By: M. Ridwan
SENTUHAN KE HATI itu beragam jenisnya. Ada yang menyentuh emosional dan ada juga menyentuh spiritual. Kendati sering dipersepsikan sama, namun kedua sentuhan ini berbeda.
SENTUHAN EMOSIONAL terjadi karena tersentuhnya emosi dengan sesuatu yang cendrung fisik. Misal, karena kehilangan orang yang dicintai, kesedihan karena PUTUS CINTA, atau kesedihan karena gagal meraih sesuatu.
Adapun SENTUHAN SPIRITUAL terjadi karena tersentuhnya HATI dengan sesuatu yang bersifat spiritual. Ia muncul karena hati tertawan dengan sifat-sifat spiritual, seperti KEDERMAWANAN, KESABARAN, KEAGUNGAN, RENDAH HATI, KEADILAN, KASIH-SAYANG, dsb.
Pernahkah kita menitikan airmata ketika menonton tayangan dimana seorang ibu berjuang untuk anaknya tanpa pamrih. Ketika itu ia tidak memperdulikan derita yang dialaminya dan terus membahagiakan si anak, kita yang menyaksikannya tersentuh dan menitikkan airmata. Nah, rasa KASIH SAYANG si ibu itulah yang menyentuh sisi spiritual kita. ITU ADALAH SENTUHAN SPRITUAL.
Atau, pernahkah kita merasa bangga dengan aksi patriot yang dilakukan seorang pahlawan? Meski di film, terkadang kita menjadi sangat terharu melihat pengorbanan dan perjuangannya. Perasaan itu bisa memunculkan keharuan spiritual. Bukan karena kehilangan sesuatu, namun lebih kepada sentuhan sifat KEPAHLAWANAN itu.
Banyak air mata yang menetes, biasanya karena dua jenis sentuhan ini. Termasuk di bulan Ramadhan.
Ada yang menangis karena sentuhan emosional, ada juga karena sentuhan spiritual.
Misal, ada yang merasa bersedih karena di Ramadhan kali ini, kedua orang tuanya sudah tidak ada lagi. Ia merasa rindu dengan kebersamaan itu. Merasa sedih karena ditinggal pergi oleh orang yang dicintai. Nah, SENTUHAN EMOSIONAL terjadi padanya.
Ada pula yang menangis karena THR tidak ada, kesulitan ekonomi, tidak bisa mudik dan perasaan tidak ada apa-apanya. Itu adalah contoh sentuhan emosional.
Sementara itu, ada juga yang merasa sedih karena di bulan Ramadhan ini merasa dirinya lemah di hadapan Allah. Merasa bahwa baktinya kepada-Nya kurang dan tak sebanding dengan pemberian-Nya. Nah, ini adalah sentuhan SPIRITUAL. Ia merasa kecil dibandingkan dengan segala KASIH SAYANG TUHAN. Ia merasa tidak adil kepada TUHAN. Itu adalah sentuhan SPIRITUAL nyata.
Saya pernah melihat orang yang TERSEDU-SEDU ketika membaca ALQURAN. Bukan karena ayat ayat azab atau tentang surga. Ia menangis karena merasakan ada sesuatu TARIKAN KUAT di hatinya. Katanya, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Bukan emosional. Itulah SENTUHAN SPIRITUAL.
Biasanya, ketika SENTUHAN SPIRITUAL ini terjadi. Perasaan dan hatinya menjadi terang dan tenang. Plong dan pikiran terbuka.
Ini berbeda dengan SENTUHAN EMOSIOANAL dimana biasanya seseorang itu hanya merasa tenang sementara dan akan kembali dihantui emosi berikutnya. Air matanya tidak berhasil menenangkannya.
Moga sentuhan SPIRITUAL semakin kita rasakan di bulan ini. Sehingga kita mampu menjadi hamba Allah yang berhati luas, berpikiran jernih dan bertindah terarah di bawah bimbingan Allah. Amin.
Wallahu a'lam.


0 Comments