By: M. Ridwan
Kata “SEHARUSNYA” itu bisa menjebak.
Apalagi kalau kondisi SEHARUSNYA tidak terwujud sesuai dengan IMPIAN. Lahirlah PROBLEM. Semakin banyak kondisi SEHARUSNYA yang tak terwujud, semakin banyaklah PROBLEM yang merasuk di KEPALA. Sering membuat stress, bro..
Tapi, jangan SILAP. PROBLEM itu selalu
DIBURU oleh mahasiswa yang mau membuat TUGAS AKHIR atau SKIRPSI. PERTANYAAN awal yang
diajukan dosen kepadanya justru “APA PROBLEM yang HENDAK kamu pecahkan?”. Semakin
banyak problem, semakin bagus. No problem, no research..!!
Bagi para innovator, PROBLEM adalah PELUANG EMAS menciptakan berbagai PRODUK INOVATIF. Misalnya, TAKSI ONLINE yang lahir
dari keinginan mengatasi PROBLEM berupa REPOTNYA memesan taksi yang cepat dan murah. Termasuk PROBLEM komunikasi jarak jauh yang dipecahkan dengan
adanya TELEPON, HANDPHONE atau SMARTPHONE. THE MORE PROBLEMS, THE MORE INNOVATIVE PRODUCTS
WILL BE.
Oh ya, problem juga bisa menjadi JUALAN
POLITIK, lho. Malah sangat LARIS..!!
Tidak heran kalau banyak muncul PROBLEM bernuansa POLITIS seperti “SEHARUSNYA
Pemerintah melakukan ini, BUKAN yang itu. Seharusnya Gubernurnya tidak
memilih KEBIJKAN ini. Seharusnya PROPINSI ini sudah maju. Seharusnya
PRODUK NASIONAL dikembangkan, dsb.
Pokoknya SEMAKIN BANYAK “SEHARUSNYA”,
SEMAKIN MENGGIGIT secara POLITIS. Bisa menaikkan elektabilitas atau menurunkannya. Sayangnya, kadang kala, POLITIKUS sepertinya lebih banyak MENGEMUKAKAN
identifikasi PROBLEM ketimbang SOLUSI CERDAS yang masuk akal. Hehe, namanya
juga USAHA ya..?
Tapi, kita gak usah bahas politik lah.
Saya
fokus kepada JEBAKAN kata "SEHARUSNYA" sebagaimana tertulis di judul terutama dalam kaitan
dengan prosesi RAMADHAN yang kita lakukan.
Soalnya, di bulan RAMADHAN-pun bisa rentan
dengan JEBAKAN “SEHARUSNYA” itu.
Misal, ada statement "SEHARUSNYA THR diberikan oleh
PERUSAHAAN", namun nyatanya TIDAK. Problem toh?. "SEHARUSNYA LEBARAN kali ini
aku harus MUDIK, namun REALITA-nya tidak bisa. Sedih kah?. SEHARUSNYA kendaraanku
DIGANTI BARU, namun realitanya cuma ada yang JADUL, merasa miriskah?. SEHARUSNYA, aku SUDAH
MENIKAH, namun masih JOMBLO, menangiskah?. Seharusnya SUDAH PUNYA ANAK namun
masih tetap BERDUA saja, tetap romantiskah?.
Begitulah seterusnya.. Saya
menyebut ini sebagai PROBLEMATIKA ARTIFISIAL atau problem BUATAN yang sangat
dipengaruhi kebiasaan, lingkungan atau kekisruhan hati.
BERITA BAIK-nya.
Problematika adalah cara TUHAN
manusia untuk selalu WASPADA dan SADAR. Problem adalah UJIAN dari TUHAN ala
mahasiswa yang hendak menyelesaikan pendidikan tadi. "No problem, no REWARDS".
Sehingga, SEHARUSnya problematika yang
muncul DISIKAPI dengan MEMUNCULKAN KREATIFITAS ala hamba TUHAN yang terbaik. Mirip-mirip
KREATIFITAS para penemu TAKSI ONLINE atau Smartphone itu. PROBLEM is THE BEST OPPORTUNITY.
Problem adalah peluang EMAS MERAIH CINTA TUHAN.
Makanya manusia harus melakukan SHIFTING PROBLEMS atau
memindahkan kategori problem. Dari problem bersifat ARTIFISIAL ke HAKIKI.
SEHARUS nya nih, PROBLEM manusia khususnya SHAIM itu
ya TERKAIT PENINGKATAN KUALITAS KETAQWAAN.
Misal, gak mampu KHATAM ALQURAN
padahal gak sibuk-sibuk banget. Gak bisa infaq berlebih di Ramadhan, padahal
THR dan uang insentif ada. Gak bisa maksimal sholat berjamaah, padahal
mesjid dekat dan gak sibuk amat. Gak mampu membersihkan hati. Atau, gak bisa menahan diri dari
GOSIP, GHIBAH dan FITNAH, padahal cukup dengan mematikan TV atau HP. Seharusnya
gak terlalu banyak TADABBUR MEDSOS, dsb. ,
“SEHARUSNYA” model di atas adalah problem
NYATA. The REAL PROBLEMS. ITULAH PROBLEM HAKIKI. Right..?
Selama HIDUP ini, dengan durasi umur tak
seberapa, mungkin TAK TERHITUNG problem yang bakal kita hadapi. Mungkin ada
yang bisa dipecahkan, namun biasanya banyak yang dibawa sampai MATI. Padahal,
bisa jadi, yang lebih banyak itu justru PROBLEM ARTIFISIAL.
Maka, ketimbang direpotkan dengan begitu
banyak PROBLEM ARTIFISIAL yang penuh JEBAKAN, mengapa tidak segera MOVE ON ke
PROBLEM HAKIKI ala hamba Tuhan tadi?. JEBAKAN PROBLEM ARTIFISIAL nya jangan
terlalu di BAPER. Lagi-lagi, MENULIS lebih mudah ketimbang PRAKTIK ya…?
Kalau begitu, berdoa sajalah, moga, Alalah
memberikan JALAN KELUAR atas segala PROBLEMATIKA HIDUP kita ini, HAKIKI atau
ARTIFISIAL tadi.Terlebih di bulan mulia ini. Itu janji Allah bagi hambanya yang BERENCANA menjadi MUTTAQIN. Amin.
Wallahu a’lam.


0 Comments