By: M. Ridwan
SPIRITUAL TRESURES itu adalah HARTA KARUN
SPIRITUAL yang tak terhitung nilainya. Mengalahkan hartanya si QARUN. Karenanya, ADAM memiliki kemulian TINGGI
melebihi MALAIKAT dan JIN. Dengannya, manusia menjadi begitu special di
hadapanTUHAN melebihi makhluk lain. Makhluk LANGIT pun mengenal manusia karena
SPIRITUAL TREASURES yang setiap saat naik ke langit.
Lalu, apakah SPIRITUAL TREASURES yang saya
maksudkan? Itulah nilai-nilai kebaikan yang BERJEJAK NYATA. Tempatnya memang bersemayam
di HATI. Bentuknya abstrak, non fisikal. Kendati tak berwujud, ia mampu men-DRIVE
PIKIRAN dan JASMANI untuk bertindak. JUMLAH nya LUAR BIASA banyak, tak ada
batasan. POWER nya dahsyat.
Ada pula yang menyebutnya dengan ANGGUKAN SPIRITUAL,
atau kebaikan UNIVERSAL. Ia menjadi KESEPAKATAN AWAL MANUSIA tentang kebaikan.
Misalnya, kesepakatan manusia bahwa sifat menolong itu baik, dermawan itu mengharukan,
ikhlas itu dipuji, berkorban itu baik atau mengalah itu mempesona. Dengan
adanya WAHYU dari KITAB SUCI yang benar, maka nilai-nilai UNIVERSAL ini menjadi
semakin INDAH dan memiliki ARAH YANG BENAR.
SELAMA RAMADHAN, perwujudan SPIRITUAL
TREASURES ini NYATA BANGET. Ada nilai KESABARAN yang berseliweran. Lihat,
bagaimana sabarnya para SHAIMIN dalam menghadapi hari-harinya selama bulan
RAMADHAN. Godaan emosional dikendalikan,
tarikan nafsu dikekang.
Ada praktik KEDERMAWANAN yang tinggi. Lihat,
kemana SEDEKAH, DONASI dan THR itu akan berakhir?. Bukankah untuk MEMBAHAGIAKAN
ORANG LAIN?. Ia hanya sebentar berada di genggaman dan LANTAS berpindah TANGAN
kepada yang membutuhkan. Untuk berbagi KEBAHAGIAAN.
Ada rasa CINTA KASIH menghiasi. Ada Ke-
PEDULI-an sosial tinggi. Termasuk munculnya sikap RENDAH HATI, dan KEDISIPLINAN.
Masih banyak nilai lain. Wujud nilai-nilai ini memang ABSTRAK, namun ia berhasil
mengendalikan JASMANI untuk bertindak konkret. Kita semua menyukainya.
Nah, nilai-nilai SPIRITUAL ini akan menjadi
HARTA KARUN kalau ia mampu menjadi TRACK RECORD yang baik setelah kita
meninggalkan dunia. Orang merasakan JEJAK KEBAIKAN yang kita TOREHKAN dalam
HIDUP ini. Kendati FISIK kita yang ringkih dan rapuh ini telah musnah dimakan
tanah, namun kebaikan itu akan ABADI dan TERUS MENGALIRKAN pahala kepada
pemiliknya. Orang berebut mencarinya dan menikmati hasilnya. Itu jelas SESUATU
BANGET.
RAMADHAN memberi pelajaran kepada kita
untuk berorientasi pada SPIRITUAL TREASURES. Kendati dunia KAPITALISTIK dan MATERIALISTIK
cendrung mengiring manusia bersifat HEDONIS. Dunia RENDAH ini pun akan mungkin
akan menggoda kita untuk MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN. Lalu bagaimana cara
menghindarinya?.
Hmmm,
ada nasehat dari orang terkaya di dunia. Katanya, kalau kita masih bisa
menghitung uang atau rekening kita, artinya KITA PASTI belum kaya-kaya banget.
Soalnya, orang yang sangat kaya itu akan SULIT untuk meghitung kekayaannya. Benar
juga ya,,,
Artinya, kalau begitu, kita harus berbuat
BAIK sebanyak mungkin, memberikan kemamnfaatan tiada henti, setiap detiknya. Sampai
ia tak bisa dihitung lagi. Sampai TARIKAN RIYA, UJUB dan TAKABBUR sirna ditelan
AIR BAH KEBAIKAN.
Akhirnya, saya teringat ceramah ustaz
kemarin malam.
Ia bilang,
Kita bukan MAKHLUK ASLI bumi ini. Kita
hanya MENUMPANGKAN RUHANI di DALAM CANGKANG JASMANI yang lemah dan akan HANCUR
ini. So, be happy saja dengan MASALAH BUMI dan CANGKANG ini.
RAMADHAN memang memberikan kita banyak
waktu untuk memahami hakikat ini. Moga
demikian pula, sesudahnya. Amin
Wallahu a’lam.


0 Comments