Posts

Day#8 Seri Syawal 2016: Happiness Economics: Orang Baik, Kebahagiaan dan Produktifitas

By: M. Ridwan Selama menikmati indahnya Idul Fitri dan kegembiraan Syawal, saya sampai pada sebuah kesimpulan, yang saya yakini kebenarannya, bahwa di negeri ini, jumlah orang-orang baik masih lebih dominan -untuk mengatakan seluruhnya- dibandingkan dengan orang-orang yang error -nya. "Baik" yang dimaksud dalam arti mereka memang memiliki hati yang luhur dan prilaku terpuji atau memiliki niat dan harapan yang baik, misalnya untuk kebaikan negeri dan institusinya. Sedangkan orang error adalah orang yang karena kekhilafan dan keterdesakan melakukan kesalahan dan prilaku tak terpuji atau tidak memiliki niat yang baik. Orang error , awalnya sih adalah orang baik dan suci, namun seiring waktu ia menjadi error. Mirip kayak cerita komputer juga nih. Ia terkena virus luar seperti lingkungan, media atau pikirannya sendiri. Syukurnya, selama 8 hari ini, saya tidak pernah bertemu dengan orang error seperti ini.    Kesimpulan ini setidaknya saya peroleh dari survey kecil-kecilan...

Day#7 Syawal 2016: "Instant Process" Mentality

By: M. Ridwan Pesan pasca Ramadhan itu jelas, bahwa proses "menuju Tuhan itu berat dan mendaki". Ramadhan juga menunjukkan bahwa menjadi suci dan fitrah ini harus dijalani dengan senang hati, bukan paksaaan atau mengikuti trend. Selain itu, proses 30 hari melakukan latihan (riyadah) di bulan Ramadhan juga membuktikan bahwa motor penggerak manusia seharusnya adalah ruhani, bukan jasmani. Puasa itu adalah momentum memberi makan ruhani, dan menggemukkannya, bukan sekedar menguruskan jasmani dan menggemukkannya kembali pasca Idul Fitri ini. :) Hasilnya? Pastilah kita menunggu dampaknya pasca Ramadhan. Dan, seperti biasa, momen Idul Fitri dan Syawal adalah starting point -nya dimana semua harap (ekpektasi) "dibebankan" kepada Syawal -bulan tak berdosa ini-. Tidak heran, berbagai atribut sering kita sandingkan. Misal,  "Syawal dan Kepedulian Sosial", "Idul Fitri dan Kesucian Cinta", "Lebaran dan Penguatan Persaudaraan" , "Idul F...

Day#30 Seri Ramadhan 2016: Mengusir Kebencian di Negeri Cinta

By: M. Ridwan Bom bunuh diri kembali terjadi. Tidak tanggung-tanggung. Kali ini kota suci umat Islam yaitu Madinah mendapat serangan, Dan, pagi inipun, Indonesia mendapat teror yang sama, tepatnya di Markas Polres Solo.  Entah apa yang ada di pikiran pelaku bom bunuh diri itu. Yang jelas, pelakunya pasti bukan orang yang gemar berkasih sayang. Pelaku pasti tidak sedang menjalankan ajaran apapun, terlebih lagi Islam. Kalau pelakunya adalah orang yang pernah bersyahadat, pastilah ia bukan seorang muslim yang mengamalkan ajaran Nabi yang cinta kasih dimana Madinah adalah kota suci tempat wafatnya Rasul yang mulia ini.  Pelaku bom bunuh diri di Solo juga bukan warga negeri yang baik. Boleh dikatakan ia adalah warga negeri yang sedang tersesat. Hatinya gelap. Kita tahu, bahwa negeri ini adalah negeri yang cinta kepada kasih sayang. Mayoritas penduduknya adalah muslim dimana Islam adalah agamanya. Islam artinya keselamatan. Tentu tidak mungkin seorang muslim yang taat ak...

