Kita akrab dengan hadits Nabi tentang Ramadhan. "“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu
surga dibuka, pintu-pintu ditutup dan setan-setan dibelenggu”. Hadist ini shahih dan kuat pemberitaannya karena Imam Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya. Pertanyaannya, setan yang mana yang dibelenggu?. Bukankah di bulan Ramadhan banyak kejahatan yang muncul?
Memang, banyak pendapat ulama tentang setan yang dibelenggu ini. Ada yang mengatakan bahwa semua setan memang dibelenggu. Ada juga yang mengatakan bahwa setan yang
dimaksud adalah golongan manusia. Benar juga ya,,manusia ada yang
jadi setan juga ya..? Ada pula yang berpendapat bahwa yang nafsu manusia-lah yang membawa manusia tetap melakukan keburukan di bulan ini. Ya, nafsu itu telah "dididik" oleh para setan senior. yag dikomandoi oleh Iblis Silahkan baca buku "The Handbook of Iblis" ya..
Namun, ada juga yang berpendapat, bahwa yang dimaksud adalah dibelenggunya para setan senior saja. Saya menyebutnya "Setan-Setan Kelas Ketua". Sedangkan setan-setan junior atau kelas "teri" dibiarkan keluyuran. Setan kelas teri inilah yang masih aktif di bulan Ramadhan ini. Setan-setan ini yang "mungkin" membisikkan keresahan di hati kita menjelang akhir Ramadhan. Setan kelas junior ini pula yang mungkin membuat aktifitas kriminal tetap berjalan mulus tanpa hambatan di bulan ini. Pilih pendapat yang mana? :)
Apapun pilihan pendapat kita, maka kenyataannya memang menunjukkan bahwa berbagai tindak kejahatan dan keburukan juga terjadi di bulan Ramadhan. Entah itu kejahatan yang secara lahiriyah tampak, katanlah perampokan, perzinahan, perjudian, atau kejahatan batin yang hanya hati kita saja yang mengetahuinya. Kejahatan lahiriyah itu berbahaya apalagi kejahatan batin, karena mendorong kejahatan lahiriyah. Menurut kitab-kitab ulama tasawwuf, "kriminalitas" hati ini bisa di tes kok. Indikatornya bisa dirasakan. Baik secara pribadi atau bantuan orang lain. Mohon koreksi dari para guru.
Misal, ketika kita sedang stress dengan kondisi jelang akhir Ramadhan. Ada saja faktor penyebabnya. Maka, bisa saja itu menjadi indikator bahwa hati kita sedang tidak bersyukur atau tidak ridha. Nah, ini berbahaya. Itu adalah tindakan "kriminal besar" di hadapan Allah dan pastinya itu dosa. Bukankah, target Iblis memang supaya kebanyakan manusia tidak bersyukur?
Atau, di akhir bulan ini kita masih senang dengan penderitaan orang lain. Kita selalu jengkel melihat orang. Kita muak mendengar dan melihat wajah orang lain. Mungkin, kasih sayang kita kepada orang masih hilang dan berganti dengan kemarahan. Mungkin pula kita ingin agar seseorang itu tetap menderita. "Tindakan kriminal" bernama iri dengki. Ini lebih berbahaya lagi. Iblis dan setan dilaknat Allah karena tindakan kriminal ini.
Lalu, kita berargumen, tapi, orangya layak dibenci tuh. Soalnya, orang itu sangat "mentiko"? (bahasa Medan yang artinya sombong). "Aku muak melihatnya,". "Dia tidak bisa diberi nasehat". Upps, kalau ada perasaan seperti ini, mungkin saja kita sedang melakukan tindak kriminal lain tuh. Namanya "sombong atau takabbur". memandang rendah orang lain dan memandang diri ini suci. Baik dengki atau takabbur adalah "tindakan kriminal" berat di hadapan Allah.
Mungkin ada yang berkata,
"Wah, sulitlah kalau begini. Kalau semua tindakan seperti itu adalah dosa, maka betapa beratnya menjalankan agama ini, bukan?
Atau, "Sudahlah, tidak usah berat-berat mikirkan hidup ini. Jalani saja ".
Wah, kalau ada pikiran seperti ini, kita kena lagi, nih. Nama tindak kriminalnya adalah "sepele dengan ajaran agama" atau "tidak istiqamah". Itu tanda iman yang lemah. Ujung-ujungnya bisa saja keyakinan kita kepada Tuhan akan luntur. Bisa kena dosa syirik pula, tuh. Kalau ini terjadi, kiamat. Soalnya, itu adalah kriminalitas tertinggi. Bahaya sekali bukan?. Gawat. Kok jadi dosa semua, ya. Sorry, bukan saya yang ngomong ini. Yang ngomong adalah nabi dan tertulis pula di kitab-kita orang sholeh dulu. Banyak bukunya, beli saja di toko buku.
Makanya, para ustaz sering mengatakan bahwa menjalankan agama ini bisa saja berat kalau dipandang berat, namun juga bisa ringan jika diyakinkan bahwa ia ringan.
Makanya, para ustaz sering mengatakan bahwa menjalankan agama ini bisa saja berat kalau dipandang berat, namun juga bisa ringan jika diyakinkan bahwa ia ringan.
Betul juga ya.
Kalau kita menganggap sholat subuh berjamaah atau mengkhatamkan Alquran setiap bulan itu berat, maka jadilah ia berat. Tapi bagi sebagian orang yang memandang ia ringan, ya pasti ringan-lah. Bukankah begitu? Seberapa kuat keyakinan, itu yang membedakan. Terima kasih buat para ustaz.
Nah, para setan tadi sangat berperan. Baik kelas senior atau junior. Merekalah yang membisikkan ke arah kejahatan. Meskipun ada yang protes, jangan cepat-cepat salahkan setan, lho. Itu namanya "mental cari kambing hitam". Itu tanda kelemahan. Hehe,,ini bisa jadi dosa baru lagi, lho. Namanya, "Menjadi marketing setan" atau "mempromosikan bahwa setan itu innocent" (tidak bersalah). Ini bahaya juga. Ini trik setan pula.
Toh, Alquran memang memberikan kita informasi tentang tindak tanduk setan ini. Toh, memang kita kena godaan setan kok. Tidak apa-apa-lah mengakui bahwa kita sedang digoda setan. Tidak akan menjatuhkan harga diri kita yang sudah jatuh, kok. Lagipula, kalau ada yang menakut-nakuti, bukankah kita bisa lebih waspada?. :)
Hemat saya, kalau di bulan Ramadhan ini kita masih suka melakukan tindak kriminal dalam berbagai kategori. Entah tindakan lahir atau batin. Maka artinya, level kemausiaan kita memang masih sekedar kelas "amatiran" saja. Pahala dan ibadah kita juga masih kelas amatir. Hati dan pikiran kita level teri dan junior. Bagaimana pula kondisi kita 4 hari lagi harus berhadapan dengan setan kelas senior, kelas kakap atau Iblis?. Kita bisa langsung KO. Masuk akal, bukan?
Makanya, salah satu pertanyaan di Ujian Akhir Ramadhan (UAR) 2016 ini: (1) Apakah kita sudah bisa merasakan getaran setan di dalam diri kita?. Hehe,,,tidak usah dijawab dulu. Lembar jawabannya nanti dikumpul saja. Soalnya, masih ada beberapa pertanyaan lagi. Silahkan jawab dengan santai saja. Jangan mencontek dan buka smartphone. Hehe. Ini blog "gaya-gayaan" banget ya. Walahu a'lam.

0 Comments