“Tomorrow you promise yourself will be
different, yet tomorrow is too often a repetition of today.”
― James T. Mccay
― James T. Mccay
(Besok, kamu akan menjanjikan dirimu
menjadi beda, meskipun besok sering menjadi pengulangan hari – james T. Mccay)
Saya menyebutnya Tomorrow Indonesia atau
Indonesia Esok. Indonesia esok adalah Indonesia yang sedang MENCARI. Salah satunya,
esok hari, ketika pencoblosan Pilpres dan Pileg yang dilakukan untuk mencari
siapa PRESIDEN dan WAKIL RAKYAT sejati. Tapi, Indonesia Esok itu, bukan sekedar
mencari sosok itu, lho.
Yes, Pilpres memang ajang mencari seorang
presiden dan wakilnya. Pileg adalah ajang mencari wakil rakyat. Pemenangnya pasti
kandidat yang memperoleh suara dominan dari sekitar 190 juta pemilih yang
terdaftar. Dapat dibayangkan bagaimana serunya proses pemenangan, pencoblosan
dan tentunya penghitungan esok hari. Maka saya setuju, bahwa apa yang disebut dengan
“MASA TENANG” sejak Sabtu lalu, tidak lain adalah “MASA TEGANG” dan MENDEBARKAN
bagi semua pemilih yang ada terumata TIMSES. Ayo ngaku? 😊
Tapi, kalau mau jujur, terlepas dari
siapapun pilihan warga negeri ini besok, sesungguhnya negeri ini memang harus mempersiapkan
KEKUATAN dan KEWIBAAN di mata dunia. Inilah yang saya maksud dengan INDONESIA
ESOK. Itulah yang harus DICARI..!!
KEKUATAN dan KEWIBAAN itu tentu didukung
oleh banyak variabel atau penyebab. Entah itu kekuatan mata uang, pendapatan
perkapita, kualitas masyarakat yang tinggi, nilai-nilai yang dijunjung tinggi, sampai dengan kekuatan militer yang dimiliki. Apakah
kita disegani atau tidak?.
Kalau mau melakukan sedikit riset
kecil-kecilan, bawa saja mata uang Rupiah ke negeri jiran sebelah, entah itu
Malaysia, Singapura atau Thailand. Betapa kita harus menggigit jari, ketika Rupiah
memang kalah kuat dibandingkan mata uang mereka. Nilai tukarnya itu, bro.
Menyedihkan..!!. Itu Fakta, mau apa lagi?
Bahkan, kalau Anda pergi ke Eropa atau
Amerika, maka dipastikan Rupiah kita tidak akan laku dan tidak ada money
changer yang mau membelinya. Saya pernah memberikan mata uang 5000 ribu Rupiah
kepada seorang gelandangan di Inggeris. Dan, ia menolak 😊. Bayangkan
kalau di tangan saya ada ada 5000 Poundstering atau Dollar Amerika,,Pasti
matanya akan hijau. Iya kan?
Lihat bagaimana para TKI kita dipandang
sebelah mata oleh para majikannya di luar negeri. Lapangan kerja yang sedikit
membuat warga negeri ini harus berjuang di negeri lain, tak peduli perempuan
atau anak muda. Entah bagaimana perasaan suami, isteri atau anak, ketika
melepaskan mereka di negeri rantau. Nun jauh jauh di sana, terkadang diperlakukan
tidak baik pula.
Memang, ada para pekerja profesional yang
dipekerjakan di perusahaan luar negeri, namun jumlah mereka pasti kalah
dibandingkan ratusan ribu TKI yang melakukan diaspora di luar negeri.
Sayangnya, karena kualitas SDM yang kurang, perlakuan dan mereka terima di sana
cukupmemprihatinkan. Kendati, dari hari ke hari, tetap ada upaya perbaikan,
namun tetap saja kita masih kalau WIBAWA dengan negeri sebelah. Upss, jangan
bilang, bahwa jumlah kita yang banyak menjadi penyebabnya. Itu sama saja dengan
mencari pembenaran. Akui saja deh 😊
Saya tidak sedang menebarkan pesimisme. Itu
adalah problem. Itulah kenyataan.
Kita tidak bisa berpura-pura dengan kondisi
ini. Mungkin ada, satu atau dua orang warga negeri ini, yang disegani di luar
negeri. Mungkin karena memiliki uang yang banyak dan bisa spend the money di
sana, maka WIBAWA nya terangkat. Namun, berapa sih jumlah The Crazy Rich Indonesian
yang yang ada itu?. 😊
Mencerdaskan dan me-WIBAWAKAN-setiap warga
negeri ini memang harus dilakukan para PEMIMPIN NEGERI INI. Untuk itulah kita
memilih mereka besok. Besok adalah salah satu upaya MENCARI pemimpin dan wakil rakyat yang
MENGERTI tentang bagaimana menegakkan WIBAWA NEGERI ini.
WIBAWA negeri?.
