Ticker

6/recent/ticker-posts

Indonesia After Detox: Membersihkan Racun Pikiran dan Hati


By: M. Ridwan
“Don't let toxic people infect you with the fear of giving and receiving one of the most powerful forces in this world... LOVE!” Yvonne Pierre, The Day My Soul Cried: A Memoir

Detox itu adalah proses mengeluarkan racun dari tubuh. Bisa secara medis,  atau menggunakan ramuan dan herbal tertentu. Detoksifikasi atau detoks sangat diperlukan tubuh untuk memperlancar metabolisme dan keseimbangan tubuh akibat racun yang terpendam di tubuh, khususnya usus besar dan liver. Tanpa, detoks, kedua organ ini akan rusak dan mempengaruhi kinerja tubuh. Dari keduanya, semua jaringan tubuh mendapatkan makanan dan darah. Maka, jika LIVER dan USUS terkena racun, maka tubuh akan mendapatkan penyakit kronis, dan akut. Bahasa medisnya penyakit degeneratif yang ditandai dengan tingkat energi tubuh yang menurun dan PENUAAN DINI. Ngeri ya…

Nah, jika dalam satu tubuh saja kemungkinan besar terjadi proses toksinasi alias keracunan zat berbahaya, maka hal yang sama pasti terjadi dalam sebuah NEGARA yang begitu besar. Iya kan?. Negara bisa diibaratkan jasmani layaknya tubuh manusia. Masing-masing komponen membentuk satu sistem kinerja menuju satu tujuan. Proses kerja ini ibarat metabolisme tubuh ketika mengolah makanan. Maka “keracunan” juga bisa terjadi di dalam proses bernegara. Detoksifikasi menjadi sebuah kemestian. 😊

Proses detoks ini telah terjadi. Selama 8-10  bulan belakangan ini, -berkaca dari apa yang terjadi di medsos-, netizen begitu aktif mengeluarkan uneg-uneg. Terkait KONTESTASI PERPOLITIKAN, tentunya. Sayangnya, negatif. Racun yang keluar dalam bentuk ejekan, makian, saling bully, hoax bahkan fitnah. Pagi, siang, sore hingga malam, netizen aktif “mengeluarkan toksin” di medsos. Anehnya, mereka selalu punya energi untuk itu. Bahkan sebagian besar “menikmatinya”.  Oh My God....

Bagi saya, uneg-uneg negatif yang dipertontonkan di ajang medsos itu layak disebut RACUN alias TOKSIN berbahaya. Soalnya, racun itu kan sesuatu yang negatif, kotor dan memancing munculnya penyakit degeneratif lainnya. Buktinya, banyak orang yang bertengkar sulit berhenti, malah menjadi-jadi. Itu adalah efek RACUN, dimana ia menyerang semua organ, dimulai dari PIKIRAN dan berlanjut ke HATI.

Yes, kalau pada tubuh, organ yang paling sering kena racun adalah USUS dan LIVER, maka organ yang terkena racun dalam kaitan dengan KONTESTASI PERPOLITIKAN negeri ini, adalah PIKIRAN dan HATI. 
Gegara toksin ini, pikiran cerdas menjadi hilang. Analisis tajam menjadi tumpul. Kebijaksanaan berubah menjadi kekusutan bahkan mengarah kepada KEBODOHAN. Ketika TOKSIN di pikiran sudah banyak, akut, ia kemudian menyerang HATI berupa muncul rasa MARAH, CULAS, CURANG, PONGAH, bahkan sampai ke IRI DENGKI. 
Dari hati, biasanya akan menyerang fisik berupa tindakan AGRESIF, menyerang, bahkan sampai ke benturan FISIK. Terasa ngak ya?

Sebenarnya, KONTESTASI PERPOLITIKAN di negeri ini sudah selesai, kendati mungkin belum berakhir. DETOKS yang telah dilakukan, seharusnya berhasil menghilangkan racun-racun BERAT dalam TUBUH BERNEGARA ini. 
Yes, tak, layak kita memproduksi RACUN terus-menerus dan memberikannya kepada sesama anak negeri yang justru adalah “BAGIAN TUBUH” kita juga, iya kan?.

Saatnya tubuh NEGERI ini diseimbangkan kembali. 
Istlahnya proses “BALANCING”. Harus ada upaya bagaimana HATI dan PIKIRAN warga negeri ini kembali BERSIH dari TOKSIN. Harus dilakukan sistematis. Sayang, nanti umur bisa pendek dan penuaan dini. :)  

Hati dan pikiran yang bersih inilah yang akan mampu memberdayakan NEGERI ini. Untuk menghadapi jutaan tantangan yang akan datang. Mensejahterakan seluruh tumpah darah Indonesia. Menjadi negeri yang dicintai Tuhan dan saling mencintai sesama anak negeri. NKRI gitu lho? Mungkinkah?

Saya haqul yakin, sangat mungkin sekali.

Kok, saya jadi teringat dengan sebuah kata yang cukup wise dari Yvonne Pierre, penulis The Day My Soul Cried: A Memoir yang terkenal itu. Katanya…..

“Jangan biarkan orang yang terkena racun justru menginfeksi dirimu dengan KETAKUTAN untuk MEMBERI dan MENERIMA SATU kekuatan dahsyat DUNIA, yaitu CINTA”

Semoga hidup kita penuh cinta. Yuk berdamai dengan HATI dan PIKIRAN sesama. Amin..

Post a Comment

0 Comments