Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 24 Seri Ramadhan 2018: SPIRITUAL TREASURES


By: M. Ridwan
SPIRITUAL TRESURES itu adalah HARTA KARUN SPIRITUAL yang tak terhitung nilainya. Mengalahkan hartanya si QARUN. Karenanya, ADAM memiliki kemulian TINGGI melebihi MALAIKAT dan JIN. Dengannya, manusia menjadi begitu special di hadapanTUHAN melebihi makhluk lain. Makhluk LANGIT pun mengenal manusia karena SPIRITUAL TREASURES yang setiap saat naik ke langit.

Lalu, apakah SPIRITUAL TREASURES yang saya maksudkan? Itulah nilai-nilai kebaikan yang BERJEJAK NYATA. Tempatnya memang bersemayam di HATI. Bentuknya abstrak, non fisikal. Kendati tak berwujud, ia mampu men-DRIVE PIKIRAN dan JASMANI untuk bertindak. JUMLAH nya LUAR BIASA banyak, tak ada batasan.  POWER nya dahsyat.  

Ada pula  yang menyebutnya dengan ANGGUKAN SPIRITUAL, atau kebaikan UNIVERSAL. Ia menjadi KESEPAKATAN AWAL MANUSIA tentang kebaikan. Misalnya, kesepakatan manusia bahwa sifat menolong itu baik, dermawan itu mengharukan, ikhlas itu dipuji, berkorban itu baik atau mengalah itu mempesona. Dengan adanya WAHYU dari KITAB SUCI yang benar, maka nilai-nilai UNIVERSAL ini menjadi semakin INDAH dan memiliki ARAH YANG BENAR.

SELAMA RAMADHAN, perwujudan SPIRITUAL TREASURES ini NYATA BANGET. Ada nilai KESABARAN yang berseliweran. Lihat, bagaimana sabarnya para SHAIMIN dalam menghadapi hari-harinya selama bulan RAMADHAN.  Godaan emosional dikendalikan, tarikan nafsu dikekang.

Ada praktik KEDERMAWANAN yang tinggi. Lihat, kemana SEDEKAH, DONASI dan THR itu akan berakhir?. Bukankah untuk MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN?. Ia hanya sebentar berada di genggaman dan LANTAS berpindah TANGAN kepada yang membutuhkan. Untuk berbagi KEBAHAGIAAN.

Ada rasa CINTA KASIH menghiasi. Ada Ke- PEDULI-an sosial tinggi. Termasuk munculnya sikap RENDAH HATI, dan KEDISIPLINAN. Masih banyak nilai lain. Wujud nilai-nilai  ini memang ABSTRAK, namun ia berhasil mengendalikan JASMANI untuk bertindak konkret. Kita semua menyukainya.   

Nah, nilai-nilai SPIRITUAL ini akan menjadi HARTA KARUN kalau ia mampu menjadi TRACK RECORD yang baik setelah kita meninggalkan dunia. Orang merasakan JEJAK KEBAIKAN yang kita TOREHKAN dalam HIDUP ini. Kendati FISIK kita yang ringkih dan rapuh ini telah musnah dimakan tanah, namun kebaikan itu akan ABADI dan TERUS MENGALIRKAN pahala kepada pemiliknya. Orang berebut mencarinya dan menikmati hasilnya. Itu jelas SESUATU BANGET.

RAMADHAN memberi pelajaran kepada kita untuk berorientasi pada SPIRITUAL TREASURES. Kendati dunia KAPITALISTIK dan MATERIALISTIK cendrung mengiring manusia bersifat HEDONIS. Dunia RENDAH ini pun akan mungkin akan menggoda kita untuk MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN. Lalu bagaimana cara menghindarinya?.

 Hmmm, ada nasehat dari orang terkaya di dunia. Katanya, kalau kita masih bisa menghitung uang atau rekening kita, artinya KITA PASTI belum kaya-kaya banget. Soalnya, orang yang sangat kaya itu akan SULIT untuk meghitung kekayaannya. Benar juga ya,,,

Artinya, kalau begitu, kita harus berbuat BAIK sebanyak mungkin, memberikan kemamnfaatan tiada henti, setiap detiknya. Sampai ia tak bisa dihitung lagi. Sampai TARIKAN RIYA, UJUB dan TAKABBUR sirna ditelan AIR BAH KEBAIKAN. 

Akhirnya, saya teringat ceramah ustaz kemarin malam.

Ia bilang,

Kita bukan MAKHLUK ASLI bumi ini. Kita hanya MENUMPANGKAN RUHANI di DALAM CANGKANG JASMANI yang lemah dan akan HANCUR ini. So, be happy saja dengan MASALAH BUMI dan CANGKANG ini.

RAMADHAN memang memberikan kita banyak waktu untuk memahami hakikat ini.  Moga demikian pula, sesudahnya. Amin

Wallahu a’lam.












Post a Comment

0 Comments