Posts

Pilkada dan Smartphone

By: M. Ridwan Judul di atas terinspirasi dari dua buah bilboard besar yang saya lihat di pinggir jalan raya. Satu bilboard memuat gambar pasangan calon kepala daerah, dan tak jauh darinya, sebuah bilboard iklan smartphone dengan gambar wanita sedang bergaya memegang smartphone teranyar. Saya tidak bertujuan membahas politik, lho. Meski judul tulisan ini menyebut kata Pilkada.  Saya hanya mau melihat pilkada dan smartphone dari perspektif lain saja. Perspektif bilboard iklan....:) Kita lanjut ya.... Sesuai kata, smartphone artinya "telepon cerdas". Istilah ini adalah pengembangan dari kata handphone yang memiliki arti terbatas yaitu  "telepon genggam". Istilah handphone sendiri juga pengembangan dari kata telepon. Telepon berasal dari kata tele dan phone. Awalnya, buku sejarah menyebut bahwa penemunya adalah Alexander Graham Bell pada tahun 1876. Namun, kongres Amerika meralatnya dengan menyatakan bahwa penemu telepon sebenarnya adalah Antonio Meucci tahun 1849....

Perginya Ilmuwan Pencinta Buku

Image
By: M. Ridwan Tears are Words that Need to be Written (Paulo Coelho) Perlu beberapa kali, bagi saya, untuk menyakinkan diri ketika membaca broadcast di WA yang menginfokan bahwa DR. M. Iqbal, dosen Fakultas Syariah UINSU, telah meninggal dunia. Baru setelah dikonfirmasi oleh DR. Syafruddin Syam, Wadek 1, Fasih, info menyedihkan ini benar adanya . Dosen yang baik hati dan menginspirasi ini telah menghadap Khalik-nya. Saya kira, pasti bukan hanya saya yang terkejut dengan berita ini. Seluruh sivitas UINSU dan orang yang mengenal beliau pasti tidak menyangka bahwa dosen kalem dan rajin menulis ini, telah berpulang ke rahmatullah, dalam umur yang cukup muda, di saat bersamaan ia sedang menantikan gelar professor yang sudah dipenuhi segala persyaratan. Dr. M. Iqbal adalah sosok yang penuh inspirasi, khususnya dalam konsistensinya melakonkan peran dosen penyampai ilmu, dengan memaksimalkan kekuatan tulis dan karya. Ya, beliau dikenal sebagai dosen yang berintegritas, juj...

Aksi 1712: Antara Arogansi Donald Trump dan Mahalnya Persatuan Muslim

By: M. Ridwan Hari ini, ada aksi besar di Jakarta, yakni penolakan Deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel yang mengejutkan dunia. Betapa tidak, pengakuan sepihak presiden nyentrik ini menyalahi ketentuan PBB yang menyatakan bahwa kota suci Yerusalem adalah zona status quo. Artinya, Yerusalem adalah kota suci 3 agama yaitu Kristen, Yahudi dan Islam. Jadi tidak bisa diklaim sepihak oleh Israel. Belum lagi kalau dilihat dari sejarah, bahwa negara Israel sebenarnya tidak ada dalam peta sebelum 1948. Palestina adalah pemilik sah Yerusalem. Namun, jatuhnya Turki Usmani menyebabkan wilayah Yerusalem yang sebelumnya berada di bawah kekuasaannya direbut dan diserahkan Inggeris kepada diaspora Yahudi di Eropa dan mengusir paksa penduduk setempat, bangsa Palestina yang notabene adalah muslim. Kisah ini teramat menyakitkan. Secara kasat mata dunia menyaksikan pencaplokan paksa sebuah negara sah yang menistakan penduduknya. Tragisnya, dunia tidak...

Ustad Somad: Antara UIN dan Wibawa Ilmu

By:  M. Ridwan Siapa yang tidak kenal Ustaz Abdul Somad?. Da'i sejuta umat asal Riau ini sangat digemari umat. Retorikanya khas dan penguasaan ilmunya dalam. Lihat saja ceramahnya di youtube dan media elektronik. Konten ceramahnya yang mampu mengakomodir lintas mazhab selalu diminati masyarakat. Namun, mungkin segelintir saja yang tahu bahwa ia adalah dosen Universitas Islam Negeri Syarif Kasim Riau, PNS pula. Universitas Islam yang dulunya adalah IAIN ini pasti kecipratan berkah atas pamor salah seorang dosennya yang cerdas dan mengayomi, dengan tampilan sederhana lagi. Saya bersyukur bahwa ustaz Somad m un cul. Ia mampu menjadi pelipur asa masyarakat akan sosok pendidik dalam arti sebenarnya. Ilmu yang dalam, dan gaya yang khas. Sosoknya, tentu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi bernama UIN yang ada di Indonesia, bukan? Saya kira, sosok seperti Ustaz Somad juga dimiliki UIN lainnya di Indonesia.UIN tentunya sangat berpengalama  dalam mengembangk...

