Oleh: M. Ridwan
Bulan ini, dunia heboh dengan
ulah Donald Trumph. Calon presiden AS dari partai Republik ini mengemukakan ide
untuk melarang muslim masuk ke Amerika jika ia menjadi presiden. Tentu saja, publik
sangat marah dengan komentar rasis-nya, bahkan dari warga Amerika sendiri. Pernyataannya dianggap berbahaya dan justru
akan menciptakan masalah baru bagi Amerika dan dunia.
Donald Trumph memang cukup
terkenal sebagai seorang pebisnis. Dialah pemilik kontes Miss Universe yang
terkenal itu. Kontes ini bertujuan untuk menjaring dan memamerkan wanita-wanita
cantik dari seluruh dunia. Cantik luar dalam. Secara fisik dan emosi. Untuk
menentukan kecantikan itu, mereka harus rela berlenggang-lenggok di hadapan
para juri -yang memahami benar arti “kecantikan”- dan menunjukkan kebolehan
mereka. Pemenangnya adalah para perempuan yang dianggap paling sempurna karena memiliki
paduan antara Brain (otak), Beauty (kecantikan), dan Behavior (kepribadian)
– dalam versi juri tentunya-. Dan, kendati tidak pernah jadi pemenang, Indonesia,
selalu setia mengirimkan utusan ke sana. Hebat.
Kita tidak membahas tentang Miss
Universe, walaupun bisa saja dikaitkan dengan mentalitas si Donald Trumph ini. Tentu
saja, harap maklum –jika memang mau memaklumi- jika si Donald punya komentar
seperti itu. Dia memang tidak mengetahui ajaran Islam, siapa lagi?.
Dia tidak mengetahui bahwa ajaran
Islam itu penuh kedamaian dan tidak menakutkan. Ajarannya penuh
dengan cinta kasih dan menjunjung kemanusian. Teror, atau teroris yang mengatasnamakan Islam
bukanlah sedang mempraktikkan ajaran Islam. Mereka outlawers. Pembangkang dari
Islam, walaupun memakai atribut Islam.
Lalu, mengapa Islam yang harus ditakuti oleh si Donald?. Jawabannya, karena dia tidak
mengetahui hal itu, bro. Dia hanya melihat yang tampak. Di matanya, Islam itu menakutkan, out of date dan miskin. Gimana lagi?. Capek deh...
Donald Trumph juga tidak mengetahui
bahwa Islam menjunjung harkat dan martabat perempuan. Dia tidak mengetahui
bahwa memamerkan para perempuan dan mengukur kecantikan mereka hanya dengan
mata telanjang dan nafsu para juri justru merendahkan harkat dan
martabat para perempuan. Pasti, dia tidak mengetahui hal ini.
Dia hanya
tahu bahwa menutup seluruh tubuh perempuan itu menakutkan, jelek dan tidak
berpendidikan. Dia kehilangan kemampuan melihat inner beauty yang sesungguhnya.
Dia menilai perempuan dari apa yang ada di atas kepalanya dan bukan apa isi yang di
ada di kepalanya. Mengapa dia memiliki sikap itu?. Lagi-lagi karena dia tidak
mengetahui ajaran Islam dan keagungan ajaran tentang cara menutup aurat.
Mengapa pernyataan Donald
Trumph menghebohkan dunia?. Tentu saja, karena dia dianggap sebagai calon kuat
presiden Amerika. Negeri Uncle Sam, superpower dan polisi dunia ini.
Dunia khawatir, jika dia benar-benar lolos sebagai presiden
Amerika, maka tak dapat dibayangkan gesekan atau konflik dengan Islam akan semakin membesar dan bisa
saja menimbulkan masalah sangat serius di dunia. Perang, lho..
Lalu, bagaimana sikap kita?
Protes? Sah-sah saja. Warga
Amerika juga banyak yang memprotesnya. Tapi, Donald tentu menyadari bawah Islam
di Amerika sudah tidak bisa ditahan lagi. Banyak walikota di Amerika adalah
muslim termasuk para senatornya. Donald pasti paham hal itu. Dia melakukan
tindakan konyol itu mungkin panik atau sekedar numpang ngetop dan ingin popularitas.
Biarlah Donald Trumph dengan pikiran dan
sikap kerdilnya.
Hal terpenting, saya kira, adalah
memahamkan Islam bagi pemeluknya sendiri. Mengapa penting?
Supaya kita tidak memiliki pikiran kerdil seperti dia juga.
Jangan-jangan, pemeluk Islam
sendiri yang tidak benar-benar memahami ajarannya. Karena tidak paham, mereka berpikir dan bertindak bahkan bisa lebih "Donald" dari Donald Trumph sendiri. Keren-kan?
Karena tidak paham terhadap ajarannya, maka sebagian muslim, mungkin (sekali lagi mungkin), menunjukkan Islam wajah yang tidak bersahabat, sektarian atau penuh konflik. Meskipun, sikap seperti ini bisa juga ditunjukkan oleh pemeluk agama lain atau atheis sekalipun.
Ketika tidak memahami Islam dengan baik dan benar, seorang perempuan muslim tentu saja bisa berlenggang-lenggok dan berprilaku lebih dahsyat dari para kontestan Miss Universe, why not? Sudah terbukti kok..Artis-artis yang tertangkap sedang "jualan" itu muslimah gak ya? :(
Saya curiga jangan-jangan knowledge kita akan ajaran Islam justru berada pada titik terendah. Kita kesulitan mencari cara mempraktikkan Islam yang benar dan tulus dari hati. Kita lebih suka memilih ajaran dan praktik Islam yang cendrung untuk pamer-pamer saja -saya menyebutnya "Islam Selfie"- ketimbang "Islam Sejati" yang penuh kasih, persaudaraan dan menentramkan.
So, siapa yang akan memimpin misi penyelamatan citra Islam yang benar-benar sejati itu?
Secra pribadi tentu diri kita sendiri. Tanpa bertujuan untuk pencitraan-pun, seorang muslim diwajibkan untuk mamahami Islam secara benar serta paham akan substansi nya sehingga akan mempraktikkannya dengan benar.
Katanya, Indonesia menjadi harapan untuk menjadi ikon dan citra Islam atau muslim yang moderat, simpatik dan bermartabat. Tapi, jangan besar kepala dulu. Ini memerlukan kerja super keras mengingat warga negeri ini rentan sekali untuk menjadi pengikut, manut kepada negara lain, entah itu negara Barat atau Arab sekalipun. Kita mudah tidak pede dan kehilangan kepercayaan diri. Mungkin ini sindrome negara Dunia Ketiga atau bahkan Dunia ke Empat, kalu ya..?
Kita memang harus membuktikan Islam adalah The Way of Life yang sempurna. Upaya itu harus dilakukan bersama-sama. Karena, jika ini tidak dilakukan dengan segera, maka negeri ini memang lebih suka gaya-gayaan saja. Atau, jangan-jangan, malah kelak Amerika yang akan mengambil alih ikon sebagai negeri muslim yang ideal, siapa tahu?

0 Comments