Posts

Pilkada dan Ilmu Tongkar

Image
By: M. Ridwan "To err is human. To blame someone else is politics" (Hubert H Humphrey) Tongkar itu asal katanya "bertengkar". Kata ini akrab ditelinga warga Sumut. Main-mainlah ke sana. Jadi, ilmu Tongkar artinya, ya, Ilmu Bertengkar. Ini ilmu tak asing di telinga. Tapi, jangan dicari di kamus ya, pasti ngak ketemu. Soalnya, ilmu hitam dan dahsyat...Hehe.. Biasanya, kalau ada seseorang yang punya hobby bertengkar, suka cari masalah, keras kepala dan susah dinasehati, maka orang Sumut bilang, "Dia itu tongkar kali ah, payah dinasehati, keras kepala dan suka cari masalah saja,". Selain Ilmu Tongkar ada pula Ilmu Aib dan Ilmu Nyinyir. Apa pula itu?  Ilmu aib itu adalah "kemampuan" seseorang melihat sesuatu dari sudut pandang negatif baik melihat aib orang atau suatu keadaan. Lagi-lagi, istilah ini juga ngak ketemu dalam kamus ya... Seseorang yang ahli di Ilmu Tongkar dan Aib biasanya kreatif dan inovatif dalam menjelek-jelekkan orang, at...

Pilkada dan Mimpi Umar Jaman Now

Image
By: M. Ridwan Umar Bin Khattab itu khalifah kedua sesudah Rasulullah. Banyak kisah ketauladanan dari dirinya. Kisah yang paling populer adalah aksi blusukan yang dilakukannya di kota Madinah. Syahdan, musim paceklik melanda Madinah. Meski sistem penanganan bencana berjalan baik dan Baitul Mal mampu memberikan bantuan makanan, Umar masih merasa perlu memastikan tak seorangpun yang luput dari bantuan. Alkisah, ia dan sahabatnya menemukan sebuah kemah di gurun pasir Arab. Di dalam kemah terdengar tangis anak-anak kelaparan. Si ibu yang bersama mereka terlihat memasak di atas tungku api. Anehnya, sampai anak-anak itu tertidur, masakan si ibu tak kunjung tersaji. Heran dengan kondisi itu, Umar mengetuk pintu dan bertanya apa gerangan. Sang ibu menjawab bahwa anak-anaknya kelaparan. Beberapa hari ini mereka sulit mendapatkan makanan.  "Lalu, apa yang engkau masak?" tanya Umar. "Itu adalah batu, tuan. Biar mereka tertidur. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan, ...

Pilkada dan The Power of Emak-Emak

Image
By: M. Ridwan   Emak-emak itu bahasa Inggerisnya “ Moms ”. Orang Arab menyebutnya “ Ummi” atau “Ummahat ”. Istilah emak-emak dalam tulisan ini ditujukan kepada kategori perempuan secara umum. Jadi, tidak mesti seorang ibu sih, apalagi telah memiliki anak. Sehingga, bagi yang belum merasa menjadi emak-emak jangan berkecil hati ya. Tulisan ini untuk kamu juga, kok :) Emak-emak negeri ini hebat-hebat. Powerfull banget .   Saya pernah melihat di sebuah daerah, kaum emak-emaknya sudah berangkat ke sawah di pagi hari nan gelap. Mereka   cekatan bejalan, sambil   memikul peralatan berat. Saat itu, entah dimana para suami. Katanya sih, masih di warung kopi dan sebagian masih terlelap. Infonya sih, para suami akan menyusul di siang harinya. :) The Power of Emak-Emak itu nyata... Beberapa emak-emak hebat yang saya kenal, berprofesi macam-macam. Semuanya hebat-hebat. Ada yang berprofesi sebagai guru, dosen, bankir, household/ manager rumah tangga, hakim, p...

Pilkada dan Narkoba

Image
By: M. Ridwan Kali ini kita mau bincang-bincang tentang narkoba di Indonesia. Berbagai berita menunjukkan fakta bahwa penyebaran narkoba di Indonesia sudah berada pada tahap mengerikan, bukan lagi memprihatinkan. Bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti, manakala jumlah pecandu narkoba sudah tak terhitung dan mereka juga punya hak pilih, maka bisa saja para bandar narkoba pun berani mencalonkan diri masuk ke ajang Pilkada, bukan?. Apalagi, kalau beberapa jenis narkoba dilegalkan, maka bukan tidak mungkin, iklan kampanye pun berubah, misalnya, “Pilihlah calon A, karena terbukti sukses melegalkan ganja. Atau, pilihlah si A karena akan membuat para pecandu narkoba sehat dan sejahtera”. Ini analisis asal-asalan, sih , tapi bisa saja terjadi. Saya pernah menulis di blog ini dengan judul “Republik Candu” yang terinspirasi dari fenomena perokok yang terus bertambah di negeri ini. Dengar-denger sih, para pecandu narkoba itu dimulai dari aktifitas merokok, lho . Jangan mar...

Pilkada dan Sampah

Image
By: M. Ridwan Tulisan ini adalah cerita tentang sampah. Tidak terkait politik. Kalaupun saya tulis kata”pilkada” menyertainya tidak bermaksud mengiring pembaca supaya mengkaitkan Pilkada dengan sampah, dalam perspektif apapun. Apalagi sampai menduga-duga hubungan aneh sampah dan pilkada. Saya menyoroti sampah setelah membaca berita tentang penanganannya di Teluk Jakarta. Luar biasa banyaknya. Kawasan hutan Magrove plus sampah di pesisir ibukota ini sebuah hal yang miris. Ibukota negara lho, banyak orang cerdas di sana.  Tentu saja, penanganan yang dilakukan oleh pasukan orange pantas diacungi jempol. Termasuk, kebijakan pimpinan DKI yang mentargetkan pembersihan sampah tuntas dalam seminggu juga harus diapresiasi. Kira-kira nih , kapan ya, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah ini akan sempurna? Sampai kapan masyarakat Indonesia sadar sepenuhnya untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti hobby banyak orang kini?.  Saya yakin, di sekitar ki...