By: M. Ridwan
“Don't let toxic people infect you with
the fear of giving and receiving one of the most powerful forces in this
world... LOVE!” Yvonne Pierre, The Day My Soul Cried: A Memoir
Detox itu adalah proses mengeluarkan racun
dari tubuh. Bisa secara medis, atau
menggunakan ramuan dan herbal tertentu. Detoksifikasi atau detoks sangat
diperlukan tubuh untuk memperlancar metabolisme dan keseimbangan tubuh akibat
racun yang terpendam di tubuh, khususnya usus besar dan liver. Tanpa, detoks,
kedua organ ini akan rusak dan mempengaruhi kinerja tubuh. Dari keduanya, semua
jaringan tubuh mendapatkan makanan dan darah. Maka, jika LIVER dan USUS terkena
racun, maka tubuh akan mendapatkan penyakit kronis, dan akut. Bahasa medisnya
penyakit degeneratif yang ditandai dengan tingkat energi tubuh yang menurun dan
PENUAAN DINI. Ngeri ya…
Nah, jika dalam satu tubuh saja kemungkinan
besar terjadi proses toksinasi alias keracunan zat berbahaya, maka hal yang
sama pasti terjadi dalam sebuah NEGARA yang begitu besar. Iya kan?. Negara bisa
diibaratkan jasmani layaknya tubuh manusia. Masing-masing komponen membentuk
satu sistem kinerja menuju satu tujuan. Proses kerja ini ibarat metabolisme
tubuh ketika mengolah makanan. Maka “keracunan” juga bisa terjadi di dalam
proses bernegara. Detoksifikasi menjadi sebuah kemestian. 😊
Proses detoks ini telah terjadi. Selama 8-10
bulan belakangan ini, -berkaca dari apa
yang terjadi di medsos-, netizen begitu aktif mengeluarkan uneg-uneg. Terkait KONTESTASI PERPOLITIKAN, tentunya. Sayangnya, negatif. Racun yang keluar dalam bentuk
ejekan, makian, saling bully, hoax bahkan fitnah. Pagi, siang, sore hingga
malam, netizen aktif “mengeluarkan toksin” di medsos. Anehnya, mereka selalu
punya energi untuk itu. Bahkan sebagian besar “menikmatinya”. Oh My God....
Bagi saya, uneg-uneg negatif yang
dipertontonkan di ajang medsos itu layak disebut RACUN alias TOKSIN berbahaya. Soalnya, racun itu kan
sesuatu yang negatif, kotor dan memancing munculnya penyakit degeneratif
lainnya. Buktinya, banyak orang yang bertengkar sulit berhenti, malah menjadi-jadi.
Itu adalah efek RACUN, dimana ia menyerang semua
organ, dimulai dari PIKIRAN dan berlanjut ke HATI.
Yes,
kalau pada tubuh, organ yang paling sering kena racun adalah USUS dan LIVER, maka
organ yang terkena racun dalam kaitan dengan KONTESTASI PERPOLITIKAN negeri ini,
adalah PIKIRAN dan HATI.
Gegara toksin ini, pikiran cerdas menjadi hilang. Analisis
tajam menjadi tumpul. Kebijaksanaan berubah menjadi kekusutan bahkan mengarah kepada KEBODOHAN. Ketika TOKSIN di
pikiran sudah banyak, akut, ia kemudian menyerang HATI berupa muncul rasa MARAH, CULAS,
CURANG, PONGAH, bahkan sampai ke IRI DENGKI.
Dari hati, biasanya akan menyerang
fisik berupa tindakan AGRESIF, menyerang, bahkan sampai ke benturan FISIK. Terasa ngak ya?
Sebenarnya,
KONTESTASI PERPOLITIKAN di negeri ini sudah selesai, kendati mungkin belum
berakhir. DETOKS yang telah dilakukan, seharusnya berhasil menghilangkan
racun-racun BERAT dalam TUBUH BERNEGARA ini.
Yes, tak, layak kita memproduksi RACUN terus-menerus dan
memberikannya kepada sesama anak negeri yang justru adalah “BAGIAN TUBUH” kita juga,
iya kan?.
Saatnya
tubuh NEGERI ini diseimbangkan kembali.
Istlahnya proses “BALANCING”. Harus ada upaya bagaimana HATI dan PIKIRAN
warga negeri ini kembali BERSIH dari TOKSIN. Harus dilakukan sistematis. Sayang, nanti umur bisa pendek dan penuaan dini. :)
Hati dan
pikiran yang bersih inilah yang akan mampu memberdayakan NEGERI ini. Untuk menghadapi
jutaan tantangan yang akan datang. Mensejahterakan seluruh tumpah darah
Indonesia. Menjadi negeri yang dicintai Tuhan dan saling mencintai sesama anak negeri. NKRI gitu lho? Mungkinkah?
Saya haqul yakin, sangat mungkin sekali.
Kok,
saya jadi teringat dengan sebuah kata yang cukup wise dari Yvonne Pierre,
penulis The Day My Soul Cried: A Memoir yang terkenal itu. Katanya…..
“Jangan
biarkan orang yang terkena racun justru menginfeksi dirimu dengan KETAKUTAN untuk MEMBERI
dan MENERIMA SATU kekuatan dahsyat DUNIA, yaitu CINTA”
Semoga
hidup kita penuh cinta. Yuk berdamai dengan HATI dan PIKIRAN sesama. Amin..


0 Comments