Efeknya luar biasa. Jamaah membludak dan
saf selalu penuh berisi. Bahkan jama’ah sholat subuhpun hampir sama dengan
jamaah sholat Jumat. Kira-kira, di mesjid mana lagi yang bisa seperti itu ya?
Pada waktu itu, seorang peserta berkomentar,
“Apakah reward seperti itu akan membuat orang ikhlas?. Kesannya, ke mesjid kok terpaksa
dan diiming-iming?. Nah, beliau menjawab
dengan santai, bahwa “Mendingan mereka “TERPAKSA MASUK SURGA’ ketimbang “SUKARELA
MASUK NERAKA”.
Sontak hadirin tertawa dan mengangguk
setuju. Namun beliau menjelaskan bahwa tujuan pertama adalah menarik minat jamaah.
Tentunya, paksaan yang dimaksud bukan ALA PREMAN. Masyarakat “DIPAKSA” dengan KELEMBUTAN
dan PELAYANAN MAKSIMAL. Kegiatan mesjid betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sehingga mereka tak PUNYA PILIHAN kecuali berinteraksi dengan MESJID. Keren
bukan?
Jogokariyan berhasil. Tak heran, jika mesjid
ini menjadi BENCHMARK nasional dalam tata kelola mesjid. Setiap kali ke Yogya,
saya menyempatkan diri mengunjungi mesjid bersahaja ini. Kira-kira 20 menit
dari Malioboro sih.
Untuk konteks kini. Apa yang disampaikan
Ustaz Jazir saya kira TEPAT DIGUNAKAN. Terkadang, kita memang perlu “PAKSAAN”
untuk MASUK KE SURGA. Soalnya, mungkin, kalau PAKAI CARA SUKARELA, peminatnya
justru sedikit. Sebaliknya, kita juga perlu “PAKSAAN” untuk MENJAUHI NERAKA,
soalnya, tanpa itu, SUKARELAWA NERAKA memang sangat banyak, bukan?. LAGI-LAGI,
yang saya maksud adalah PAKSAAN dengan KELEMBUTAN dan LAYANAN MAKSIMAL, bukan
INTIMIDASI…!!.
Masyarakat perlu “dipaksa” ke mesjid, caranya?
dengan memberikan layanan mesjid se-MENARIK MUNGKIN, seramah MALL dan senyaman
HOTEL. BKM harus membuat susasana mesjid ala MAKKAH dan MADINAH. Imam dengan
suara merdu, ruangan nyaman dengan AC yang dingin, harum dan bersih, akses WIFI
untuk remaja atau Taman Bermain buat anak-anak. Siapa yang tak tertarik
berlama-lama di mesjid?. Belum lagi kalau layanan kesehatan, pustaka atau pusat
ekonomi didirikan. Kalau sudah seperti ini, apakah pusat hiburan dan diskotik
akan ramai dikunjungi?
Kita harus “MEMAKSA” kaum muslimin bersedekah.
Caranya? dengan menyajikan pola pengumpulan dan penyaluran ZISWAF yang PROFESIONAL
dan MODERN. Harus menggunakan teknologi dan adanya pola pemberdayaan, memberi pancing
dan bukan memberi “ikan”. Tiru cara Dompet Dhu’afa atau Rumah Zakat. Siapa sih
yang tidak akan suka bersedekah? Siap-siap lembaga ZAKAT kebanjiran muzakki.
Siap-siap, lembaga ribawi ditinggalkan.
Para perempuan kita perlu “dipaksa” menutup
AURAT dengan mensosialisasikan BETAPA ANGGUNNYA PEREMPUAN berhijab. Munculkan karakter
muslimah sejati. KEANGGUNAN AKHLAK dan PAKAIAN akan MEMPESONA. Perempuan kita tidak akan punya pilihan kecuali
akan memilih BERHIJAB dan BERAKHLAK MULIA pula. Siap-siap, model pakaian gak
senonoh dan semi telanjang ditinggalkan.
Masyarakat perlu “DIPAKSA” dekat dengan
ALQURAN. Caranya, sajikan konten ALQURAN yang menyejukkan dan dibutuhkan
masyarakat. Sosialisasikan nilai ALQURAN yang mampu menjawab dinamika
masyarakat berkembang. ALQURAN adalah kita suci dari TUHAN. Jangan sampai,
gara-gara kita salah menyajikan isinya dengan baik, orang justru lari dari
ALQURAN. Padahal, kalau ALQURAN dibaca dengan hati terbuka dan jauh dari
tendensi pribadi, maka semua nilai-nilai di dalamnya akan masuk ke dalam hati. Baik
muslim ataupun non muslim akan takjub kepadanya. Jangan mempelintir ayat SESUKA
HATI.
MASYARAKAT JAMAN NOW sebenarnya sudah
sangat CERDAS. Mereka bisa memilah dan memilih mana yang BAIK dan BURUK, dengan
MUDAH. Cuma biasanya, masyarakat membutuhkan figur yang tepat.
Masyarakat kita butuh lembaga dan sosok alternatif
MENGELOLA KEPERCAYAAN. Mereka butuh banyak lembaga yang bisa menampung aspirasi
KEBAIKAN secara masif. Mereka butuh banyak tokoh PENGGERAK KEBAIKAN, yang
ikhlas dan tanpa pamrih. Biasanya, tokoh seperti muncul dari kalangan NON
POLITIKUS, bukan sosok yang itu-itu saja…
BANGSA ini memiliki potensi yang sangat
besar, dengan jumlah penduduk yang juga besar, maka sebenarnya kuota kita di
SURGA atau NERAKA juga CUKUP besar. Tinggal kita mau pilih mana?. TERPAKSA
masuk SURGA atau RELA masuk neraka?.
Moga Allah membimbing hati kita untuk selalu rela menapaki JALAN YANG LURUS. Amin
Wallahu a’lam.Moga Allah membimbing hati kita untuk selalu rela menapaki JALAN YANG LURUS. Amin


0 Comments