokok bisa sampai pada kisaran 50 ribuan perbungkus. Bisa bangkrut nih para perokok. Lalu, bagaimana kita menyikapinya? Industri rokok selalu menjadi contoh familiar dalam kajian ekonomi mikro Islam di fakultas kami, terutama terkait dengan teori konsumsi dan produksi. Dalam kacamata konvensional, prilaku konsumen atau produsen tidak memiliki batasan yang tegas -atau boleh dikatakan tidak ada- mengatur larangan konsumsi atau produksi barang-barang yang secara agama dianggap membahayakan. Silahkan saja dikonsumsi atau produksi jika dipandang menguntungkan atau memberikan kepuasan. Anda mau mengkonsumsi rokok, membeli minuman keras atau makan daging babi, that's oke. Tidak ada nilai agama yang bisa membatasinya. Hal ini berbeda dengan ekonomi Islam yang memang didasarkan pada maslahat. Dasar ini menjadikan suatu produk yang secara kasat mata mungkin menguntungka...

Un-Registered Doa: Ketika Para Malaikat Langit Tersenyum Geli

By: M. Ridwan Doa yang dibacakan oleh Raden Syafi'i di Sidang Paripurna DPR kemarin, tentu saja membuat heboh. Jarang-jarang ada doa seperti itu dibacakan di forum resmi negara. Anti mainstream banget -lah. Dalam pengamatan saya, konten doa yang dibacakan itu mengandung multi-unsur. Ada unsur berbentuk permohonan, banyak pula curhat-nya.  Ada sentilan nakal dan tentu pula kritikan tajam. Di sisi lain, ada pula bauran antara kecewa dan pesimis. Lengkap-lah paduannya. Kesan optimis juga terasa namun masih kalah dengan unsur pesimis tadi. Marahkah Raden Syafi'i?. I don't know ....Tapi, menurutnya ia tidak sedang menyindir siapapun. Saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh pemerintah dimana presiden kala itu juga hadir. Apakah doa itu menyakitkan bagi telinganya ataukah Sang presiden justru bahagia karena mendapatkan kritikan gratis dari warga negeri ini?. Terlepas apakah doa itu bermuatan politis, sinis, sarkastis atau tidak, namun kalau dipakai cara pikir Um...

Pekikan Merdeka dan Balada Pahlawan Yang "Pelupa"

By: M. Ridwan "Balada Pahlawan "Pelupa" adalah tulisan saya untuk pringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-71 tahun 2016 ini. Apakah balada itu? Sebelumnya saya mau bercerita dikit. Sekitar bulan Desember 1997, atau kira-kira 19 tahun lalu, saya dan 2 rekan mahasiswa pernah mendapat kehormatan mewakili Sumatera Utara dalam pertandingan cerdas cermat P-4 Tingkat Nasional Antar Perguruan Tinggi.  Menurut Rektor IAIN saat itu yaitu Prof. DR. Yakub Matondang, prestasi kami sangat membanggakan karena baru saat itulah IAINSU bisa menjadi duta Sumut. Biasanya sih, kontingen yang menjadi duta adalah utusan UNIMED atau USU. Bangga juga, lho :) Singkat cerita, kami berangkat ke Jakarta dengan tim lainnya. Ada ibu-ibu yang ikut pertandingan simulasi P-4, dan ada pula adik-adik SMP dan SMU yang ikut pertandingan pidato P-4. Pokoknya timnya lengkap deh. Cerita mengenai pertandingan kami sebenarnya tidak begitu menarik sih. Soalnya, kami kalah di babak penyisihan. Kata pendamping kam...

Wafatnya Adi Sasono: Menunggu "The Next Indonesia's Most Dangerous Man"

By: M. Ridwan Berita duka ini datang Sabtu kemarin. Adi Sasono telah wafat. Berita ini masuk di group medsos yang penulis ikuti. Innalillahi wa inna ilahi raji'un. Tak ada manusia yang pernah tahu kapan ia akan menghadap pencipta. Termasuk Adi Sasono yang meninggal dalam usia 73 tahun ini. Saya kira, tidak ada yang tidak mengenal sosok Adi Sasono di negeri ini. Pejuang ekonomi rakyat ini adalah mantan menteri Koperasi dan UKM di era Habibie. Sosoknya kalem, namun ulet dan terkenal teguh memperjuangkan ekonomi kerakyatan dimana koperasi sebagai soko gurunya. Dan, ia pernah ditakuti Barat. Pasalnya, Adi pernah mengatakan bahwa "konglemerat seharusnya takut kepada saya". Kendati kelihatannya, ia tidak bermaksud serius, namun tak ayal majalah The Washington Post edisi 2 Maret 1999, langsung menjulukinya 'Indonesia's Most Dangerous Man'. "Orang Indonesia yang paling berbahaya".  Dalam wacana ekonomi syariah Indonesia, ide ekonomi kerakyatan...

The Integration of Knowledge (bag. 2): Berapa Sih Harga Ilmu-Ilmu Agama?

By: M. Ridwan Saya dan beberapa rekan penguji calon mahasiswa baru UIN kemarin kaget bukan kepalang. Dari hasil wawancara kami dengan mereka, ternyata pengetahuan agama yang dimiliki adik-adik alumni sekolah umum ini cukup minim. Beberapa pertanyaan dasar seperti sejarah nabi, tata cara sholat, rukun iman dan Islam tidak mendapatkan jawaban yang "memuaskan" dari sebagian besar mereka. Memuaskan yang dimaksud bukan sekedar tahu jumlah dan caranya, namun juga mencakup pemahaman mereka terhadap dasar-dasar agama Islam. Jawaban yang sediikt memuaskan biasanya berhasil diberikan oleh alumni sekolah agama, namun tetap saja masih belum begitu memuaskan, jika dibandingkan dengan calon mahasswa beberapa dekade lalu. Apakah ini pertanda bahwa terjadi "degradasi" pemahaman agama di kalangan adik-adik sekolah menengah di negeri ini?. Saya tidak berani menyimpulkan karena harus dilakukan riset yang lebih mendalam untuk menjawab hal ini. Namun, ada beberapa informasi umum ya...