Yes, itulah yang harus kita munculkan. Wibawa
negeri secara hakiki, bukan sekedar WIBAWA karena pamer jumlah penduduk atau kehebatan masa
lalu. Apalagi dengan menunjukkan keberhasilan materialistik semata. Kita harus ber-WIBAWA karena memang dari semua sisi, pantas dibanggakan. Baik kemajuan
pembangunan, kekuatan militer, etika yang tinggi, kualitas SDM mumpuni sampai
dengan MIMPI yang besar. Bukan sekedar mimpi menjadi artis Korea :)
Lihat saja, ketika pertama kali seorang warga
Amerika Serikat, Rusia, China atau Jepang menginjakkan kaki di semua pintu imigrasi
bandara dunia, mereka mungkin akan mendapatkan respon dan layanan yang lebih
berkualitas dibandingkan negeri-negeri dunia ketiga alias negara berkembang
atau terkebelakang.
Apa sebabnya? Itulah sebagian dampak dari wibawa negara yang
mereka punya. Dampak dari negara adikuasa, kuat atau kaya dan suka inovasi. Itu
tidak bisa dipungkiri.
Maka, Tomorrow Indonesia atau Indonesia
Esok bukan sekedar jargon dengan menunjukkan bahwa warga negeri ini sudah demokratis
atau menunjukkan hasil pemilu dan pamer kemenangan karena jagoannyanya menang.
Bukan itu. Itu sama saja dengan anak-anak yang pamer SUPER HERO karena baru menonton
THE AVENGERS: END GAME, (Belum rilis ya😊).
I
ndonesia ESOK itu harus mampu menghadapi tantangan JAMAN yang semakin KERAS. Maju
atau mati perlahan namun pasti.
Indonesia Esok itu adalah Indonesia yang
menyadari kesalahan masa lalunya atas mudahnya kita dipecah belah penjajah.
Masak sih, negeri seperti Belanda, Portugis atau Jepang yang berjarak puluhan
ribu kilometer dari sini, mampu menjajah bangsa besar ini?. Dimana diletakkan
wajah kita?. What a shame…!!! Memalukan sekali bukan?
Guys,
Indonesia Esok adalah Indonesia yang mampu
mengejar ketertinggalan dibandingkan negara lain. Bukan sekedar menjadi
konsumen manis yang mengelu-elukan gadget teranyar Made in Korea atau Amerika.
Apalagi merasa sudah hebat etika menenteng tas mahal bikinan luar negeri yang
harganya mampu membeli sawah puluhan hektare. Itu adalah wibawa SEMU. Jangan
mudah dikibuli. Apalagi kalau yang melakukannya para pemimpin yang hanya ingat
ketika PEMILIHAN saja.
Indonesia esok adalah Indonesia yang sadar
bahwa persatuan bangsa itu harta termahal yang dimiliki bangsa ini. Ratusan
etnis dan budaya adalah kekuatan yang seharusnya menambah kewibawaan bangsa ini,
bukan sekedar saling tunjuk dan ejek mengukur kadar ke-Indonesia-an
masing-masing. Apa gunanya?. Toh, menghapal
butir-butir Pancasila saja, hanya segelintir yang mampu. Buktikan saja.😊
Indonesia Esok adalah KISAH bagaimana kita
menemukan para penyelamat bangsa atau THE SAVIORS. Sosok yang rela berkorban
untuk bangsanya, bukan demi kepentingan segelintir orang atau sekelompok
golongan. Bukan orang yang sekedar banggsa pamer jari semata. Iya kan?:)
The Question is, Who is The Saviors?
Siapakah penyelamat Indonesia yang saya maksudkan?
Jawabannya, semua kita, semua warga negeri
ini adalah PENYELAMAT BANGSA. Bukan pada satu atau dua sosok. Di tangan kitalah
negeri bisa selamat. Dari lisan dan tangan kita, negeri ini juga bisa hancur. Dari
hati dan kepala kita, negeri ini bisa makmur dan sejahtera, dan dari
keserakahan kita pula, negeri ini bisa binasa. The greedy who becomes crazy..
Orang yang dipilih dan memilih esok hari adalah
PENYELAMAT NEGERI ini. Asalkan niatnya, TULUS.
Maka, ketika esok kita memilih dan
mencoblos, maka niatkanlah untuk memajukan negeri, bukan menjatuhkan orang
lain. Niatkan untuk membuat negeri BERWIBAWA dan mulia, di mata manusia dan
TUHAN, tentunya.
Niat yang ikhlas mem-BAIKKAN- negeri pasti
akan bernilai ibadah dan DIGANJAR kemuliaan. Itu GANJARAN PERTAMA yang TUHAN berikan
kepada hamba-Nya yang TULUS. Lalu, Apa pula peran presiden atau legislator yang
nanti terpilih, di mata TUHAN?
Hmm, sejujurnya…
Mereka itu hanya BONUS , dari TUHAN.
Percaya deh,,,negeri ini akan tetap SELAMAT kalau para pemimpinya DIKAWAL oleh
orang yang berniat TULUS seperti Anda😊. Yakinlah.
Moga,
hari esok, esok sesudahnya, sampai esok dunia berakhir, selalu menjadi momen
perbaikan bagi kita. Bukan seperti kata bijak yang diungkapkan James T. Mccay “Tomorrow you promise yourself will be different, yet tomorrow is
too often a repetition of today.” (Besok, kamu akan menjanjikan
dirimu menjadi beda, meskipun besok sering menjadi pengulangan hari)
Semoga
tidak ya…😊
Walllahu
a’lam


0 Comments