Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 21 Seri Ramadhan 2018: JEBAKAN “SEHARUSNYA” DI RAMADHAN


By: M. Ridwan
Kata “SEHARUSNYA” itu bisa menjebak. Apalagi kalau kondisi SEHARUSNYA tidak terwujud sesuai dengan IMPIAN. Lahirlah PROBLEM. Semakin banyak kondisi SEHARUSNYA yang tak terwujud, semakin banyaklah PROBLEM yang merasuk di KEPALA. Sering membuat stress, bro..

Tapi, jangan SILAP. PROBLEM itu selalu DIBURU oleh mahasiswa yang mau membuat TUGAS AKHIR atau SKIRPSI. PERTANYAAN awal yang diajukan dosen kepadanya justru “APA PROBLEM yang HENDAK kamu pecahkan?”. Semakin banyak problem, semakin bagus. No problem, no research..!!

Bagi para innovator, PROBLEM adalah PELUANG EMAS menciptakan berbagai PRODUK INOVATIF. Misalnya, TAKSI ONLINE yang lahir dari keinginan mengatasi PROBLEM berupa REPOTNYA memesan taksi yang cepat dan murah. Termasuk PROBLEM komunikasi jarak jauh yang dipecahkan dengan adanya TELEPON, HANDPHONE atau SMARTPHONE. THE MORE PROBLEMS, THE MORE INNOVATIVE PRODUCTS WILL BE.

Oh ya, problem juga bisa menjadi JUALAN POLITIK, lho. Malah sangat LARIS..!!

Tidak heran kalau banyak  muncul  PROBLEM bernuansa POLITIS seperti “SEHARUSNYA Pemerintah melakukan ini, BUKAN yang itu. Seharusnya Gubernurnya tidak memilih KEBIJKAN ini. Seharusnya PROPINSI ini sudah maju. Seharusnya PRODUK NASIONAL dikembangkan, dsb.
Pokoknya SEMAKIN BANYAK “SEHARUSNYA”, SEMAKIN MENGGIGIT secara POLITIS. Bisa menaikkan elektabilitas atau menurunkannya. Sayangnya, kadang kala, POLITIKUS sepertinya lebih banyak MENGEMUKAKAN identifikasi PROBLEM ketimbang SOLUSI CERDAS yang masuk akal. Hehe, namanya juga USAHA ya..?

Tapi, kita gak usah bahas politik lah.
Saya fokus kepada JEBAKAN kata "SEHARUSNYA" sebagaimana tertulis di judul terutama dalam kaitan dengan prosesi RAMADHAN yang kita lakukan.

Soalnya, di bulan RAMADHAN-pun bisa rentan dengan JEBAKAN “SEHARUSNYA” itu.

Misal, ada statement "SEHARUSNYA THR diberikan oleh PERUSAHAAN", namun nyatanya TIDAK. Problem toh?. "SEHARUSNYA LEBARAN kali ini aku harus MUDIK, namun REALITA-nya tidak bisa. Sedih kah?. SEHARUSNYA kendaraanku DIGANTI BARU, namun realitanya cuma ada yang JADUL, merasa miriskah?. SEHARUSNYA, aku SUDAH MENIKAH, namun masih JOMBLO, menangiskah?. Seharusnya SUDAH PUNYA ANAK namun masih tetap BERDUA saja, tetap romantiskah?.
Begitulah seterusnya.. Saya menyebut ini sebagai PROBLEMATIKA ARTIFISIAL atau problem BUATAN yang sangat dipengaruhi kebiasaan, lingkungan atau kekisruhan hati.

BERITA BAIK-nya.
Problematika adalah cara TUHAN manusia untuk selalu WASPADA dan SADAR. Problem adalah UJIAN dari TUHAN ala mahasiswa yang hendak menyelesaikan pendidikan tadi. "No problem, no REWARDS". Sehingga,  SEHARUSnya problematika yang muncul DISIKAPI dengan MEMUNCULKAN KREATIFITAS ala hamba TUHAN yang terbaik. Mirip-mirip KREATIFITAS para penemu TAKSI ONLINE atau Smartphone itu. PROBLEM is THE BEST OPPORTUNITY. Problem adalah peluang EMAS MERAIH CINTA TUHAN.

Makanya manusia harus melakukan SHIFTING PROBLEMS atau memindahkan kategori problem. Dari problem bersifat ARTIFISIAL ke HAKIKI.  

SEHARUS nya nih, PROBLEM manusia khususnya SHAIM itu ya TERKAIT PENINGKATAN KUALITAS KETAQWAAN.
Misal, gak mampu KHATAM ALQURAN padahal gak sibuk-sibuk banget. Gak bisa infaq berlebih di Ramadhan, padahal THR dan uang insentif ada. Gak bisa maksimal sholat berjamaah, padahal mesjid dekat dan gak sibuk amat. Gak mampu membersihkan hati. Atau, gak bisa menahan diri dari GOSIP, GHIBAH dan FITNAH, padahal cukup dengan mematikan TV atau HP. Seharusnya gak terlalu banyak TADABBUR MEDSOS, dsb. ,
“SEHARUSNYA” model di atas adalah problem NYATA. The REAL PROBLEMS. ITULAH PROBLEM HAKIKI. Right..?

Selama HIDUP ini, dengan durasi umur tak seberapa, mungkin TAK TERHITUNG problem yang bakal kita hadapi. Mungkin ada yang bisa dipecahkan, namun biasanya banyak yang dibawa sampai MATI. Padahal, bisa jadi, yang lebih banyak itu justru PROBLEM ARTIFISIAL.

Maka, ketimbang direpotkan dengan begitu banyak PROBLEM ARTIFISIAL yang penuh JEBAKAN, mengapa tidak segera MOVE ON ke PROBLEM HAKIKI ala hamba Tuhan tadi?. JEBAKAN PROBLEM ARTIFISIAL nya jangan terlalu di BAPER. Lagi-lagi, MENULIS lebih mudah ketimbang PRAKTIK ya…?
Kalau begitu, berdoa sajalah, moga, Alalah memberikan JALAN KELUAR atas segala PROBLEMATIKA HIDUP kita ini, HAKIKI atau ARTIFISIAL tadi.Terlebih di bulan mulia ini. Itu janji Allah bagi hambanya yang BERENCANA menjadi MUTTAQIN. Amin.

Wallahu a’lam.







  

Post a Comment

0 Comments