Posts

Ketika Narasi Menghancurkan Negeri-Negeri

Image
Oleh: M. Ridwan Apakah suatu bangsa atau negeri dapat hancur karena sebuah narasi? Jawabannya, SANGAT BISA...!! Silahkan di googling. Saya kaget bahwa perang Vietnam dan Amerika 1964 yang dikenal kejam dan brutal itu justru dipicu oleh Hoaks. Alkisah, Kementerian Pertahanan Amerika membuat narasi bahwa ada kapal perang Vietnam yang menyerang kapal Amerika. Sontak saja, Amerika marah. Padahal, isu ini hoaks semata. Kebohongan ini baru diakui oleh Amerika pada tahun 2005 lalu. Sayangnya, perang terlanjur terjadi dan memakan korban lebih dari 3 juta orang. Seramnya...!! Film Rambo sampai dibuat beberapa versi berdasarkan perang ini. Tak kalah dustanya. Sebelum itu, tepatnya tahun 1939, Hitler membuat narasi bahwa Polandia telah menembak tentara Jerman. Narasi ini diterima publik, terlihat masuk akal. Jerman lalu menyerang Polandia dan perang Dunia II berkecamuk. Padahal, justru tentara Jerman-lah yang melakukan penembakan itu. Bayangkan betapa kejinya. Perang Dunia II telah ...

Kebangkrutan Thomas Cook, Korban Disrupsi Digital Berikutnya

Image
Oleh: M. Ridwan Jagad bisnis heboh. Perusahaan travel Inggeris, Thomas Cook, bangkrut. Tepatnya hari Minggu lalu. Salah satu perusahaan travel tertua di dunia ini gulung tikar dengan meninggalkan lebih dari 150 ribu konsumen yang terluntang-lantung di berbagai negara, menunggu kepastian, kapan pulang dan bagaimana pembayaran hotel mereka dilakukan. Termasuk wisatawan mereka, di Bali. Menyedihkan. Thomas Cook memiliki 22 ribu karyawan, bekerjasama dengan 100 penerbangan dunia, 200 pemilik hotel dan resor di 47 destinasi, dan 19 juta pelanggan. Pokoknya besar sekali. Sampai-sampai, saya pernah membaca berita dimana Menteri Pariwisata Indonesia, sangat menaruh pada Thomas Cook untuk mempromosikan Indonesia di Eropa. Berita kebangkrutan ini tentu tidak mengejutkan terutama jika dikaitkan bagaimana hebatnya bisnis digital menghantam berbagai bisnis konvensional. Sebelumnya kita akrab dengan berita transportasi dan perhotelan offline dipaksa gulung tikar dengan kehadiran bisnis mod...

The Power of Telur

Image
Oleh: M. Ridwan Telur yang dimaksudkan dalam tulisan ini bisa saja, TELUR DADAR, TELUR MATA SAPI, OMLET, TELUR ASIN, bahkan TELUR PUYUH. Saya tidak bermaksud mendiskriditkan satu telur dengan telur lainnya. Meskipun bagi saya, TELUR DADAR menempati posisi teratas di hatiku.:) Tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk tujuan lain. Apalagi terkait politik misal gonjang-ganjing aksi demo minggu lalu. Soalnya, dalam aksi kemarin, kita tidak melihat ada lempar-melempar telur, bukan?. Lagipula, RUU Tentang Telur, pasti tidak menarik didiskusikan, iya kan? Cerita tentang TELUR itu asyik, tidak hanya rasanya. Menjadi makanan favorit, tidak hanya penduduk Indonesia namun juga penduduk bumi , TELUR pantas berbangga menjadi makanan yang dicari-cari. "The Power of Telur" itu nyata. Kharismanya diakui dunia. Tidak pernah ada protes terhadap telur atau ayam yang menghasilkannya. Paling protes jika harga telur naik atau protes karena harga turun dari sisi peternak. Alkisah, mas...

