Layaknya perkuliahan, maka RAMADHAN harus
ada TEST juga, bukan?. TEST ini bisa dilaksanakan di TENGAH, atau DI AKHIR
RAMADHAN. Tujuan TEST ini adalah untuk mengetahui tingkat penyerapan RAMADHAN dan efeknya terhadap PRIBADI.
Namun, tentunya, sebelum dilakukan TEST, biasanya
dilakukan pengecekan ABSENSI atau daftar hadir SHAIM. Ini
adalah syarata AWAL.
Misal, sudah berapa hari PUASA nya bolong?.
Berapa malam tarawih yag ditinggalkan?. Berapa sholat berjamaah yang luput?. Berapa HARI gak
baca ALQURAN?, dst. Sifat pertanyaan ini adalah pengecekan akifitas FISIK. Biasanya,
kalau terlalu banyak TIDAK HADIR, maka PANITIA TEST tidak akan memperbolehkan mengikuti
TEST. Otomotis DIANGGAP GAGAL alias DAPAT NILAI E. Logis bukan?
Katakanlah, SEMUA perserta RAMADHAN 2018
ini memiliki ABSENSI yang FULL. Mereka inilah yang selanjutnya diperkenankan mengikuti TEST RAMADHAN,
lalu apa materi TEST RAMADHAN yang akan mereka hadapi?
Pertama, TEST NIAT. Peserta diminta untuk meng-KONFIRMASI ulang TUJUANNYA melaksanakan PUASA. Apakah sekedar memenuhi rutinitas TAHUNAN, dilakukan TERPAKSA atau PUNYA TARGET tertentu. Nah, kalau yang dipilih adalah jawaban ke TIGA (Punya Target), maka akan ditanya lagi, TARGET nya apa SAJA?. Misal, ada yang menjawab bahwa TARGETnya adalah mendapatkan KEBIASAAN SHOLAT BERJAMAAH secara konsisten. Mungkin ada yang menjawab supaya SEHAT. Ada yang menjawab supaya mampu MENGENDALIKAN DIRI, baik kata, perbuatan, maupun hati. Skor dari JAWABAN KETIGA ini cukup tinggi. Sedangkan skor terendah jika JAWABAN nya adalah memenuhi rutinitas atau terpaksa saja.
TEST berikutnya, biasanya terkait dengan SUASANA
HATI.
Pertanyaannya, “APA YANG KAMU RASAKAN PADA
HARI KE-15 atau 23 INI?”. Skor atas jawaban ini tertinggi lho,
Kalau jawabnnya, “HATI SEMAKIN TENANG, KHUSYUK, MUDAH BEREMPATI,
PIKIRAN TERBUKA, FRESH dan ADA KESEJUKAN DI DADA,”. Maka, itu jawaban tulen. Sebaliknya, SKOR TERENDAH kalau jawabannya “Selama
RAMADHAN justru hati merasa BETE, STRESS, MARAH, BINGUNG, PANIK, CURIGA, KHAWATIR,
TERTEKAN atau STRESS. NIlainya D atau E, lho. Nilai MERAH..!!!
Lalu, TEST
berikutnya terkait, KEIKHLASAN.
Pertanyaannya, “Apakah PELAKSANAAN IBADAH
dan KONDISI SELAMA RAMADHAN bisa diterima dengan IKHLAS?. Misal, apakah IKHLAS
melaksanakan TARAWIH yang mungkin agak melelahkan?. Apakah IKHLAS kalau REJEKI
selama RAMADHAN BELUM MENINGKAT?. Apakah IKHLAS dengan COBAAN SAKIT atau
musibah selama RAMADHAN?. Apakah IKHLAS kalau belum dapat THR, baju baru atau properti
lebaran lainnya?
Pertanyaan berikutnya biasanya terkait
dengan KONSEP KEBAHAGIAAN. Apakah yang benar-benar membuat Anda BAHAGIA pada
bulan ini?. Skor paling tinggi adalah BAHAGIA ketika merasa dekat dengan TUHAN
dan MENGABDIKAN diri pada-Nya dan pada manusia. Sedangkan skor terendah, kalau
si shaim menjawab bahwa KEBAHAGIAAN nya pabila terpenuhi kebutuhan fisik dan ksenangan
duniawinya.
Nah, TEST TERAKHIR skor nya paling TINGGI.
Pertanyaannya, APAKAH DENGAN PELAKSANAAN
RAMADHAN tahun ini, Anda MEMILIKI KESIAPAN MENGHADAPI KEMATIAN kalau sekiranya
TERJADI HARI INI?. Misal, Izrail datang MENJEMPUT nyawa pukul 21.00 malam nanti.
Biasanya sih, jawaban atas pertanyaan ini
adalah NO, AKU BELUM SIAP, MASIH BANYAK DOSA, MASIH SEDIKIT AMAL KEBAIKAN…😊. Sebaliknya,
kalau ada yang menjawab sudah sangat siap, berarti HATINYA TELAH TENANG,
MUTMAINNAH. Skor jawaban ini paling tinggi.
Apapun JAWABAN kita atas TEST RAMADHAN ini,
HANYA KITA YANG TAHU. Rahasia kita dan TUHAN kok.
Maka pastikan saja jawabannya yang terbaik dan
memberikan skor TERTINGGI. Soalnya, level TAQWA sebenarnya bisa saja diukur
dari JAWABAN yang kita berikan ini, termasuk apa yang akan terjadi pada diri
kita selama 11 bukan ke depan.
Berita buruknya, kalau skor yang kita
peroleh tahun 2018 ini RENDAH, maka KESEMPATAN MENGULANG di TAHUN DEPAN belum
tentu ada.BIsa jadi, ada yang sudah DROP OUT dari PERKULIAHAN RAMADHAN 2019, meninggalkan
DUNIA atau terkena UZUR BERAT.
So, MUMPUNG RAMADHAN masih ada beberapa
hari ke depan. Mari dimanfaatkan sebaik mungkin. HAVE A NICE RAMADHAN….!!.
Wallahu a’lam


0 Comments