Google Scholar: Cara Google Mengumpulkan Orang Hebat Dunia

By: M. Ridwan Anda memiliki tulisan atau penelitian yang ingin ditunjukkan ke dunia dan menginspirasi orang lain? Jangan khawatir, raksasa mesin pencari, Google, telah memfasilitasi hal ini dengan membuat layanan Google Scholar atau dalam bahasa Indonesia disebut Google Cendikia. Sehingga, kita yang terdaftar dapat menjadikannya media komunikasi dengan dunia. Cara mendaftarkannya simple. Anda cukup memiliki akun email Google atau email institusi yang berafiliasi dengan Google, katakanlah, @uinsu.ac.id. Universitas Islam kebanggaan Sumut ini jauh-jauh hari telah bekerjasama dengan Google sehingga civitasnya boleh memiliki akun email dengan ekstensi UINSU. Semua layanan dan citarasa Google dimilikinya, keren bukan? Bagi Anda yang sudah memiliki akun google, silahkan lanjut dengan tahapan berikut: 1. Buka alamat http://scholar.google.com atau bisa juga http://scholar.google.co.id/ . Ini untuk warga Indonesia. 2. Klik " My Citation" atau "Kutipan Saya...

Seandainya Stephen Spielberg Me-Remake Film G30S PKI Untuk Generasi Millenial

By: M. Ridwan Apa itu generasi millenial? Ada yang mengatakan bahwa generasi millenial adalah generasi yang lahir dalam kurun waktu 1980-2000 an. Artinya, Saya dan mungkin Anda yang berumur lebih dari 37 tahun tidak bisa masuk ke dalam kategori ini. Sedih ya?... Tapi, tunggu dulu, Ada juga yang menyatakan bahwa sebutan Generasi Millenial bukan terkait umur tapi lebih kepada budaya. Karakternya adalah attention seeker (suka caper), holiday experiencer (suka liburan) dan tentu saja suka selfie. Jangan khawatir, generasi millenial itu bukan berkonotasi negatif lho. Karakter GM sebenarnya lebih menunjukkan sebuah prilaku yang menonjolkan sentuhan teknologi dan life style modern. Tentunya, dunia digital dan medsos memainkan peran penting mempertegas eksistensi generasi millenial ini. Keren lah... Nah, ada tawaran dari berbagai pihak untuk mengemas ulang atau me-remake film G30S PKI yang sempat booming di tahun 1980 an itu. Film besutan sutradara kondang Arifin C Nor ini menceritakan up...

Komunis Millenial: Antara Life Style, Eskapisme dan Sakit Hati Ekonomi

By: M. Ridwan Acara Indonesian Lawyer Club tadi malam cukup berkesan. Tema yang dipilih oleh Karni Ilyas, -pemandu acara yang disiarkan TVONE- yaitu "PKI: Hantu atau Nyata?" juga sangat mengena terlebih ketika ia menghadirkan para pihak yang dianggap mewakili kubu pro dan kontra terhadap isu kemunculan PKI di Indonesia. Terlihat perwakilan Komnas HAM, LBH Jakarta, Sukmawati (Putri Bung Karno), Ilham Aidit (Putra Aidit, pentolan PKI tahun 1965),  anggota DPR, Ketua Lemhanas, Sejarawan Politik Salim Said dan tentunya mayjen (Purn) Kivlan Zein, purnawirawan yang sangat getol mengaungkan kebangkitan PKI di Indonesia. Selain itu, acara ini juga menghadirkan seorang tokoh atau simpatisan PKI yang mengaku sebagai korban pembersihan PKI yang dilakukan pemerintah Orba. Komplit.... Lalu, apa hasil diskusi ILC yang berakhir sampai pukul 12.10 menit tadi malam? Enaknya sih, lihat saja rekaman ulangnya, soalnya pasti akan ada perbedaan pemahaman atas acara tadi malam. Namun, ka...