By: M. Ridwan
Kita tinggalkan Asif bin Barqiya, ahli ilmu yang menguasai kitab Zabur yang mampu memindahkan Istana Ratu Balqis, dalam hitungan detik, lengkap dengan isinya. Kemampuan beliau tidak lain pemberian Allah kepada hamba-Nya terpilih dan selalu dekat dengan-Nya. Dia mendapatkan KARAMAH dari Allah.
Umat Islam saat ini seharusnya BANGGA dan MERASA kaya karena diberikan ALQURAN sebagai pedoman dan pegangan hidup. Kitab ini bahkan menyempurnakan Taurat, Zabur dan Injil. Tak terbayangkan hebatnya ia dan apa yang diperoleh orang yang mendalaminya.
Dalam Kitab al-Jawab as-Shahih liman Baddala Diinal Masih, disebutkan, bahwa Kitab Taurat, Zabur dan Injil ditulis dalam Bahasa Ibrani. Hanya Alquran yang ditulis dalam Bahasa Arab. Mungkin karena itu, ada yang berpendapat makanya ada perasaan gengsi bangsa-bangsa pengguna Bahasa Ibrani seperti Yahudi, ketika mereka tahu bahwa Alquran di tulis dalam Bahasa Arab. Soalnya, Arab sudah kadung dianggap bangsa yang terkebelakang. Mereka sulit menerima KENYATAAN itu.
Padahal, saya kira, apapun bahasa yang digunakan dalam penulisan kitab suci, ia tidak lain hanyalah media penyambung Kalam Tuhan supaya dipahami manusia. So, seharusnya gak usah pake gengsi-gengsi-an. Toh, secara konten, ALQURAN itu lebih lengkap dari kitab suci yang lain. Orisinalitasnya terbukti sejak 1500 tahun lalu. Ini adalah KITAB SUCI yang paling FAIR karena memuat informasi tentang kitab sebelumnya. ARTINYA, pesan yang dikandung kitab lain, juga ada ada di ALQURAN namun tidak SEBALIKNYA.
ALQURAN itu ajaib. Banyak sekali ilmu yang muncul terkait dengannya. Misalnya, ilmu membacanya, bernama TAJWID atau TILAWAH. Jadi gak bisa sembarangan diucapkan. Ada ilmu tafsir untuk menfasirkannya, jadi gak bisa sembarang tafsir ayat. Ada pula ilmu kaligrafi untuk penulisan indahnya. Ada ilmu Balaghah untuk memahami keindahan bahasanya. Dan keajaiban lain, bahwa ALQURAN mampu dihafal oleh manusia lengkap, titik dan hurufnya bahkan dengan posisinya. Apakah masih ada orang meragukan bahwa kitab ini berasal dari TUHAN yang sebenarnya?.
Begitupun HEBANTNYA kitab ini, namun ada ANOMALI atau KEANEHAN lho.
Menurut ustaz Selamat, -seorang Hakim Agama yang cukup muda- ketika tadi malam memberi tausiyah di mushalla kami bahwa dari pantauannya di lapangan ternyata banyak kaum muslim yang masih TERBATA-BATA membaca ALQURAN, terutama kalangan dewasa. Kaget?
Sebaliknya, minat kalangan muda untuk memahami ALQURAN sangat luar biasa. Komunitas tahfiz Alquran bermunculan. Tilawah Alquran marak di sekolah-sekolah. Artinya, anak-anak muslim saat ini memiliki kemampuan baca Alquran yang bisa jadi LEBIH BAIK dari para orang tuanya. Maka, seharusnya orang tua harus meng-UPGRADE ilmu baca Alqurannya. Jangan kalah dengan anak-anak. Sampai-sampai dia bilang, "Mari lupakan sejenak dinamika dan gonjang-ganjing politik yang terkadang sering menyita waktu kita untuk membaca kitab yng mulia ini". Apalah gunanya hebat di DUNIA namun kitab SUCI tak MAMPU dibaca dengan BAIK?"
Menurutnya, sebagai bulan ALQURAN, maka RAMADHAN seharusnya dihiasi dengan aktifitas MEMBACA ALQURAN yang maksimal.
Benar juga ya..
Mana mungkin kita bisa mendapatkan semua pesan Alquran tanpa membaca KALAM ILAHI dengan intensitas banyak dan berkualitas. Mana mungkin, kita dicintai Allah kalau KALAM-NYA jarang dibaca. Mau dicintai Allah kok gak suka membaca KALAM-NYA?. Seharusnya, malah, ALQURAN dihafal luar kepala, biar enak memahaminya.
Oh ya ada tips dari seorang ustaz, katanya, untuk memudahkan membaca Alquran lebih baik disesuaikan dengan tanggal setiap hari. Misal, kalau hari ini tanggal 4 Juni, maka silahkan baca juz 4. Insyallah, setiap bulan kita akan mengkhatamkan Alquran. Hmm, tips ini sangat bagus dipraktikkan. Minimal untuk langkah awal ya memahami ALQURAN lebih mendalam..
Moga bulan ini menjadikan kita semakin cinta kepada ALQURAN dengan banyak membaca, taddabur, menghafal dan mempraktikkannya. Amin.
Wallahu a'lam.


0 Comments