Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 28 Seri Ramadhan 2018: SURGA DAN JALAN “TOL” MURAH

By: M. Ridwan

Peserta mudik di Indonesia tentu sangat terbantu dengan keberadaan jalan TOL yang menghubungkan banyak tempat di Indonesia. Kendati BERBAYAR, namun jalan bebas hambatan ini tentu akan mempermudah proses MUDIK warga negeri ini untuk menjalin tali kasih dengan keluarga yang dirindukan. Meski, untuk tahun ini, kita harus banyak tersenyum, melihat tingkah UNIK PERDEBATAN kubu pro dan kontra jalan TOL ini. Dengar-denger sih, gegara masalah PILPRES dan aksi JAGO MENJAGOKAN calonmasing-masing. Moga saja, perdebatan ini tidak dilakukan sambil menyetir dan tidak dibawa sampai ke kampung halaman masing-masing. Takutnya nanti, masalah KETUPAT jdan OPOR AYAM uga diperdebatkan ya. So, hati-hati di jalan TOL ya…

Nah, terkait jalan nih. Ada pepatah, yaitu  “BANYAK JALAN MENUJU ROMA. Artinya selalu banyak cara menyelesaikan masalah. Namun tentunya jalur yang tercepat dan termudah adalah PILIHAN orang yang ingin ke ROMA. Kalau melalui laut MEDITERIA, badainya banyak, dan waktu tempuh lambat.  Kalau terbang di atas konflik RUSIA, siap-siap menjadi SASARAN RUDAL nyasar. Kalau melalui jalur AFRIKA, JALANYA MEMUTAR. Biasanya jalan terbaik adalah dengan PENERBANGAN melalui negara Eropa seperti BELANDA, JERMAN atau PERANCIS. Nyampai nya cepat dan relatif aman.

Apapun  pilihan traveller, mereka membutuhkan jalan yang jelas, clear dan aman. Kesalahan memilih JALAN terancam GAK SAMPAI. Atau, kalaupun SAMPAI namun PENUH PENDERITAAN dan LAMA.
Nah, untuk menuju satu DESTINASI dunia saja, kita membutuhkan jalan bebas hambatan dan clear, maka tentu saja kita membutuhkan JALAN YANG CLEAR dan BEBAS HAMBATAN untuk MENUJU AKHIRAT atau SURGA bukan?

Dalam setiap sholat, umat Islam membaca ayat “IHDINAS SHIRATAL MUSTAQIM” yang artinya “TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG BENAR DAN LURUS”. Doa yang terdapat di surat Al-Fatihah ini sekaligus menjadi tanda bahwa kita berkomitmen mengikuti JALAN yang diberikan Allah yaitu JALAN ORANG yang telah diberi NIKMAT oleh Allah atau kalau pakai bahasa keren JALAN ORANG YANG BERPENGALAMAN DENGAN PETA AKHIRAT. Itulah JALAN ISLAM.
Kita tidak boleh memilih JALAN SESAT DAN DILAKNAT Allah atau JALAN ORANG COBA-COBA dan TAK TAHU PETA. Kendati mungkin menang PROMOSI, namun travelling kita bakalan HANCUR. Jangan tertegun IKLAN.

Look, masalah “JALAN” itu teramat penting bagi manusia untuk MUDIK Akhirat.  Kita membutuhkan jalan MUDIK yang BENAR dan LURUS.
Apakah JALAN MUDIK AKHIRAT memerlukan BAYARAN?
Yes, tetap butuh bayaran, namun BAYARANNYA MURAH, banget. Kalau mau jujur, untuk fasilitas SURGA yang tak terhitung nilainya, maka nilai ibadah dalam waktu non stop 24 jam selama 100 tahun pun, tak sebanding dengan nikmat akhirat. Allah memang mengenakan BAYARAN MURAH untuk DESTINASI AKHIRAT yang diberikannya.

Namuan, kadang, manusia saja yang GAK MAMPU melihat MAHALNYA AKHIRAT dan MURAHNYA JALAN “TOL” DUNIA. Sholat 5 waktu, plus puasa, zakat dan haji itu adalah BAYARAN MURAH dibandingkan REWARD dari ALLAH. Seharusnya kita HARUS beribadah JUTAAN TAHUN untuk mendapatkan GANJARAN SURGA JUTAAN TAHUN pula, logis bukan?
Menghadapi masalah dan cobaan hidup itu, sebenarnya MURAH BANGET jika dibandingkan KASIH SAYANG ALLAH nanti di AKHIRAT.  So, JANGAN BERSEDIH.
Lalu, apa yang membuat JALAN DUNIA MENJADI MAHAL?.

Jawabannya ada dalam surat Al-FATIHAH juga, yaitu ketika manusia memilih JALAN ORANG SESAT DAN TERLAKNAT. Orang sesat akan membawa kita ke HUTAN BELANTARA, mungkin melalui JURANG dan LEMBAH, mungkin melewati GUNUNG BERAPI, mungkin berlayar di atas GELOMBANG TINGGI, TEROMBANG-AMBING di LAUTAN, mungkin melewati daerah konflik dan penuh perampok. Akibatnya, jarak tempuhnya menjadi LAMA dan HAMBATANNYA TERHINGGA. Wajar toh, JALAN itu menjadi menjadi MAHAL. Sayangnya, meski sudah MAHAL, ternyata di AKHIRAT justru dijebloskan ke JALAN PANAS DAN MERAH yaitu NERAKA. Ngeri bukan?
So, BERSYUKURLAH atas JALAN “TOL” MURAH yang diberikan ALLAH kepada kita. Dia begitu sayang kepada MANUSIA. Dia ingin MUDIK kita kepada-NYA dilalui dengan MUDAH dan BENAR. Melalui JALAN TOL yang MURAH bahkan hampir MINUS BAYARAN.

Kalau BISA MURAH, kenapa HARUS MAHAL, bukan?
Taqabballahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Minal ‘Adin Wal Faizin.

Wallahu a’lam.














Post a Comment

0 Comments