Posts

Tragedi Rohingya: Ketika Manusia Berupaya Menjadi Iblis

Oleh: M. Ridwan Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan penderitaan penduduk etnis Rohingya di Myanmar.  Penduduk asli Myanmar ini dipaksa meninggalkan negeri leluhur mereka hanya karena mereka dianggap tidak pantas menjadi penduduk negeri. Alasan lainnya, -sebagaimana diungkapkan oleh Ashin Wirathu -sang biksu penebar teror- bahwa ia tidak ingin Myanmar seperti Indonesia, dimana muslim akhirnya menjadi mayoritas. Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka etnis Rohingya yang didominasi muslim harus dienyahkan dari bumi Myanmar. Bagaimanapun caranya. Maka, pembunuhan dan kekejian terhadap etnis Rohingya menjadi tak terelakkan. Nyawa mereka menjadi begitu murahnya. Bahkan si Ashin yang berkepala plontos ini menyamakan mereka dengan anjing gila yang harus dibunuh. Betapa mengerikan. Maka, tak heran jika majalah ternama TIME memuat foto sang biksu sebagai cover dan menulis judulnya dengan besar “ THE FACE OF BUDHIST TERROR ”. Artinya, fakta kebengisannya bukanlah isapan jempol ...

Alquran Langgam Jawa: Gaya-Gayaan ala Indonesia?

Oleh: M. Ridwan Sejujurnya, awalnya, saya tidak ingin membahas topik ini. Bukan saja karena kompetensi saya sangat terbatas dengan seluk-beluk teknik baca Alquran, tapi setahu saya di Pulau Jawa, ada ratusan ribu Qari-Qariah yang sangat piawai melantunkan Alquran sekaligus menguasai sampai sedetail-detailnya hal ihwal qiraah Alquran dan hukum bacaanya. Serahkan saja kepada ahlinya. Namun, karena isunya sudah kadung heboh, maka saya kira, ada baiknya juga untuk ikut nimbrung. Lagipula, tema ini sesuai dengan tema blog yaitu negeri gaya-gayaan :) Kemarin sore, saya mendapatkan broadcast tentang Alquran yang dibacakan dengan langgam Jawa. Video itu di sharing di beberapa group WA. Langgam ini dibawakan di istana negera dalam acara Isra Mi’raj Nabi yang pasti dihadiri para Dubes dari negara lain termasuk Timur Tengah. Sejujurnya, langgamnya agak mengusik telinga awam saya. Baik tajwid maupun   makharijul hurufnya agak aneh saja. Saya yakin langgam ini pasti juga aneh d...

Menjadi Negeri Penghibur

Oleh: M. Ridwan Tahun 2013 lalu, kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya ada 18 juta jiwa masyarakat Indonesia mengalami gangguan kejiwaan ringan. Gangguan ringan berupa cepat marah, murung dan tidak bisa mengendalikan emosi. Sedangkan penderita gangguan berat seperti depresi akut maupun gila “ beneran ” mencapai angka 1 juta jiwa.   Sehingga totalnya adalah 19 juta jiwa. Sehingga, kalau kita membuat rasio dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia, akan didapatkan perbandingan 1: 10. Artinya, dari sepuluh penduduk Indonesia, dipastikan ada 1 orang mengalami gangguan kejiwaan. Data ini bahkan lebih bagus dari Survey Mental Kesehatan Rumah Tangga tahun 2007 lalu justru yang menunjukkan rasio 1:5. Namun, berapapun rasionya, faktanya jelas memprihantinkan bahwa ternyata orang yang mengalami gangguan jiwa di Indonesia cukup banyak. Bahkan, saya yakin, jumlah yang ada di lapangan melebihi dari angka yang mampu dipaparkan oleh lembaga-lembaga riset.   Fakta...

Salah Kaprah Eufemisme

Image
Oleh: M. Ridwan Ternyata berbagai fenomena sosial, politik, ekonomi dan budaya yang menerpa negeri ini tidak terlepas dari salah kaprah penggunaan bahasa. Bahkan, maraknya prostitusi di negeri dipastikan juga merupakan dampak dari salah kaprah berbahasa. Lho , salah kaprah bahasa?.   Apa mungkin?.   Tetu saja sangat mungkin. Bahasa adalah keajaiban. It is a miracle . Bahasa adalah kreasi Tuhan yang luar biasa. Ketika penciptaan manusia dilakukan, maka Tuhan juga menciptakan bahasa. Terutama bahasa lisan. Diperkirakan ada ratusan ribu bahasa lisan yang pernah eksis di muka bumi ini. Banyak bahasa telah mengalami kepunahan dan sebagian lain mengalami metamorfosis dan berganti-ganti. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 7000 bahasa yang masih aktif digunakan manusia di dunia.   Jutaan kata yang dihasilkan dalam bahasa dipergunakan di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial budaya, politik, maupun agama. Eufemisme adalah sebuah gaya bahasa. Tujuannya unt...

Money Talks: Ketika Uang Bak Sabda Raja

Image
Oleh: M. Ridwan Money Talks adalah judul sebuah film yang dibintangi Chris Tucker di tahun 1997. Aktor yang sering berpatner dengan Jackie Chen di beberapa serial film laga ini terkenal lucu dan banyak bicara. Kebiasaannya ini sangat memuakkan bagi para bandit-bandit yang berinteraksi dengannya. Namun, film-film yang dibintanginya terbilang sukses. Kesuksesan ini ditengarai juga karena kebanyolan si Chris Tucker ini. Judul film ini menarik yaitu Money Talks. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan dengan “ Uang Berbicara ” atau “ Uang Berkuasa ”.   Sang sutradara sepertinya paham bahwa uang memang memiliki kekuasaan besar. Bahkan sangat besar untuk “berbicara” dan berkuasa. Sepanjang film, memang diperlihatkan hebatnya kemampuan uang sebagai biang kerok semua konflik yang terjadi.  Meskipun di akhir film, si Tucker lebih memilih membuang berlian mahal yang diperolehnya. Dia lebih memilih kebahagiaan diri dan temannya ketimbang limpahan kekayaan. Mungkin, ini ada...