Day#29 Seri Ramadhan 2016: Nafahat Ilahiyah: Mengejar Kesalehan Yang Tertinggal

By: M. Ridwan Apa itu kesalehan yang tertinggal? dan apa pula nafahat ilahiyat ? Begini. Sejak Nabi Adam, bumi ini selalu dipenuhi oleh orang-orang shaleh. Manusia jenis ini mampu memakmurkan bumi sebagai wujud amanah mereka khalifah. Doa mereka mustajab dan menjadi bagian dari peradaban . Mereka melakukan kesalehan dalam ragam jenisnya. Entah itu kesalehan individu, kesalehan sosial, dan kesalehan lingkungan. Intinya, mereka orang baik.  Banyakkah jumlah mereka? Bisa jadi banyak, bisa jadi sedikit. Soalnya, tidak ada statistik pasti yang melaporkan jumlah mereka. Nama-nama mereka ada yang disebutkan Alquran namun banyak yang tidak.  Mungkin saja orang baru mengetahuinya setelah mereka wafat. Kehilangan mereka baru ditangisi. Sayangnya, menurut Alquran jumlah mereka dari ke hari semakin menurun. Generasi orang shaleh di akhir jaman lebih sedikit. Alquran menyebut bahwa generasi sesudah mereka akan dipenuhi oleh orang-orang pemalas. Entah itu malas sholat, malas be...

Day#28 Seri Ramadhan 2016: Moslem "Home Alone"

By: M. Ridwan Anda masih ingat film "Home Alone" yang sangat familiar di tahun 90-an?. Film yang dibintangi Macaulay Culkin ini mengisahkan tentang seorang anak yang tertinggal di rumah, sendirian. Tidak disengaja sih , karena orang tuanya tidak menyadari bahwa si anak tertinggal.  Mereka tahu ketika telah berada di tempat tujuan. Bayangkan kalau itu terjadi pada kita. Kisahnya cukup seru dan lucu karena menggambarkan perjuangan seorang anak menghadapi para penjahat yang mencoba merampok rumahnya. Bahkan ada sekuelnya juga Home Alone 2, masih dengan pemeran yang sama namun setting berbeda. Meskipun demikian, topiknya tetap sama, yaitu Home Alone. Tertinggal rombongan, dan merasakan kesendirian di rumah.  Terlantarkan mengatasi masalahnya sendiri. Nah, "Moslem Alone" itu bukan tentang film fiksi Hollywood, namun, ini adalah kisah yang benar-benar terjadi. Kisah tentang kaum muslimin fakir miskin, tertindas dan terlupakan. Mereka tertinggal di rumah sendiri, di ...

Day#27 Seri Ramadhan 2016: "THR", Cinta dan Kunci Surga

By: M. Ridwan Ujian Akhir Ramadhan (UAR) sedang berlangsung. Ini momen yang sangat menentukan. Para sha'imin berjuang keras melawan serangan bertubi-tubi dalam bentuk berbagai godaan baik terlihat maupun tidak. Peperangan demi peperangan dihadapi untuk keluar sebagai pemenang atau minimal bertahan. "To be a champion or survivor?. Dalam sejarah peperangan, pemenang adalah pasukan yang benar-benar bisa menyelesaikan pertempuran dan pulang, bukan sekedar menang di awal namun kalah di akhir. Lihat, kejadian perang Uhud.  Seringnya, peperangan di bulan Ramadhan tidak dirasakan atau diketahui. Musuhnya  invisible . Tidak terlihat. Keadaan kelihatannya  oke oke saja. Bahkan semakin berada di penghujung, bukankah hari-hari terlihat semakin cerah?. Bertambah pernak-pernik dan keindahan dunia. Mungkin THR sudah cair semua ya?. Alhamdulillah. Kalau begitu, bersyukurlah dengan adanya THR atau Tunjangan Hari Raya ini. Perjuangan mendapatkan THR sudah berhasil, bahkan mungkin ...

Day#26 Seri Ramadhan 2016: UAR (Ujian Akhir Ramadhan): Setan Senior Vs Setan Junior

By: M. Ridwan Kita akrab dengan hadits Nabi tentang Ramadhan. " “Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ditutup dan setan-setan dibelenggu”. Hadist ini shahih dan kuat pemberitaannya karena Imam Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya. Pertanyaannya, setan yang mana yang dibelenggu?. Bukankah di bulan Ramadhan banyak kejahatan yang muncul? Memang, banyak pendapat ulama tentang setan yang dibelenggu ini. Ada yang mengatakan bahwa semua setan memang dibelenggu. Ada juga yang mengatakan bahwa setan yang dimaksud adalah golongan manusia. Benar juga ya,,manusia ada yang jadi setan juga ya..? Ada pula yang berpendapat bahwa yang nafsu manusia-lah yang membawa manusia tetap melakukan keburukan di bulan ini. Ya, nafsu itu telah "dididik" oleh para setan senior. yag dikomandoi oleh Iblis Silahkan baca buku "The Handbook of Iblis" ya.. Namun, ada juga yang berpendapat, bahwa yang dimaksud adalah dibelenggunya para setan senior  saj...