Day#8 Seri Syawal 2016: Happiness Economics: Orang Baik, Kebahagiaan dan Produktifitas
By: M. Ridwan Selama menikmati indahnya Idul Fitri dan kegembiraan Syawal, saya sampai pada sebuah kesimpulan, yang saya yakini kebenarannya, bahwa di negeri ini, jumlah orang-orang baik masih lebih dominan -untuk mengatakan seluruhnya- dibandingkan dengan orang-orang yang error -nya. "Baik" yang dimaksud dalam arti mereka memang memiliki hati yang luhur dan prilaku terpuji atau memiliki niat dan harapan yang baik, misalnya untuk kebaikan negeri dan institusinya. Sedangkan orang error adalah orang yang karena kekhilafan dan keterdesakan melakukan kesalahan dan prilaku tak terpuji atau tidak memiliki niat yang baik. Orang error , awalnya sih adalah orang baik dan suci, namun seiring waktu ia menjadi error. Mirip kayak cerita komputer juga nih. Ia terkena virus luar seperti lingkungan, media atau pikirannya sendiri. Syukurnya, selama 8 hari ini, saya tidak pernah bertemu dengan orang error seperti ini. Kesimpulan ini setidaknya saya peroleh dari survey kecil-kecilan...