Demo dan "Just in a Minute Generation"

Image
Oleh: M. Ridwan Banyak orang menyebut masa kini sebagai era digital. Meskipun, itu tak lagi sepenuhnya benar karena sebenarnya kita telah memasuki era disrupsi di mana teknologi digital memang menjadi pintu masuknya. Saat ini kita justru memasuki era Big Data atau kecerdasan buatan di mana sebuah sistem bahkan mampu mengambil alih peran manusia sebagai PEMBUAT KEPUTUSAN. Orang juga menyebut anak kini sebagai GENERASI MILLENIAL. Ini juga tidak sepenuhnya benar. Karena, saat ini, anak-anak yang lahir setelah tahun 1995 justru lebih pantas disebut GENERASI Z. Mereka berbeda dengan generasi millennial yang lahir di bawah tahun itu. Anak generasi Z, itu adalah WARGA ASLI DUNIA DIGITAL. Mereka lahir, tanpa pernah mengalami sensasi teknologi analog yang jadul itu. Kalau tidak percaya? Ajak anak-anak itu menonton film keluaran tahun 1990 an. Anda akan kaget, jika melihat mimik heran di wajah mereka. Saya pernah mendapatkan pertanyaan mereka, kok di dalam film itu, smartphone tidak ad...

BJ HABIBIE : Antara Cinta, Teknologi dan Kemandirian Negeri

Image
Oleh: M. Ridwan Duka mendalam dirasakan seluruh warga negeri ini. Mantan Presiden Ke-3 RI, Prof. DR. IG. Burhanuddin Jusoef Habibie meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Semua manusia pasti kembali kepada Pencipta-Nya. Siapa yang tak kenal sosok legendaris BJ Habibie? Beliau tidak hanya dikenal di dalam negeri. Warga dunia pun tidak asing dengan dirinya. Silahkan ketik kata Habibie Factor atau Habibie Theorem, maka dengan mudah kita akan menemukan fakta bahwa BJ Habibie telah memberikan kontribusi yang besar dalam bidang kedirgantaraan dunia. Secara ringkas, Factor Habibie menjelaskan bagaimana sebuah komposisi bahan pembuatan pesawat yang efisien, hemat bahan bakar dan tentunya aman. Soalnya, sebelum, tahun 60-an, para ahli pesawat dunia dipusingkan dengan fenomena keretakan badan pesawat yang lebih cepat dari waktunya. Fenomena ini menjadi misteri karena keretakan ini telah merengut banyak korban, sangat membahayakan. Nah, Habibie berhasil menemukan teori ba...

Indonesia After Detox: Membersihkan Racun Pikiran dan Hati

Image
By: M. Ridwan “Don't let toxic people infect you with the fear of giving and receiving one of the most powerful forces in this world... LOVE!” Yvonne Pierre,  The Day My Soul Cried: A Memoir Detox itu adalah proses mengeluarkan racun dari tubuh. Bisa secara medis,   atau menggunakan ramuan dan herbal tertentu. Detoksifikasi atau detoks sangat diperlukan tubuh untuk memperlancar metabolisme dan keseimbangan tubuh akibat racun yang terpendam di tubuh, khususnya usus besar dan liver. Tanpa, detoks, kedua organ ini akan rusak dan mempengaruhi kinerja tubuh. Dari keduanya, semua jaringan tubuh mendapatkan makanan dan darah. Maka, jika LIVER dan USUS terkena racun, maka tubuh akan mendapatkan penyakit kronis, dan akut. Bahasa medisnya penyakit degeneratif yang ditandai dengan tingkat energi tubuh yang menurun dan PENUAAN DINI. Ngeri ya… Nah, jika dalam satu tubuh saja kemungkinan besar terjadi proses toksinasi alias keracunan zat berbahaya, maka hal yang sama pasti te...

Tomorrow Indonesia: A Finding of A Savior?

Image
By: M. Ridwan “Tomorrow you promise yourself will be different, yet tomorrow is too often a repetition of today.” ― James T. Mccay (Besok, kamu akan menjanjikan dirimu menjadi beda, meskipun besok sering menjadi pengulangan hari – james T. Mccay) Saya menyebutnya Tomorrow Indonesia atau Indonesia Esok. Indonesia esok adalah Indonesia yang sedang MENCARI. Salah satunya, esok hari, ketika pencoblosan Pilpres dan Pileg yang dilakukan untuk mencari siapa PRESIDEN dan WAKIL RAKYAT sejati. Tapi, Indonesia Esok itu, bukan sekedar mencari sosok itu, lho. Yes, Pilpres memang ajang mencari seorang presiden dan wakilnya. Pileg adalah ajang mencari wakil rakyat. Pemenangnya pasti kandidat yang memperoleh suara dominan dari sekitar 190 juta pemilih yang terdaftar. Dapat dibayangkan bagaimana serunya proses pemenangan, pencoblosan dan tentunya penghitungan esok hari. Maka saya setuju, bahwa apa yang disebut dengan “MASA TENANG” sejak Sabtu lalu, tidak lain adalah “MASA TEGANG” dan ME...