Peserta mudik di Indonesia tentu sangat terbantu dengan keberadaan jalan TOL yang menghubungkan banyak tempat di Indonesia. Kendati BERBAYAR, namun jalan bebas hambatan ini tentu akan mempermudah proses MUDIK warga negeri ini untuk menjalin tali kasih dengan keluarga yang dirindukan. Meski, untuk tahun ini, kita harus banyak tersenyum, melihat tingkah UNIK PERDEBATAN kubu pro dan kontra jalan TOL ini. Dengar-denger sih, gegara masalah PILPRES dan aksi JAGO MENJAGOKAN calonmasing-masing. Moga saja, perdebatan ini tidak dilakukan sambil menyetir dan tidak dibawa sampai ke kampung halaman masing-masing. Takutnya nanti, masalah KETUPAT jdan OPOR AYAM uga diperdebatkan ya. So, hati-hati di jalan TOL ya…
Nah, terkait jalan nih. Ada pepatah, yaitu “BANYAK JALAN MENUJU ROMA. Artinya selalu banyak cara menyelesaikan masalah. Namun tentunya jalur yang tercepat dan termudah adalah PILIHAN orang yang ingin ke ROMA. Kalau melalui laut MEDITERIA, badainya banyak, dan waktu tempuh lambat. Kalau terbang di atas konflik RUSIA, siap-siap menjadi SASARAN RUDAL nyasar. Kalau melalui jalur AFRIKA, JALANYA MEMUTAR. Biasanya jalan terbaik adalah dengan PENERBANGAN melalui negara Eropa seperti BELANDA, JERMAN atau PERANCIS. Nyampai nya cepat dan relatif aman.
Apapun
pilihan traveller, mereka membutuhkan jalan yang jelas, clear dan aman. Kesalahan
memilih JALAN terancam GAK SAMPAI. Atau, kalaupun SAMPAI namun PENUH
PENDERITAAN dan LAMA.
Nah, untuk menuju satu DESTINASI dunia
saja, kita membutuhkan jalan bebas hambatan dan clear, maka tentu saja kita
membutuhkan JALAN YANG CLEAR dan BEBAS HAMBATAN untuk MENUJU AKHIRAT atau SURGA
bukan?
Dalam setiap sholat, umat Islam membaca
ayat “IHDINAS SHIRATAL MUSTAQIM” yang artinya “TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG BENAR
DAN LURUS”. Doa yang terdapat di surat Al-Fatihah ini sekaligus menjadi tanda bahwa
kita berkomitmen mengikuti JALAN yang diberikan Allah yaitu JALAN ORANG yang
telah diberi NIKMAT oleh Allah atau kalau pakai bahasa keren JALAN ORANG YANG
BERPENGALAMAN DENGAN PETA AKHIRAT. Itulah JALAN ISLAM.
Kita tidak boleh memilih JALAN SESAT DAN
DILAKNAT Allah atau JALAN ORANG COBA-COBA dan TAK TAHU PETA. Kendati mungkin
menang PROMOSI, namun travelling kita bakalan HANCUR. Jangan tertegun IKLAN.
Look, masalah “JALAN” itu teramat penting
bagi manusia untuk MUDIK Akhirat. Kita membutuhkan
jalan MUDIK yang BENAR dan LURUS.
Apakah JALAN MUDIK AKHIRAT memerlukan
BAYARAN?Yes, tetap butuh bayaran, namun BAYARANNYA MURAH, banget. Kalau mau jujur, untuk fasilitas SURGA yang tak terhitung nilainya, maka nilai ibadah dalam waktu non stop 24 jam selama 100 tahun pun, tak sebanding dengan nikmat akhirat. Allah memang mengenakan BAYARAN MURAH untuk DESTINASI AKHIRAT yang diberikannya.
Namuan, kadang, manusia saja yang GAK MAMPU
melihat MAHALNYA AKHIRAT dan MURAHNYA JALAN “TOL” DUNIA. Sholat 5 waktu, plus
puasa, zakat dan haji itu adalah BAYARAN MURAH dibandingkan REWARD dari ALLAH. Seharusnya
kita HARUS beribadah JUTAAN TAHUN untuk mendapatkan GANJARAN SURGA JUTAAN TAHUN
pula, logis bukan?
Menghadapi masalah dan cobaan hidup itu, sebenarnya
MURAH BANGET jika dibandingkan KASIH SAYANG ALLAH nanti di AKHIRAT. So, JANGAN BERSEDIH.Lalu, apa yang membuat JALAN DUNIA MENJADI MAHAL?.
Jawabannya ada dalam surat Al-FATIHAH juga,
yaitu ketika manusia memilih JALAN ORANG SESAT DAN TERLAKNAT. Orang sesat akan
membawa kita ke HUTAN BELANTARA, mungkin melalui JURANG dan LEMBAH, mungkin melewati
GUNUNG BERAPI, mungkin berlayar di atas GELOMBANG TINGGI, TEROMBANG-AMBING di
LAUTAN, mungkin melewati daerah konflik dan penuh perampok. Akibatnya, jarak
tempuhnya menjadi LAMA dan HAMBATANNYA TERHINGGA. Wajar toh, JALAN itu menjadi menjadi
MAHAL. Sayangnya, meski sudah MAHAL, ternyata di AKHIRAT justru dijebloskan ke
JALAN PANAS DAN MERAH yaitu NERAKA. Ngeri bukan?
So, BERSYUKURLAH atas JALAN “TOL” MURAH yang
diberikan ALLAH kepada kita. Dia begitu sayang kepada MANUSIA. Dia ingin MUDIK
kita kepada-NYA dilalui dengan MUDAH dan BENAR. Melalui JALAN TOL yang MURAH bahkan
hampir MINUS BAYARAN.
Kalau BISA MURAH, kenapa HARUS MAHAL,
bukan?
Taqabballahu minna wa minkum, Shiyamana wa
Shiyamakum. Minal ‘Adin Wal Faizin.
Wallahu a’lam.


0 Comments