Aksi 1712: Antara Arogansi Donald Trump dan Mahalnya Persatuan Muslim
By: M. Ridwan Hari ini, ada aksi besar di Jakarta, yakni penolakan Deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel yang mengejutkan dunia. Betapa tidak, pengakuan sepihak presiden nyentrik ini menyalahi ketentuan PBB yang menyatakan bahwa kota suci Yerusalem adalah zona status quo. Artinya, Yerusalem adalah kota suci 3 agama yaitu Kristen, Yahudi dan Islam. Jadi tidak bisa diklaim sepihak oleh Israel. Belum lagi kalau dilihat dari sejarah, bahwa negara Israel sebenarnya tidak ada dalam peta sebelum 1948. Palestina adalah pemilik sah Yerusalem. Namun, jatuhnya Turki Usmani menyebabkan wilayah Yerusalem yang sebelumnya berada di bawah kekuasaannya direbut dan diserahkan Inggeris kepada diaspora Yahudi di Eropa dan mengusir paksa penduduk setempat, bangsa Palestina yang notabene adalah muslim. Kisah ini teramat menyakitkan. Secara kasat mata dunia menyaksikan pencaplokan paksa sebuah negara sah yang menistakan penduduknya. Tragisnya, dunia tidak...