Posts

Digital Happiness or Digital Satisfaction?

Image
By: M. Ridwan    “In a world full of digital memories, people forget to make real ones" -- Meeta Ahluwalia Sejenak kita tinggalkan hebohnya Amerika dengan tingkah Trump yang tak rela kursi jabatannya diserahkan kepada Biden. Apalagi ketika pendukungnya menduduki Capitol Hill dan melakukan aksi anarkis, maka imej Amerika sebagai negara paling demokratis di dunia tak pelak lagi, tercoreng. Ternyata Amrik hanya sportif di film-film saja, bukan? :) . Sampai-sampai Twitter akhirnya mem-block akun mantan presiden nyentik ini. Tweetnya banyak me-rusak sih :) Ada baiknya kita membahas topik kebahagiaan atau happiness. Soalnya sudah masuk tahun 2021. Kata orang, kita harus punya resolusi. Dan, resolusi yang terbaik tentunya, menggapai hidup yang lebih bahagia. Setuju bukan? Sudah ada beberapa tulisan di blog ini yang membahas tentang kebahagiaan. Ada terkait pseudo happiness, index kebahagiaan, dan lain sebagainya.   Tapi, kali ini saya tertarik membahas tentang digital ...

The World After Corona: Seribu Ahwal, Sejuta Tafakkur?

Image
By: M. Ridwan “What you seek is seeking you.” ― Mawlana Jalal-al-Din Rumi Ketika tulisan ini dibuat, 19 April, Indonesia sedang bertarung mengalahkan Covid-19 dan belum memasuki masa puncak pandemi. Artinya, diperlukan beberapa bulan mendatang supaya virus ini terkendali dan hengkang dari negeri pertiwi.  Konsekuensinya, kesabaran warga negeri ini diharapkan bertahan meski dihantui angka dan data, entah itu korban jiwa, statistik ekonomi yang anjlok, atau defisit negara di depan mata.   Tak hanya Indonesia, Covid-19 lebih dahulu membungkam negara lain di sana, dengan aksi yang tak kalah ganas. Si virus tak memilih negara, mau terkebelakang atau adikuasa, meyakini Tuhan atau tidak, semua mendapat giliran, menjadi korban.  Pemenangnya?, mungkin siapa yang berhasil “melandaikan” kurva penyebaran. Jika tercapai, negara yang bersangkutan bolehlah kembali ke kehidupan sedia kala, meski mungkin serangan ke dua bisa saja terjadi. Atau reinfeksi dan pasie...

The World After Corona: Mewaspadai Tuhan yang Mungkin “Hilang”

Image
By: M. Ridwan “When you can see God in small things, you'll see God in all things.” ― Wise Word- To the point saja.  Covid-19 sedang mewabah. Ikhtiar sudah dilakukan manusia. Lockdown, social distancing, sampai kepada pembuatan antivirus. Tinggallah masa menunggu. Harap-harap cemas. Antara khauf dan raja’ kata para ustaz.  Soalnya, meski pengidapnya bisa sembuh tapi sebaran wabahnya begitu massif. Siapa yang tak takut. Lalu, katakanlah vaksin anti Covid-19 ditemukan, dalam waktu 3-6 bulan mendatang –itu doa kita pastinya-, lalu, ada pertanyaan, saya kira cukup menggelitik,  ”Seperti apa peran Tuhan di hati manusia ketika wabah Corona ini SIRNA, di muka bumi?. “Akankah Dia KEMBALI disembah dan dihargai oleh manusia sebagai Tuhan, dengan penuh keiklasan?. “Atau, apakah mungkin keberadaan Tuhan justru akan “hilang?, di hati penduduk bumi?” Maaf, jangan salah arti dengan pertanyaan "konyol" di atas. Setidaknya ada beberapa sebaba meng...