Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 27 Seri Ramadhan 2018: TERPAKSA MASUK SURGA ATAU RELA MASUK NERAKA?

By: M. RIDWAN


Judul di atas adalah ungkapan dari Ustaz Jazir. Itu lho, ketua BKM Mesjid Jogokariyan Yogyakarta yang fenomenal itu. Ceritanya, kami mengundang beliau mengisi kegiatan Pelatihan BKM Mesjid se-Kota Medan, beberapa tahun lalu. Menurutnya, untuk menarik minat masyarakat ke mesjid, pengurus BKM Jogokariyan sering memberi REWARD kepada jama’ah. Ada yang mendapat makanan, minuman dan ada pula yang mendapat DOOR PRIZE. Selalu ada inovasi yang dibuat agar jamaah tertarik ke mesjid.

Efeknya luar biasa. Jamaah membludak dan saf selalu penuh berisi. Bahkan jama’ah sholat subuhpun hampir sama dengan jamaah sholat Jumat. Kira-kira, di mesjid mana lagi yang bisa seperti itu ya?
Pada waktu itu, seorang peserta berkomentar, “Apakah reward seperti itu akan membuat orang ikhlas?. Kesannya, ke mesjid kok terpaksa dan diiming-iming?.  Nah, beliau menjawab dengan santai, bahwa “Mendingan mereka “TERPAKSA MASUK SURGA’ ketimbang “SUKARELA MASUK NERAKA”.

Sontak hadirin tertawa dan mengangguk setuju. Namun beliau menjelaskan bahwa tujuan pertama adalah menarik minat jamaah. Tentunya, paksaan yang dimaksud bukan ALA PREMAN. Masyarakat “DIPAKSA” dengan KELEMBUTAN dan PELAYANAN MAKSIMAL. Kegiatan mesjid betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat. Sehingga mereka tak PUNYA PILIHAN kecuali berinteraksi dengan MESJID. Keren bukan?
Jogokariyan berhasil. Tak heran, jika mesjid ini menjadi BENCHMARK nasional dalam tata kelola mesjid. Setiap kali ke Yogya, saya menyempatkan diri mengunjungi mesjid bersahaja ini. Kira-kira 20 menit dari Malioboro sih.

Untuk konteks kini. Apa yang disampaikan Ustaz Jazir saya kira TEPAT DIGUNAKAN. Terkadang, kita memang perlu “PAKSAAN” untuk MASUK KE SURGA. Soalnya, mungkin, kalau PAKAI CARA SUKARELA, peminatnya justru sedikit. Sebaliknya, kita juga perlu “PAKSAAN” untuk MENJAUHI NERAKA, soalnya, tanpa itu, SUKARELAWA NERAKA memang sangat banyak, bukan?. LAGI-LAGI, yang saya maksud adalah PAKSAAN dengan KELEMBUTAN dan LAYANAN MAKSIMAL, bukan INTIMIDASI…!!.
Masyarakat perlu “dipaksa” ke mesjid, caranya? dengan memberikan layanan mesjid se-MENARIK MUNGKIN, seramah MALL dan senyaman HOTEL. BKM harus membuat susasana mesjid ala MAKKAH dan MADINAH. Imam dengan suara merdu, ruangan nyaman dengan AC yang dingin, harum dan bersih, akses WIFI untuk remaja atau Taman Bermain buat anak-anak. Siapa yang tak tertarik berlama-lama di mesjid?. Belum lagi kalau layanan kesehatan, pustaka atau pusat ekonomi didirikan. Kalau sudah seperti ini, apakah pusat hiburan dan diskotik akan ramai dikunjungi?

Kita harus “MEMAKSA” kaum muslimin bersedekah. Caranya? dengan menyajikan pola pengumpulan dan penyaluran ZISWAF yang PROFESIONAL dan MODERN. Harus menggunakan teknologi dan adanya pola pemberdayaan, memberi pancing dan bukan memberi “ikan”. Tiru cara Dompet Dhu’afa atau Rumah Zakat. Siapa sih yang tidak akan suka bersedekah? Siap-siap lembaga ZAKAT kebanjiran muzakki. Siap-siap, lembaga ribawi ditinggalkan.

Para perempuan kita perlu “dipaksa” menutup AURAT dengan mensosialisasikan BETAPA ANGGUNNYA PEREMPUAN berhijab. Munculkan karakter muslimah sejati. KEANGGUNAN AKHLAK dan PAKAIAN akan MEMPESONA.  Perempuan kita tidak akan punya pilihan kecuali akan memilih BERHIJAB dan BERAKHLAK MULIA pula. Siap-siap, model pakaian gak senonoh dan semi telanjang ditinggalkan.
Masyarakat perlu “DIPAKSA” dekat dengan ALQURAN. Caranya, sajikan konten ALQURAN yang menyejukkan dan dibutuhkan masyarakat. Sosialisasikan nilai ALQURAN yang mampu menjawab dinamika masyarakat berkembang. ALQURAN adalah kita suci dari TUHAN. Jangan sampai, gara-gara kita salah menyajikan isinya dengan baik, orang justru lari dari ALQURAN. Padahal, kalau ALQURAN dibaca dengan hati terbuka dan jauh dari tendensi pribadi, maka semua nilai-nilai di dalamnya akan masuk ke dalam hati. Baik muslim ataupun non muslim akan takjub kepadanya. Jangan mempelintir ayat SESUKA HATI.

MASYARAKAT JAMAN NOW sebenarnya sudah sangat CERDAS. Mereka bisa memilah dan memilih mana yang BAIK dan BURUK, dengan MUDAH. Cuma biasanya, masyarakat membutuhkan figur yang tepat.
Masyarakat kita butuh lembaga dan sosok alternatif MENGELOLA KEPERCAYAAN. Mereka butuh banyak lembaga yang bisa menampung aspirasi KEBAIKAN secara masif. Mereka butuh banyak tokoh PENGGERAK KEBAIKAN, yang ikhlas dan tanpa pamrih. Biasanya, tokoh seperti muncul dari kalangan NON POLITIKUS, bukan sosok yang itu-itu saja…

BANGSA ini memiliki potensi yang sangat besar, dengan jumlah penduduk yang juga besar, maka sebenarnya kuota kita di SURGA atau NERAKA juga CUKUP besar. Tinggal kita mau pilih mana?. TERPAKSA masuk SURGA atau RELA masuk neraka?.

Moga Allah membimbing hati kita untuk selalu rela menapaki JALAN YANG LURUS. Amin
Wallahu a’lam.






Post a Comment

0 Comments