Siapa pernah menyangka bahwa MEDSOS kini sangat berpengaruh terhadap cara berpolitik dan berekspresi warga negeri ini. Tiba-tiba, kita masuk ke ERA CEPLOS-CEPLOS DIGITAL tingkat tinggi. GENERASI OLD mungkin terpana, GENERASI MILENIAL pun tertawa. Aksi saling unjuk KEHEBATAN pun muncul. Mengalahkan budaya PERSAHABATAN dan TEPO SELIRO yang dimiliki negeri ini selama RATUSAN TAHUN lalu.
Namun, saya kira, sehebat apapun KLAIM
kehebatan ala GENERASI OLD atau GENERASI JAMAN NOW, kita harus menerima
kenyataan bahwa kita begitu mudah terkotak-kotak. Sangat cepat tuding
kesalahan, paling mahir BERTENGKAR dan paling CEPAT REAKTIF dan SENSITIF ketika
simbol politik atau JAGOAN nya tersentuh bahkan ketika tak sengaja sekalipun. AKSI
HANTAM, bully dan CEMOOH menjadi begtitu BIASA. Tiba-tiba, negeri ini dipenuhi manusia
merasa PINTAR, dan PAHLAWAN. Sikap ke-AKU-an muncul. Ukhuwah terancam TERCABIK.
Entah bagaimana malaikat RAQIB dan ‘ATID
mencatat prilaku ANEH ala JAMAN NOW ini.
Syukurlah, RAMADHAN telah datang. Kemampuan PENGENDALIAN DIRI adalah satu output dari keberhasilan seseorang melaksanakan ibadah RAMADHAN ini. Seyogyanya, ketika tingkah politik warga negeri terkendali. Harus ada DIFERENSIASI, dong.
Kalau gagal, dalam arti TATA CARA POLITIKnya
TETAP KOTOR dan MALU-MALUIN dihadapan TUHAN, maka artinya KITA GAGAL memadamkan
BARA API di hati. Padahal, kalau API ini tidak padam, maka IA AKAN MEMBAKAR
seluruh KEBAIKAN DI HATI dengan CEPAT. Itu pasti.
ALQURAN menyebut, bahwa IBLIS memang suka MEMBAKAR
HATI manusia. Targetnya supaya mereka SALING
BERMUSUH dan MARAH-MARAHAN. Dengan itu, manusia AKAN mudah dikendalikan tuk
melakukan KEMAKSIATAN lainnya.
MODUS awalnya dimulai dengan memunculkan
sikap TAKABBUR, atau UJUB yaitu menganggap DIRI lebih hebat dari manusia
lainnya. Muncullah, sikap anggap enteng, meremehkan sampai kepada aksi saling
fitnah, ghibah, gossip dan menggunjing. Ujungnya
adalah pembunuhan karakter. Dalam kaitan
dengan politik ia disebut dengan TAKABBUR POLITIK.
Untuk membuat aktifitas PERMUSUHAN itu
menjadi MASUK AKAL, Iblis MENGHIASInya dengan ARGUMEN yang LOGIS atau REASONING
yang TERLIHAT JITU.
Misal, “Tenang saja, namanya juga POLITIK, kamu
harus siap KOTOR-KOTOR dan MENGGUNAKAN SEGALA CARA.
Atau,
“Namanya juga untuk menegakkan KEBENARAN,
gak apa sih kalau kamu fitnah dan sedikit ber-ghibah dikit.” “Nanti juga bisa
TAUBAT”. Puluhan alasan dan pembenaran dicari-cari. Padahal, sedikit demi
sedikit, BARA itu semakin membesar. Hati menjadi OVERHEATING. Memanas, sangat
panas.
Padahal, Hadis Nabi menyebut, bahwa oang
yang memiliki KESOMBONGAN sekecil atom pun tidak bakalan masuk surga. Masuk
akal sih, di surga kan tidak ada KEMARAHAN dan sikap AMBISIUS. Kira-kira nih,
orang yang GEMAR BULLY, FITNAH atau GHIBAH itu SOMBONG, gak ya..?
RAMADHAN namun minus TAWADHU’ itu ANEH.
Sama anehnya dengan RAMADHAN namun TETAP TAKABBUR.
Lalu, masih bisakah manusia berdiri TEGAK
DI HADAPAN TUHAN nanti manakala HATI mereka telah terbakar beserta SELURUH potensi
BAIKNYA?
Have A nice Ramadhan. Amin..
Wallahu a’lam.


0 Comments